MasyaAllah, Beruntunglah Para Wanita, Jika Suami Menemanimu Belanja Itu Lebih Baik Dari Iktikaf Sebulan Di Masjid Nabawi

MasyaAllah, kedudukan wanita sungguh mulia di mata Allah. Seorang wanita yang telah menjadi ibu, ia merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari tangannya generasi terbaik ummat akan terbentuk.

Peran wanita itu sungguh penting, bahkan banyak beban yang dikerjakannya itu seharusnya dikerjakan oleh pria. Maka sudah sepantasnyalah kita (pria) berterimakasih kepada ibu (wanita), berbakti kepadanya dan bersikap baik dihadapannya.

Mari kita simak firman Allah subhanahu wata’ala berikut:

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung dan menyapihnya selama tiga puluh bulan.” (QS. Al-Ahqaf: 15)

Wahai para suami perlakukan istrimu dengan baik dan sayangilah dia. Dia itu ibarat kaca yang berdebu, janganlah kau nodai hatinya, karena ia mudah retak dan pecah.

Bagi laki-laki (pria) yang belum menikah maka bersikap baiklah dihadapan para wanita. Jangan sesekali engkau permainkan hatinya. Karena sadarkah engkau, bahwa dari rahim seorang wanita engkau dilahirkan?

Terkhusus untuk para suami ingatlah pesan Rasulullah shallallhu ‘alaihi wasallam ini:

لأن أمشي مع أخ في حاجة أحب إلي من أن أعتكف في هذا المسجد

“Sungguh aku berjalan bersama seorang saudara (muslim) di dalam sebuah keperluan lebih aku cintai daripada aku beri’tikaf di dalam masjid ku (masjid Nabawi) ini selama sebulan.”
(HR. Ath-Thabarani dan dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Silsilat Al-hadits Ash-Shahihah, no. 906.)

Wahai para suami, tidakkah engkau sadar bahwa menemani istri berbelanja itu lebih baik daripada iktikaf di Masjid Nabawi selama sebulan?

Sangat heran, jika kamu sangat semangat pergi berbelanja dengan temanmu, sedangkan istrimu kamu abaikan dan anak-anakmu tidak engkau perhatikan bahkan tidak engkau temani.

Mari kita simak pesan Rasullah shallallahu ‘alaihi wasallam

“Sebaik-baik kalian (suami) adalah yang terbaik akhlakanya terhadap istri-istrinya. (HR. At-thirmidzi, Shahih)

Pesan saya untuk para sumai dan calon suami:

Mari perlalukan wanita dengan lemah lembut, ia butuh kasih sayang dan perlindungan. Jangan sesekali engakau tinggikan suaramu dihadannya. Bersabarlah engkau mengahdapinya. Dan bagi para suami, luangkanlah waktumu untuk menemani istri berbelanja, berwisata atau hal lainnya yang dapat menyenangkan hati istrimu. Semoga ilmu ini dapat kita terapkan di kehidupan keluarga. Aamiin.

 

 

  •  
    1
    Share
  •  
  •  
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  

7 Comments

  1. willova Sel, 5 April 2016
    • Khair Sel, 5 April 2016
  2. Nur Susianti Sel, 5 April 2016
    • Khair Rab, 6 April 2016
  3. Rahayu Rab, 6 April 2016
    • Khair Rab, 6 April 2016
  4. Datin Tyka Rab, 20 April 2016

Leave a Reply