Ulasan Lengkap Ciri-ciri dan Macam-macam Ekosistem Laut

Ekosistem Laut – Bumi adalah salah satu planet yang ada di tata surya. Dari milyaran planet yang ada hanya bumi-lah satu-satunya planet yang bisa dihuni oleh mahluk hidup. Hal yang menjadi dasar bumi dapat dihuni oleh manusia adalah planet bumi mempunyai komponen alam yang sangat cocok dengan mahluk hidup.

Artinya semua komponen yang dibutuhkan mahluk hidup (baca: manusia, tumbuhan dan hewan) hanya ada di planet bumi. Komponen yang kami maksud disini adalah mencakup komponen hidup dan tak hidup.

Di bumi juga merupakan satu-satunya planet yang memiliki cadangan air dan udara yang sangat banyak. Sehingga menjadi faktor terpenting dalam menunjang kelangsungan mahluk hidup.

Mahluk hidup di bumi terbagi menjadi 4 macam diantaranya manusia, hewan, tumbuhan dan mikroorganisme. Ke empat mahluk hidup ini hidup berdampingan dan berinteraksi serta saling melengkapi satu dengan lainnya.

Komponen lain yang mendukung ke empat mahluk hidup di atas ialah udara, batu, suhu, panas matahari dan lain sebagainya. Dan komponen ini diistilahkan abiotik. Artinya komponen yang tidak hidup.

Selain dari itu disebut komponen biotik (baca: mahluk hidup). Antara komponen biotik dan abiotik hidup saling berdampingan dan melengkapi sehingga membentuk satu lingkungan disebut ekosistem.

Bumi memiliki banyak ekosistem. Dan uniknya ekosistem dapat dijumpai dalam kehidupan kita sehari-hari, misalnya ekosistem darat dan perairan. Kemudian ekosistem perairan dibagi lagi menjadi beberapa macam.

Diantaranya ekosistem sungai, laut, tawar dan lain sebagainya. Nah, di kesempatan kami hanya akan menjelaskan tentag ekosistem laut. Tahukah kamu apa itu ekosistem laut?

Ekosistem laut adalah ekosistem akuatik yang didominasi oleh nilai konsentrasi garam yang tinggi di permukaan yang sangat luas. Sebagai buktinya adalah apabila kita memasuki wilayah laut kemudian cicipi air laut maka akan didapati rasa asin pada air tersebut.

Uniknya ekosistem laut ini hanya dihuni oleh biota laut saja mulai dari hewan bersel satu, invertebrata, mamalia sampai dengan beragam tanaman laut seperti terumbu karang dan rumput laut. Penjelasan lengkap tentang ekosistem laut akan dijelaskan di bawah ini.

Baca:  

Pengertian Ekosistem Laut

Pengertian Dari Ekosistem Laut

satujam.com

Ekosistem laut adalah bagian dari ekosistem akuatik (baca: perairan) dengan kadar garam yang tinggi pada permukaan air yang sangat luas. Banyak hewan laut hidup di lingkungan ekosistem ini mulai dari hewan bersel satu, invertebrata, mamalia sampai tumbuhan laut yaitu terumbu karang dan rumput laut.

Ciri- ciri Ekosistem Air Laut

Agar dapat memahami lebih dalam tentang ekosistem laut maka perlu diketahui ciri-ciri khususnya. Diantaranya yaitu:

4 Ciri- ciri Ekosistem Air Laut

satujam.com

  • Memiliki variasi suhu, yakni perbedaan suhu antara bagian permukaan laut dengan bagian dalam atau kedalaman air laut.
  • Memipunyai tingkat salinitas (baca: tingkat keasinan atau kadar garam terlarut dalam air) yang tinggi, yakni semakin mendekati garis khatulistiwa (baca: equator) maka salinitas semakin tinggi.
  • Tidak terlalu dipengaruhi oleh keadaan iklim dan cuaca.
  • Didominasi oleh NaCI (baca: garam) hingga mencapai 75%.

Bagian- bagian Ekosistem Air Laut

Bagian- bagian ekosistem air laut dibagi menjadi beberapa bagian. Diantaranya yaitu ditinjau dari jarak pantai dan kedalaman, intensitas cahaya yang masuk dan wilayah permukaan secara vertikal.

3 Bagian- bagian Ekosistem Air Laut

berkahkhair.com

Bagian- bagian Ekosistem Air Laut Berdasarkan Jarak Pantai dan Kedalaman

Dalam suatu tatanan ekosistem laut apabila dilihat dari jarak pantai dan kedalamannya. Maka ekosistem laut terbagi menjadi 3 zona (baca: wilayah) yaitu:

Bagian- bagian Ekosistem Air Laut: Zona Litoral

Zona liroral disebut juga dengan zona pasang surut. Yaitu zona yang paling dangkal (baca: berada paling atas) dari lautan. Zona ini berbatasan langsung dengan daratan. Ciri-ciri zona litoral adalah berbatasan langsung dengan daratan.

Ketika air laut mengalami pasang maka zona litoral akan terendam oleh air laur karena sangking dangkalnya. Namun apabila air surut maka akan terlihat seperti daratan.

Pada zona ini akan ditemukan banyak sekolompok hewan diantaranya udang, bulu babi, kepiting, cacing laut dan beberapa invertebrata lainnya.

Bagian- bagian Ekosistem Air Laut: Zona Neritik

Zona selanjutnya adalah neritik. Yakni zona yang dikenal dengan ekosistem pantai pasir dangkal. Zona neritik adalah daerah bagian laut yang memiliki tingkat kedalaman sekitar 200 meter.

Pada zona ini cahaya matahri masih bisa menembus bagian dasar permukaan laut. Di zona ini juga banyak jenis tumbuhan seperti ganggang dan rumput laut tumbuh. Selain itu berbagai jenis ikan kecil banyak ditemukan.

Hal yang cukup unik ialah pada zona ini ditemukan banyak jenis terumbu karang, ekosistem pantai batu dan ekosistem pantai lumpur. Sehingga zona ini sering juga disebut dengan zona ekosistem pantai pasir dangkal.

Bagian- bagian Ekosistem Air Laut: Zona Oseanik

Zona osenik adalah zona terdalam dari ekosistem air laut. Zona ini dikenal dengan wilayah ekosistem laut lepas sehingga kedalamannya sangat dalam. Sangking dalamanya zona ini tak bisa ditembus oleh cahaya matahari dan terlihat gelap.

Zona oseanik terbagi menjadi dua macam yaitu zona batial dan zona abisal. Zona batial adalah zona dengan kedalaman air 200 hingga 2000 meter. Sedangkan zona abisal adalah zona yang mempunyai keadaan yang remang-remang bahkan cahaya matahari tak mampu menembus dan jika pun masuk hanya sedikit sekali.

Khusus untuk zona batial kita tidak bisa menemukan produsen sebab di zona ini hanya dihuni oleh nekton yaitu organisme yang hanya aktif berenang. Dan untuk zona abisal kedalamannya bisa mencapai lebih dari 2000 meter.

Dan pada zona abisal dihuni oleh jenis hewan binatang- binatang predator, detrivitor atau pemakan sisa organisme, dan juga pengurai (baca: dekomposer).

Di zona ini ada kejadian yang cukup unik yaitu air di zona oseanik tidak akan bercampur dengan air permukaan laut. Pasalnya air di kedua wilayah ini memiliki pernedaan suhu. Batas dari dua wilayah ini dikenal dengan daerah termoklin.

Bagian- bagian Ekosistem Air Laut Berdasarkan Intensitas Cahaya yang Masuk

Apabila ekosistem air laut ditinjau dari intensitas cahaya matahari yang dapat masuk ke permukaan dan dasar laut. Maka ekosistem air laut dibagi menjadi 3 zona. Diantaranya yaitu:

Bagian- bagian Ekosistem Air Laut: Zona Fotik

Zona fotik adalah daerah ekosistem air laut yang mampu ditembus oleh matahari dan mempunyai kedalaman air laut kurang dari 200 meter. Pada zona ini ditemukan banyak organisme yang berklorofil (baca: berfotosintesis).

Bagian- bagian Ekosistem Air Laut: Zona Twilight

Zona twilight adalah zona dimana jangkaun matahari bisa tembus masuk ke dalam air laut antara 200 hingga 2000 meter. Cahaya matahari yang dapat tembus hanyalah sedikit oleh karena di daerah ini cahayanya bersifat remang-remang.

Bagian- bagian Ekosistem Air Laut: Zona Afotik

Zona afotik, merupakan zona yang tidak dapat ditembus cahaya matahari sama sekali, yakni di kedalam lebih dari 2000 meter. Di zona hanay jenis hewan tertentu saja yang mampu hidup. Banyak bangkai hewan bertebaran di zona ini sehingga bakteri dapat mengurainya.

Bagian- bagian Ekosistem Air Laut Berdasarkan Wilayah permukaan Secara Vertikal

Bagian- bagian ekosistem air laut berdasarkan wilayah permukaan secara vertikal dibagi menjadi 5 bagian. Diantaranya yaitu:

Epipelagik adalah daerah yang berada di antra permukaan hingga kedalaman sekitar 200 meter.

Mesopelagik adalah daerah dengan kedalaman antara 200 hingga 1000 meter.

Batiopelagik adalah daerah jerang benua yang mempunyai kedalaman 200 hingga 2500 meter.

Abisalpelagik adalah daerah yag mempunyai kedalaman 4000 meter.

Hadal pelagik adalah daerah laut yang paling dalam dimana kedalaman lebih dari 6000 meter.

Itulah bagian-bagain dari ekosistem air laut yang apabila ditinjau dari jarak pantai dan kedalaman, intensitas cahaya yang masuk dan wilayah permukaan secara vertikal.

Macam-macam Ekosistem Laut

3 Macam-macam Ekosistem Laut

berkahkhair.com

Di laut, hewan dan tumbuhan tingkat rendah umumnya mempunyai tekanan osmosis (baca: erpindahan molekul air melalui selaput semipermiabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat)  sel yang nyaris sama dengan tekanan osmosis air laut.

Sedangkan untuk hewan dan tumbuhan tingkat tinggi yang memiliki tekanan osmosis lebih rendah paa umumnya akan beradaptasi dengan cara banyak minum air, sedikit berekresi, dan mengeluarkan air.

Macam-macam Ekosistem Laut: Ekosistem Pantai

Ekosistem pantai merupakan ekosistem laut yang letaknya berbatasan dengan ekosistem darat dan daerah pasang surut. Kondisi ekosistem pantai sangat dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut air laut.

Adapun organisme yang hidup di ekosistem pantai biasanya memiliki adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat pada substrat (baca: molekul organik yang telah berada dalam kondisi siap/segera bereaksi, karena telah mengandung promoter) keras untuk menjaga dirinya dari hempasan ombak yang kencang. Jenis organisme yang hidup di daerah pantai dipengaruhi oleh sirkulasi air.

Daerah paling atas pantai hanya hanya terendam saat pasang naik tinggi, biasanya dihuni oleh ganggang, moluska, dan remis yang jadi makanan bagi kepiting dan burung pantai.

Daerah tengah pantai terendam pada saat pasang tinggi dan pasang rendah, biasanya dihuni oleh ganggang, porifera, remis dan kerang, anemon laut, siput herbivor dan karnivor, landak laut, bintang laut, kepiting, dan ikan­ikan kecil.

Daerah pantai terdalam terendam pada saat air pasang dan surut, dihuni oleh beragam invertebrata, ikan, serta rumput laut.

Macam-macam Ekosistem Laut: Ekosistem Estuari (Muara)

Ekosistem estuari (muara) adalah ekosistem tempat bersatunya air sungai dan air laut. Ekosistem ini sering dipagari lempengan lumpur intertidal dan rawa garam. Salinitas air dalam ekosistem ini berubah bertahap mulai dari daerah tawar ke asing.

Salinitas juga dipengaruhi siklus harian pasang surut. Adapun nutrien dari sungai telah memperkaya daerah estuari dan membuat berbagai komonitas tumbuhan seperti rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton dan hidup dan tumbuh subur.

Beberapa hewan seperti cacing, kepiting, kerang, dan ikan juga menjadikan ekosistem estuari ini menjadi tempat kawin dan mencari makan.

Macam-macam Ekosistem Laut: Terumbu Karang

Di laut tropis, daerah neritik yang perairannya masih dapat ditembus matahari sering ditumbuhi suatu komunitas khusus berupa karang batu dan organisme-organisme tertentu. Komunitas ini adalah ekosistem terumbu karang.

Ekosistem terumbu karang didominasi pertumbuhan karang (koral) kelompok Cnidaria. Hewan-hewan yang ada di ekosistem terumbu karang memakan mahluk hidup mikroskopis dan sisa bahan organik lainnya. Berbagai invertebrata, mikroorganisme, serta ikan-ikan kecil hidup dan bereproduksi dalam

10 Manfaat Ekosistem Air Laut

Manfaat Ekosistem Air Laut

berkahkhair.com

Ekosistem laut merupakan ekosistem yang banyak memberikan manfaat bgai kehidupan manusia. beberapa manfaat dari ekosistem air laut antara lain:

  • Bermanfaat Sebagai sumber makanan bagi manusia, baik hewani muapun nabati.
  • Bermanfaat Sebagai pengontrol iklim di dunia
  • Bermanfaat Sebagai pembengkit listrik tenaga angin, tenaga ombak, dan tenaga pasang surut.
  • Bermanfaat sebagai tempat rekreasi dan hiburan
  • Bermanfaat sebagai tempat budidaya ikan, kerang mutiara, rumput laut, dan lainsebagainya.
  • Bermanfaat sebagai tempat barang tambang berada
  • Bermanfaat sebagai tempat penelitian dan juga riset
  • Bermanfaat sebagai sumber air minum
  • Bermanfaat sebagai tempat jalur taransportasi.
  • Bermanfaat sebagai tempat mata pencaharian penduduk lokal.

Demikianlah beberapa manfaat dari ekosistem air laut untuk kehidupan manusia dan juga makhluk hidup lainnya.

  •  
    2
    Shares
  • 1
  •  
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  

One Response

  1. Purnama Sel, 2 Mei 2017

Leave a Reply