Presiden Republik Indonesia Dari Masa Orde Lama Sampai Reformasi

  1. H. Ir. Soekarno

bung-karno

Sebagai rakyat Indonesia tentu mengenal presiden pertama Republik Indonesia ini. Beliau bernama lengkap Soekarno. Pasangan dari Raden Soekemi Sosrodiharjo dengan ida Ayu Nyoman Rai ini dilahirkan di Surabaya pada tanggal 6 Juni 1901. Beliau tumbuh sebagian besar bersama dengan kakeknya Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur. Pria yang dipanggil akrab dengan sebutan Bung Karno ini pertama kali bersekolah di Tulung Agung dan kemudian orangtuanya memeindahkannya di Mojokerto. Sifat nasionalisme Bung Karno tumbuh sewaktu bergabung dengan tokoh Sarekat Islam yang pada saat itu dipimpin oleh H.OS Tjokroaminoto. Dengan begitu mulailah Soekarno aktif dalam berbagai kegiatan organisasi diantaranya Budi Utomo.

Kita menyadari bahwa mulainya pergerakan untuk membebaskan Indonesia dari jaman penjajahansudah dimulia sejak lama. Tetapi pergerakan yang massiv mulai tampak di jaman Soekarno ini sekitar tahun 1927. Dan pada tahun ini juga berdirilah Parnai Nasional Indonesia (PNI) dan dipimpin oleh Soekrano. Melihat pergerakan partai PNI semakin meningkat, maka pada bulan Desember 1929 Soekarno ditangkap oleh pemerintah kolonial Belanda. Kemudian tahun 1930 pemerintahan yang pada saat itu dipimpin oleh kolonial Belanda memindah Bung Karno ke penjara Sukamiskin. Dari penjara inilah Soekarno membuat pledoi yang berjudul “Indonesia Menggugat”.

Meskipun Soekarno keluar masuk dari penjara beberapa kali tetapi tidak mengurungkan semangatnya untuk tetap memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Sehingga pada tahun 1942 yang pada saat itu Jepang mengambil alih pemerintahan tidak begitu memperhatikan tokoh-tokoh yang berpotensi melakukan perlawanan kepada pemerintahan yang dipegang oleh Jepang. Maka tokoh-tokoh ini mulailah melakukan kerjasama dengan pendudukan Jepang guna mensukseskan kemerdekaan. Dengan memanfaatkan kesempatan ini maka Soekrano dan beberapa orang lainnya secara diam-diam merumuskan Pancasila, UUD 1945 dan dasar-dasar Pemerintahan Indonesia. Puncak kesempatan untuk meraih kemerdekaan dapat terasa pada bulan Agustus 1945. Pada bulan ini Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia merdeka dan meproklamsikan kemerdekaannya. Pernyataan pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara ini disebabkan karena pada tanggal 6 dan 9 Agustus terjadi pengeboman yang sangat dahsyat di lakukan oleh Amerika Serikat di kota Nagasaki dan Hiroshima. Dengan kejadian ini menandakan bahwa Jepang telah menyerah pada pasukan Sekutu. Dengan begitu Bung Karno bersama dengan tokoh-tokoh lainnya mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada tanggal 17 Agustus 1945, atau bertepatan pada Bulan Ramadhan Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya secara langsung dan dibacakan oleh Soekarno didampingi oleh Mohammad Hatta di depan halaman rumahnya Jl. Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI (Panitian Persiapan Kemerdekaan Indonesia) sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945. Meskipun pada saat itu Indonesia telah merdeka. Masih banyak tugas yang harus dibenahi diantaranya, ada beberapa sekutu yang secara terang-terangan tidak mengakui kemerdekaan Indonesia. Selain itu banyak terjadi gencatan senjata seperti halnya di Surabaya, Bandung dan beberapa kota lainnya. Pengakuan kedaulatan secara resmi dapat dirasakan oleh Indonesia pada tahun 1950.

pusakaindonesia.org

pusakaindonesia.org

Pembenahan pemerintahan, perekonomian, keamanan dan kesejahteraan terus ditingkatkan oleh pemerintah Indonesia. Tetapi pada tahun tahun 1960 terjadi kericuhan yang membuat keamanan dalam negeri menjadi tak stabil. Karena pada tahun ini PKI (Partai Komunis Indonesia) melakukan pemberontakan dan menyebabkan KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indoneisa) dan KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia) melakukan aksi demontrasi dan menyampaikan Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat) yang salah satu isinya yaitu meminta membubarkan PKI. Tuntutan tidak serta merta diterima oleh presiden Soekarno. Sehingga pada akhirnya kedudukan Soekarno semakin melemah dalam kancah politik. Karena keamanan dalam negri pada saat itu tidak stabil maka membuat presiden Soekarno mengeluarkan Supersemar dan isinya memberikan perintah kepada Lenjend Soeharto untuk mengambil tindakan guna menajga keamanan pemerintahan dan keselamatan presiden. Dengan dikeluarkan Supersemar ini maka kedudukan Lenjend Soeharto semakin menguat dan setiap saat bisa menajdi presiden jika presiden sebelumnya berhalangan.

Karena Presiden Soekarno tidak juga mengindahkan tuntutan rakyat yaitu membubarkan PKI dan juga keamanan semakin kacau dan ricuh maka pada 20 Februari 1967 Soekarno pada akhirnya menyerahkan kursi kepresidenan kepada Lenjend Soeharto di Istana Merdeka. Dengan begitu berakhirlah masa kejayaan Soekarno.

Soekarno Dengan Pemimpin Negara

Ada beberapa hal yang mesti anda catat bahwa Soekrano adalah sosok pahlawan sejati sebab dia tidak hanya disegani oleh bangsanya sendiri tetapi juga bangsa lain dengan oratornya yang dapat membangkitkan semangat bagi orang yang mendengarnya. Selain itu juga pengabdiannya terhadap perdamaian di dunia. Banyak Negara-negara di dunia yang mengabadikan namanya, seperti halnya di Rusia mengabadikan nama Soekrano sebagai masjid di St. Petersburg, Pakistan mengabadikan namanya sebagai jalan di Lahore dan Peshawar dan begitu juga nama jalan di ibukota Maroko. Kemudian majalah ternama (Time) menyebut Soekarno sebagai Putra Sang Fajar sampai menampilkan Soekrano di halaman depan.

Mesjid Terbesar di Asia Tenggara adalah salah satu gagasan fenomenal Bung Karno, kemudian Stadion Utama Gelora Bung Karno, Monumen Nasional (Monas) dan masih banyak gedung-gedung mewah lainnya.

Diluar sosoknya yang sebagai bapak proklamator Indonesia, Soekarno pernah menikah sebanyak Sembilan kali. Kharisma yang bagitu tinggi banyak wanita-wanita cantik yang terpikat dengannya begitu juga dengan tampilan yang sederhana dan sopan membuat para wanita yang memandangnya akan jatuh cinta. Meskipun banyak wanita yang menyukainya, ada hal yang patut anda perhatikan. Soekarno tidak tertarik dengan wanita yang berpenampilan seksi dan memakai rok mini.

Dalam hal orator tentu tidak ada yang bisa menandingi presiden pertama ini. Banyak kutipan kata-kata dapat membuat orang yang mendengarnya akan bersemangat dan termotivasi diantaranya adalah:

  • Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa sesungguhnya kekuasaan presiden itu ada batasnya sedangkan kekuasaan rakyat adalah kekuasaan yang langgeng dan diatas segalanya adalah kekuasaan Allah subhanahu wa’atala.
  • Berikan aku 1000 orangtua niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Dan berikan aku 1 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.
  • Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan menghormati jasa para pahlawannya.
  • Kita adalah bangsa yang besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengais dan kita juga bukan peminta-minta apalagi jika bantuin itu diembeli dengan syarat ini dan itu. Lebih baik kita makan gaplek daripada makan beefstick tetapi menajdi budak.
  • Jangan melihat dunia dengan mata buta, tetapi lihatlah dunia dengan berkaca dari masa lampau untuk kehidupan lebih baik.

  1. Jendral Besar H. M. Soeharto

Suharto Speaks at Press Conference

Pembahasan tentang presdien kedua Republik Indonesia ini akan sangat menarik karena beliau memerintah selama 32 tahun. Jika dilihat dari latarbelakang beliau, Pak Soeharto lahir pada tanggal 8 Juni 1921 di Kemusuk, Yogyakarta. Dari keluarga seorang petani dan juga pembatu lurah untuk pengairan sawah.Anak dari Sukirah dan Kertosudiro ini memulai pendidikan sekolah dasar di Sekolah Desa (SD) Puluhan, Godean dan kemudian pindah ke SD Pedes. Soeharto semasa kecil dititipkan ke adik perempuan Soeharto dikarenakan orangtuanya pindah ke Kemusuk,Kidul.

Dalam membangun karir Soeharto terpilih sebagai Prajurit Telatan yang mana memang cita-citanya sejak dari kecil yaitu ingin menjadi tentara. Setelah Indonesia resmi merdeka maka pada tanggal 5 Oktober 1945 maka Soeharto resmi menjadi anggota TNI. Karier Soeharto samakin bagus setelah ia menikah dengan Ibu Tien dan pangkat tertinggi pada saat itu Letnan Kolonel. Pada tanggal 1 Maret 1949 merupakan peristiwa sejarah yang tak bisa dipisahkan. Karena pada saat itu merupakan hari dimana Yogyakarta berhasil direbut kembali dari cengkraman Belanda di tangan bapak pembangunan ini.

Setelah mendapat mandat penuh dari Presiden Republik Indonesia kala itu maka karier Soeharto semakin melejit. Dengan berhasilnya mengendalikan keamanan dan juga ketertiban negara setelah kudeta yang dilakukan oleh PKI. Pada bulan Maret 1967 dalam siding MPRS maka menunjuk Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia yang kedua menggantikan Ir. Soekarno. Pada masa ini dikenal dengan masa Orde Baru. Dimana seluruh kebijakan lama diubah oleh Pak Harto. Salah satunya adalah kembali masuknya Indonesia sebagai anggota PBB pada tanggal 28 September 1966.

Dalam hal keamanan Bapak Pembangunan ini sangat tegas. Dimana setiap hal yang terkait dengan Partai Komunis maka akan ditindak tegas bahkan akan digelar Mahkamah Militer Luar Biasa. Jadi pada masa beliau jika ada orang yang dapat menggangu kestabilan ekonomi nasional dan pembrontak seeprti PKI maka akan dieksekusi massal di hutan oleh militer pada waktu itu.

Laju inflasi pada masa beliau dapat dibendung dengan cara melakukan pengendalian yangketat terhadap harga barang khususnya barang kebutuhan pokok sehingga pada kala itu perekonomian Indonesia relatif stabil. Ada bebrapa langkah strategis yang dilakukan Pak Harto agar pembangunan nasional dapat terwujud diantaranya yaitu melalui pembangunan jangka panjang dan jangka pendek. Pembangun jangka pendek yang fenomenal yaitu Repelita.

Soeharto dalam kancah politik

Kesuksesan pembangunan pada masa itu tidak terlepas dari kebijakan ekonomi yang dikenal dengan sebutan Trilogi  Pembangunan. Isinya mencakup stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi yang stabil dan pemerataan pembangunan. Dari sinilah Presdien Soeharto dikenal dengan sebutan Bapak Pembangunan.

Seperti kata pepatah tak ada gading yang tak retak. Begitu juga dengan Jendral Besar ini. Titik kelam beliau terjadi pada tahun 1988 dimana kala itu terjadi demonstrasi besar-besaran oleh mahasiswa serta rakyat. Disebabkan karena ketidakpuas rakyat Indonesia terhadap kepemimpian beliau. Ditambah lagi kestabilan ekonomi dunia kala itu mengalami pergolakan. Maka resmi pada tanggal 28 Mei 1988 Pak Soeharto berhenti sebagai presiden Republik Indonesia. Dan digantikan oleh Wakilnya B. J. Habibie sebagai presiden Republik Indonesia yang ketiga.

Sejarah mencatat bahwa pada masa beliau ini rakyat Indoensia sejahtera. Bisa ditemukan segala macam kebutuhan sandang, papan, pangan, kebutuhan pokok stabil dan terjangkau. Keamanan dalam negeri dapat terjaga dan yang terpenting adalah kesadaran nasaionalisme semakin meningkat. Sedangkan dalam bidang kesehatan, pemerintah mengintegrasikan program pemerintah dengan kemandirian masyarakat seperti halnya posyandu (pos pelayanan terpadu).

  •  
    6
    Shares
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

2 Comments

  1. Vixalexa Kam, 10 Maret 2016
    • Khair Kam, 10 Maret 2016

Leave a Reply