Keharmornisan Dalam Membina Rumah Tangga

Keharmonisan Membina Rumah Tangga – Keharmonisan, kesejukan dan kenyamanan dalam rumah tangga adalah impian bagi setiap pasangan yang telah menikah.

Ketika bahtera itu sudah mulai berlabuh maka seorang nahkoda harus bisa menuntun kapalnya agar dapat melewati ombak yang menerjang. Ada sebuha cita-cita yang mulia yang diharapkan oleh setiap pasangan suami istri.

Jika cita-cita yang luhur ini dapat terwujud maka benih-benih cinta akan berkibar di atas keluarga dan ucapan kasih sayang akan bergema di sudut-sudut rumah tangga.

Bila kecemburuan melanda, egois merasuk kedalam hati dan kegelisahan menerpa maka gelombang akan menghantam kapal di luasnya samudera. Dan malapateka akan muncul dalam rumah tangga tersebut.

Kaca yang semula mulus dan dihiasi dengan kalimat kasih sayang akan pecah. Apakah rumah tangga seperti ini yang kita inginkan?

Pembaca yang budiman, sesungguhnya keharmonisan rumah tangga adalah harta yang sangat sulit dicari di zaman sekarang ini. Dengan berbagai persoalan kehidupan yang kian membesar, begitu juga dengan permasalahan rumah tangga yang kian menumpuk, sungguh menambah peliknya kehidupan.

Baca juga tentang:
5 Tips Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Agar Semakin Mesra

A. Rumah Tangga

Rumah Tangga

pixabay.com

Rumah tangga adalah anugerah yang diberikan Sang Pencipta Allah subhanahu wa’atala. Dengan diberiNya pasangan hidup adalah suatu tanda-tanda kekuasaanNya.

Karena pasangan hidup adalah sebagai teman setia, obat penawar hati dan kasih sayang. Sebagaimana dalam firman Allah subhanahu wa’atala dalam al quran surah Ar-Rum ayat 21 berbunyi:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.( QS. Ar-Ruum [30]:21)

Dalam hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa kenikmatan dunia yang paling besar adalah istri yang shalihah. Bukankah ini yang setiap suami ingin miliki?

Dalam membina rumah tangga yang harmonis tentu kita harus mencontoh suri taudalan terbaik yaitu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Bagaimana beliau shallallahu ‘alaihi wasallam membina keharmonisan dalam rumah tangga.

Dan begitu juga para suami haru menyadari bahwa ada pahlawana di balik harmonisnya rumamh tangga yaitu sang istri. Sang istri merupakan pahlawan dibalik layar yang membawa ketenangan dan kesejukan. Senyumannya membawa mahligai rumah tangga akan semakin mesra.

B. Persiapan Membangun Rumah Tangga

Persiapan Membangun Rumah Tangga

pixabay.com

Pembaca yang budiman, rumah tangga akan menjadi harmonis jika seorang pasangan yang akan menikah mengetahui cara-cara yang benar dan baik. Karena membina rumah tangga itu tidaklah mudah dan juga tidaklah sulit.

Jika kiranya seorang pasangan tersebut mengikuti apa yang telah disyari’atkan maka keharmonisan akan semakin terasa dan kesejukan akan menyelimuti dalam setiap kehidupan.

Dalam buku karangan Abu Ihsan Al-atsari dan Ummu Ihsan Choiriyah semoga Allah menjaganya dijelaskan bahwa dalam mengarungi bahtera maka harus memiliki persiapan yang matang diantaranya:

1. Perbaikilah Diri dan Berhiaslah Dengan Pakaian Takwa

Dalam qur’an surah Ar-Nur ayat 26 Allah subhanahu wa’atala berfirman:

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)… (An-Nuur : 26)

Istri shalihah adalah rezeki. Dan mudah-mudahan dengan ketakwaannya Allah berkenan memberikan jalan keluar bagi urusan kita dan juga memberikan rezeki yang baik.

Serta begitu juga sebaliknya. Adalah suatu yang lucu jika kita menginginkan suatu pasangan yang shalih maupun shalihah sedangkan diri ini tidak berusaha menjadi laki-laki atau perempuan yang shalih atau shalihah.

Sadarilah saudara-saudariku bahwa tidak ada suatu perkara yang mudah jika Allah subhanahu wa’atala menghendakinya susah. Demikian juga tidak ada satupun perkara yang sulit jika Allah subhanahu wa’atala menghendaki kemudahan atas masalah itu.

Artikel  terkait:
Ciri-ciri Lelaki Sholeh Idaman Wanita

2. Luruskan Niat

Hendaklah dalam membina rumah tangga seorang pasanga itu memiliki tujuan. Adapun tujuan diantaranya adalah:

  • Semata-mata hanya mencari ridha Allah subhanahu wa’atala.
  • Merealisasikan fitrah yang telah digariskan atas manusia. Yaitu fitra bahwa manusia hidup berdampingan. Seorang laki-lali menikah dengan seorang perempuan.
  • Memelihara diri dari gejala syahwat yang diharamkan.
  • Membangun rumah tangga muslim yang menjadi sumber ketentraman dan kedamaian.
  • Dan untuk mengikuti sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Semua itu akan menjadi indah jika diniatkan dengan ikhlas dalam membina rumah tangga

3. Pilihlah Istri Yang Shalihah Dan Taat Beragama

Poin ketiga ini terkhusus bagi para pria yang hendak menjadi suami, maka pilihlah seorang istri yang shalihah. Karena istri shalihah adalah anugerah nikmat yang sangat besar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda yang diriwayatkan oleh shahih muslim bahwa “Dunia ini penuh dengan kesenangan daan sebaik-baik kesenangan dunia adalah istri (wanita) shalihah”.

Jika kita tinjau hadist diatas bahwa kedudukan seorang istri (wanita) shalihah adalah sangat mulia. Bahwa kedudukannya bukan hanya sekedar hidup.

Tetapi kedudukannya itu sebagai pasangan hidup, pendamping hidup, sekaligus sahabat dan tempat berbagi dalam kehidupan berupa makanan, minuman, perasaan dan kesedihan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepada kita bahwa dalam memilih seorang wanita maka pilihlah wanita yang shalihah dan taat beragama. Sebagaimana dalam sabda beliau yang berbunyi:

“Warna itu dinikahi dalam empat perkara yaitu pertama (1) karena hartanya, (2) kecantikannya, (3) kedudukannya (nasab) dan (4) karena agamanya. Pilihlah wanita yang taat beragama, jika tidak engkau akan merugi.

Sudah selayaknya bagi orang yang punya kehormatan dan akal pikiran yang bijak agar menjadikan target utamanya adalah wanita yang taat beragama.

Karena kita menyadari bahwa keelokan akhlak lebih permanen daripada kecantikan fisik dan kekayaan hati lebih utama dari pada kekayaan harta.

Ingatlah saudaraku, parameter dalam menilai seorang wanita adalah isi bukan tampilan luar. Dan menjadi tolak ukur adalah perilaku bukan harta.

4. Pilihlah Wanita Yang Subur Dan Penyayang

Salah satu tujuan pernikahan adalah tentu untuk menghasilkan keturunan dan menghasilkan ketentraman batin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda

“Nikahilah wanita yang penyayang lagi subur, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan jumlah kalian yang banyak dihadapan umat-umat lain. (Muttafaqun ‘alaih)

Disamping itu maka mesti diperhatikan juga adalah wanita yang lembut dan penyayang. Dan apabila suami fakir (tidak mampu), ia akan menjadi pembantu dan penopangnya, bukan malah menjadi musuh dan penentangnya.

Sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda yang diriwayatkan oleh An-Nasai bahwa “Para wanita penghuni surga adalah wanita yang penyayang, subur dan berguna bagi suaminya. Wanita yang apabila suaminya marah. Ia datang dan meletakkan tangannya di tangan suaminya, lalu ia berkata, “Aku tidak akan bia tidur hingga engkau ridha”.

Wahai saudaraku, marilah kita masukkan poin ke empat ini dalam kamus kehidupan kita saat mencari pasangan yang baik dan benar. Agar nikmat itu begitu terasa dalam hidup ini.

Pilihlah Wanita Yang Subur Dan Penyayang 1

pixabay.com

5. Nazhar

Nazhar atau melihat calon mempelai wanita akan lebih mendorong penerimaan dan lebih melanggengkan kasih sayang. Pedoman hati, penunjuk dan urusannya adalah nazhar (melihat calon istri).

Maka dari itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Al-Mughirah yang hendak meminag seorang wanita, “Pergi dan lihatlah wanita itu , karena yang demikian bisa mengekalkan cinta diantara kalian berdua.

6. Kecantikan Itu Perlu Tetapi Bukan Segalanya

Kecantikan walau bukan perkara yang fundamental tetapi perlu diperhitungkan. Oleh Karena itu syari’at menganjurkan sebab-sebab yang bisa menumbuhkan kasih sayang dengan membolehkan pria melihat calon istrinya.

Berkata syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah (semoga Allah merahmatinya) seperti yang sudah dimaklumi bahwa kecantikan wanita itu ada dua macam:

  • Kecantikan Lahir adalah kesempurnaan fisik, Karen apabila seorang wanita itu cantik parasnya dan baik tutur katanya matapun sedap memandangnya, telinga nyaman mendengar tutur katanya, hati akan terbuka dan terasa lapang dan jiwa akan merasa senang.
  • Kecantikan Bathin adalah kesempurnaan agama dan akhlak. Semakin taat wanita dalam agama dan semakin sempurna akhlaknya maka akan disukai jiwa.

Wanita yang taat beragama akan melaksanakan perintah Allah dan menjaga hak suami dalam mentaatinya, hak ranjang dan juga anak-anak serta hartanya.

Membantu suami dalam mentaatinya apabila suami lupa ia mengingatkannya, jika suami malas maka ia memompa semangatnya dan apabila suami marah sang istri berusaha membuatnya tenang.

Apabila seorang laki-laki mendapatkan wanita seperti ini dimana memiliki kecantikan lahir dan bathin, maka telah sempurnalah kebahagiaan laki-laki tersebut.

Baca juga:
Arti, Hakikat dan Pengertian Cinta Sebenarnya

7. Jangan Lupa Untuk Istikharah

Dalam menentukan pilihan, maka kita mesti menghadirkan Allah. Karena hanya kepada Allah subhanahu wa’atala tempat kita meminta dan mengadu. Setelah itu maka bermusyawarahlah dengan keluarga, orang tua dan teman yang layak dijadikan tempat curhat.

Jika kiranya pernikahan itu terjadi maka itu semua terjadi berdasarkan ilmu dan kekuasaan Allah. Dan jika pernikahan itu belum terjadi maka itulahyang terbaik menurut ilmuNya Allah subhanahu wa’atala.

8. Jauhi Segala Yang Mengundang Kemurkaan Allah

Adapun perkara-perkara yang mengundang kemurkaan Allah subhanahu wa’atala diantara adalah pertama yaitu pacaran sebelum menikah. Syari’at tidak mengajarkan kepada kita istilah pacaran.

Karena dengan pacaran akan menjatuhkan dosa. Boleh jadi sebab pacaran tersebut akan mendatangkan kemaksiatan yang dengan itu muncullah perzinahan, hamil di luar nikah dan lain-lain.

Yang kedua adalah pertunangan, tidak ada istilah pertunangan dalam islam. Jika kiranya seorang pasangan tersebut ingin menikahi seorang perempuan, maka sebaiknya disegerakan dan jangan dipersulit.

Jika laki-laki tidak mampu melaksankan pernikahan dengan segera, maka alangkah baiknya membendung terlebih dahulu hasratnya ingin memilki. Karena dengan tunangan tidak ada jaminan bagi wanita sebelum akad yang jelas.

Dan yang terkahir adalah agar menghindari pernikahan yang berlebihan. Makna berlebihan disini adalah banyak mengamburkan uang dan di dalamnya terdapat musik yang mengumbar aurat. Bukankah yang diinginkan dalam pesta pernikahan adalah keberkahan dan doa dari para undangan?

Kedelapan persiapan diatas jika dipernuhi oleh pasangan yang hendak menikah, maka rumah tangga yang bahagia dan harmonis insyaAllah akan tercapai.

Para pembaca yang budiman, perlu diketahui bahwa kehidupan rumah tangga itu sangatlah kompleks. Maka tidak heran jika kehidupan rumah tangga tiada habisnya untuk dibahas.

Dalam membina rumah tangga hal yang diinginkan adalah kelanggengan hubungan suami dan isteri serta keterikatan antara orangtua dan anak.

Jika sewaktu-waktu masalah itu datang, bagaimana sang nahkoda mengemudikan bahteranya di lautan samudera? Apakah ia pandai dan bijaksana dalam memimpin atau malah terombang ambing di samudera ?

Sungguh benar bahwa ikatan cinta kasih yang terjalin kuat antara orangtua dan anak jika terjalin dengan benar akan membawa bahtera itu selamat sampai tujuan.

Jauhi Segala Yang Mengundang Kemurkaan Allah 1

pixabay.com

Di dalam kehidupan berumah tangga suami, istri dan anak mesti mengetahui peran dan fungsi masing-masing. Bagaimana peran seorang suami kepada istri, istri kepada suami dan juga peran seorang anak kepada orangtua.

Pendidikan ini selayaknya adalah tugas seorang ayah atau suami dalam mendidik istri dan anak-anaknya. Artinya adalah kepala keluarga memiliki kendali penuh terhadap perkembangan rumah tangganya.

Karena yang diinginkan dalam rumah tangga adalah keserasian dan kenyamanan. Dan juga dapat mengantarkan rumah tangga tersebut ke dalam jannahNya Allah subhanahu wa’atala..

Jika kiranya peran ini dapat diterapkan dalam keluarga maka akan tercipta keluarga yang warahmah. Baik, kita akan membahas satu persatu peran dalam kehidupan rumah tangga. Jubah laki-laki

C. Tugas Suami Sebagai Kepala Rumah Tangga

Allah berfirman

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. . . . (QS. An-Nisa’ [4]:34)

 Syaikh Abu Bakr al-Jazairi dalam tafsirnya, Aisaru at-Tafasir menyatakan bahwa seorang kepala rumah tangga terlukis dalam tiga bentuk diantaranya ri’ayah yaitu memberi perhatian dan mengurus, himayah yaitu memberi perlindungan dan ishalah yaitu melakukan perbaikan.

Dengan tiga landasan inilah maka seorang kepala rumah tangga bersifat bijaksana, bertanggung jawab, sabar, pengayom dan mampu mempengaruhi serta meyakinkan istri dan anak-anaknya dengan sebaik-baiknya.

Wahai calon suami dan para suami ketahuilah bahwa Allah subhanahu wa’atala telah menganugerahkan istri dan anak (keturunan) sebagai penyejuk hati.

Maka selayaknya tugas suami atau calon suami itu sebagai panutan (imam) dalam rumah tangga. Apakah kita masih meragukan apa-apa yang telah Allah kabarkan kepada suami atau calon suami?

Tugas Suami Sebagai Kepala Rumah Tangga 1

pixabay.com

Secara eksplisit sifat yang harus dimiliki seorang kepala rumah tangga adalah

1. Shalih dan Taat Beribadah

Ketaatan seorang kepala rumah tangga dihadapan Allah subhanahu wa’atala akan dimudahkan segala persoalan dan urusannya, baik itu persoalan yang berhubungan dengan dirinya ataupun anggota keluarganya.

Sebagaimana firman Allah subhanahu wa’atala dalam surah ath-Thaalaaq:4 berbunyi, “ . . .  Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (QS. Ath-Thalaq [65]:4.

Ayat ini bermakna segala macam urusan Allah ta’ala akan ringankan dan mudahkan serta berikan jalan keluar dan solusi.

2. Bertanggung Jawab Dalam Memberi Nafkah Keluarga

Tugas seorang kepala rumah tangga adalah menafkahi istri dan anak-anaknya sebab ini adalah kewajiban utama seorang pemimpin dalam rumah tangga. Allah ta’ala berfirman,

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. . .  (QS. An-Nisa’ [4]: 34)”.

3. Perhatian Terhadap Pendidikan Agama dan Sekaligus Pembimbing

Allah subhanahu wa’atala berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. . . (QS. At-tshriim [66]:6) 

Ayat diatas diterangkan oleh Syaikh Abdurrahma As-Sa’di yang memilki makna memelihara diri dari api neraka yaitu mewajibkan bagi diri dan menjauhi larangan serta melaksanakan perintah Allah subhanahu wa’atala. Dan memilihara anak dan istri dari api neraka yaitu mendidik dan mengajarkan mereka pendidikan islam yang baik.

Mencontohkan akhlak dan perangai yang baik bagi anak istri adalah keharusan seorang kepala rumah tangga. Karena kepala rumah tangga sebagai panutan bagi anak dan istrinya.

Jika saja kepala rumah tangga mencontohkan akhlak yang buruk maka sulit untuk mendapatkan keharmonisan dalam rumah tangga.

4. Bersabar dan Senantiasa Bersikap Bijaksana

Istri sangat membutuhkan bimbingan dan pengarahan dari seorang laki-laki. Begitu juga seorang anak. Perilaku orangtua yang buruk tentu akan cepat dicontohkan anak.

Kita menyadari bahwa kehidupan mahligai rumah tangga itu sangat komplek, pasti akan ditemukan di dalamnya keributan, pertengkaran bahkan bisa sampai perpecahan.

Disinilah peran seorang kepala rumah tangga, bagaimana dia menyikapi dan menyelesaikan masalah ini. Tentu laki-laki yang bijaksana akan mengedepankan akal bukan emosi dan kemudian berusaha menasehati dan meluruskan dengan cara yang baik.

5. Senantiasa Mendoakan Kebaikan Bagi Rumah Tangganya

Sesungguhnya doa bisa menentramkan jiwa. Dengan berdoa kita menghadirkan Allah dalam setiap persoalan rumah tangga. Karena setiap doa akan dikabulkan oleh Allah subhanahu wa’atala.

Kepala kelurga yang ideal senantiasa mendoakan kebaikan bagi anggota keluarganya, sehingga bisa jadi dengan doa ini akan terhiburnya hati dan ketenangan jiwa.

D. Tugas Istri Sebagai Ibu Rumah Tangga

Tugas Istri Sebagai Ibu Rumah Tangga 1

pixabay.com

Kedudukan wanita atau dalam hal ini istri adalah sangat mulia. Karena sesungguhnya pekerjaan termulia bagi istri adalah di dalam rumahnya. Jangan risaulah wahai para istri. Lihat banyak wanita karir yang pada hakikatnya mereka tidak punya prinsip ketika sudah berkeluarga.

Tidak sedikit dari kita, lihat istri yang berprosesi menjadi wanita karir rumah tangganya tidak terurus, suaminya diabaikan dan bahkan anak-anaknya ditelantarkan.

Bukan berarti kita tidak membolehkan istri untuk bekerja. Selama dia memenuhi kewajiban dalam rumah tangga dan suami mengizinkan, maka tidaklah mengapa.

Wahai para wanita, ingatlah bahwa seorang wanita itu akan menjadi sempurna jika ia telah menjadi istri buat suaminya. Dan seorang istri akan merasa lebih sempurna lagi jika ia telah menjadi seorang ibu untuk anak-anaknya. Dan akan menjadi lebih bahagia kalau dia bisa melayani suami, merawat dan mendidik anak-anaknya.

Adapun tugas istri dalam rumah tangga adalah

1. Sebagai Penyenang Hati Suami

Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu istri yang menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika dipertintah dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat benci”. (HR. An-Nasai, hasan shahih)

Wahai saudariku, kapan engkau berdandan dan berparas cantik di hadapan suamimu? Ketika suamimu pulang dari kantor, bagaimana sambutanmu terhadapnya? Mari kita simak hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad tentang kehormatan seorang istri.

“Bila seorang istri telah mendirikan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kesucian dirinya dan taat kepada suaminya, niscaya kelak akan ditanya kepadanya, Silahkan engkau masuk ke surga dari pintu manapun yang engkau suka. 

Dengan hadist diatas, apakah engkau tidak menginginkan surga yang dipersilahkan masuk dari pintu yang mana saja?

2. Pemelihara Anak-anaknya

Anak merupakan titipan dari Allah subhanahu wa’atala, Anak adalah aset yang menguntungkan orangtua. Dengan kehadiran anak maka dapat mengangkat derajat orangtua dihadapan Allah. Pendidikan terbaik yang pertama adalah pendidikan yang diberikan oleh orangtua kepada anak-anaknya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kalian semua adalah pemimpin dan kalian semua kan diminta pertanggujawaban, seorang imam adalah pemimpin dan ia nanti akan diminta pertanggung jawaban, seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia nanti akan diminta pertanggung jawabannya dan seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan ia nanti akan diminta pertanggung jawabannya”.

E. Kewajiban Anak Kepada Orangtua

Kewajiban Anak Kepada Orangtua 1

pixabay.com

Mari kita simak hadist qudsi berikut ini

Keridhaan Allah subhanahu wa’atala bergantung kepada keridhaan orangtua dan kemurkaan Allah subhanahu wa’atala bergantung kepada kemurkaan orangtua.

Mari kita renungi, betapa tingginya kedudukan orangtua di mata islam. Apakah masih ada diantara kita yang berbuat durhaka kepada orangtua?

Imam An-Nawawi yaitu ulama yang terkenal dengan kitabnya berjudul Hadist Arba’in An-Nawawi menuturkan bahwa berbakti kepada orangtua tidaklah sekedar hanya bersikap baik kepadanya tetapi juga dapat membuat mereka bergembira dengan begitu mereka akan ridha setiap apa-apa yang kita lakukan. Ada 3 bentuk kewajiban anak kepada orangtua diantaranya adalah:

  1. Mentaati segala perintah orangtua kecuali dalam hal kemaksiatan.
  2. Menjaga amanah harta yang dititipkan orangtua atau diberikan orangtua.
  3. Membantu orangtua sesegera mungkin bila mereka membutuhkan.

Sebagaimana bersama kita ketahui bahwa, ada seorang lelaki yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam siapakah yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?” Beliau menjawab, “ibumu”, lelaki itu bertanya lagi, “kemudian siapa lagi ya Rasulullah?”, beliau menjawab, “ibumu”, orang itu bertanya lagi, “kemudian siapa?’, lagi-lagi Rasulullah menjawab, “ibumu”, orang itu pun bertanya lagi, “Kemudian siapa”, maka beliau menjawab, ayahmu”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika orangtua telah tiada maka kewajiban anak adalah terus mendoakan kebaikan untuknya. Alangkah bakhilnya jika ketika orangtua telah tiada, anak enggan mendoakan kebaikan bagi orangtuanya.

Tidaklah dia mengetahui atau lupa bahwa asuhan, kasih sayang, pengorbanan dari pagi sampai malam, cucuran keringat dan air mata telah dikorbankan untuk anak?

Selama ruh anak tidak terpisah dari jasadnya tiada kata berhenti untuk terus berbuat baik dan beramal shalih. Sebab doa anak yang shalih merupakan amal jariyyah yang tiada terputus.

Ketahuilah bahwa keutamaan berbakti kepada orangtua adalah cepat dikabulkannya doa, dihapuskannya dosa-dosa besar, baktinya anak kepada orangtua adalah sebab diturunkan keberkahan dan bertambah rezeki dan diterimanya amal.

Para pembaca yang budiman, dengan mengikuti dan mengamalkan setiap poin-poin dalam artikel ini maka keharmonisan dalam membina rumah tangga insyaAllah akan terwujud.

Karena jika kita memulai membangun rumah tangga itu dengan cara yang benar, kemudian diiringi dengan memahami peran dan tanggungjawab masing-masing maka rumah tangga yang harmonis akan tercapai.

Demikianlah artikel tentang kiat-kiat membangun rumah tangga agar harmonis. Semoga bermanfaat.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply