Ulasan Lengkap Ekosistem Air Tawar, Mulai dari Pengertian, Ciri-Ciri, Pembagian dan Contohnya

Ekosistem Air Tawar – Sekitar 85% darti wilayah bumi tertutupi oleh air. Dengan demikian banyak organisme yang hidup di dalam air. Keberadaan air di bumi tidak hanya ditemukan di laut atau samudera. Melainkan juga di antara daratan. Semisal sungai, danau, teluk atau anak sungai.

Eksosistem adalah  sistem ekologi (baca: ilmu yang mempelajari interaksi antara mahluk hidup dengan lingkungan) yang di dalamnya terjadi hubungan interaksi antara mahluk hidup dengan lingkungan. Secara umum ekosistem dibagi menjadi dua yaitu terestrial (ekosistem darat) dan akuatik (ekosistem perairan).

Akuatik dibagi lagi menjadi dua yaitu ekosistem air tawar dan ekosistem air laut.  Nah, dalam pembahasan kali ini kami akan memfokuskan penjelasan tentang ekosistem perairan air tawar.

Ekosistem Air Tawar

Jenis Ekosistem Air Tawar

berkahkhair.com

Air tawar identik dengan kadar garam yang rendah. Jadi ekosistem air tawar adalah ekosistem akuatik yang memiliki konsentrasi garam yang rendah. Asal usul munculnya ekosistem akuatik air tawar adalah terbentuk dari sumber mata air bawah tanah. Sehingga dengan kondisi tersebut sangat menentukan komponen biotik yang mampu bertahan hidup di dalamnya.

Ekosistem air tawar muncul atau dibentuk dari sumber air di bawah tanah. Dengan karakteristik abiotik yang demikian tentu sangat menentukan komponen biotik yang mampu bertahan hidup. Tahukah Anda apa saja ciri-ciri ekosistem air tawar?

Ilmuwan ekologi telah membuat rincian suatu bioma dikatakan bersifat tawar jika memenuhi 4 syarat di bawah ini:

  • Memiliki suhu yang relatif homogen
  • Suhu dan pH sangat ditentunkan oleh lingkungan
  • Jika tercemar akan menyebabkan kerusakan ekosistem
  • Stratifikasi lapisan akuatik sangat pendek, sehingga perbedaan pada tiap lapisan sangat tipis.

Ekosistem Air Tawar: Habitat Lentik dan Habitat Lotik

Berdesarkan pergerakan arus dan organisme yang hidup di dalamnya, ekosistem (bioma) air tawar terbagi lagi menjadi dua jenis yaitu habitat lentik dan habitat lotik.

Apa itu habitat  lentik dan lotik? Habitat lentik adalah habitat (baca: tempat tinggal organisme/mahluk) air yang tidak memiliki arus sehingga pergerakan arusnya tidak mengalir atau diam (baca: tenang) secara terus menerus. Contoh danau dan kolam ikan.

Sedangkan habitat lotik adalah habiat air yang memiliki arus sehingga airnya terus bergerak, tidak diam. Contoh sungai.

Kemudian pembahasan mengenai habitat lotik dan lentik tidak sebatas itu saja. Akan tetapi para ilmuwan terus memperluas pembahasannya. Sebab ini merupakan permasalahan yang mencakup tempat tinggal mahluk hidup.

Ekosistem Air Tawar Danau: Habitat Lentik

Habitat Lentik

ksmtour.com

Tumbuhan maupun hewan yang ada di bumi tersebar berdasarkan kedalaman dan jarak dari tepian. Oleh karenanya startifikasi ekosistem atau bioma air tawar lentik (diam) dibedakan menjadi 3 zona yaitu:

Habitat Lentik: Zona Litoral

Zona litoral adalah daerah akuatik dekat dengan tepi. Di zona ini organisme mendapatkan banyak cahaya. Zona litoral dikenal juga dengan zona fotik (baca: foton atau cahaya).

Disebut dengan zona fotik karena di daerah ini banyak mendapatkan cahaya matahri. Sehingga dengan demikian banyak organisme menjadikan tempat ini sebagai daerah favorit untuk tumbuh dan berkembang, semisal tumbuhan air.

Habitat Lentik: Zona Limnetik

Zona limnetik adalah daerah akuatik terletak di bawah zona litoral. Maka posisi zona limnetik lumayan dalam dari permukaan dibandikan dengan zona litoral. Meskipun letaknya di bawah zona litoral, cahaya matahri masih sanggup menembus walaupun dengan intensitas cahaya yang berbeda (baca: remang-remang).

Pada zona ini organisme yang mampu bertahan hidup ialah kelompok fitoplankton (alga), zooplankton (udang-udangan). Kedua jenis organisme ini merupakann sumber makanan ikan-ikan karnivora.

Habitat Lentik: Zona Profundal

Apa yang dimaksud zona profundal? Zona lang dalam di bawah zona limnetik. Karena berada posisi paling dalam maka cahaya matahari tidak mampu menembusnya. Sehingga ilmuwan menyebutnya dengan nama lain zona afotik.

Di zona ini banyak bangkai berjatuhan. Bangkai tersebut berasal dari 2 zona di atasnya yaitu zona litoral dan limnetik. Di dalam zona ini juga terdapat mikroba pengurai yang menggunakan oksigenb terlarut untuk menguraikan bangkai yang telah mati.

Kemudian ekosistem air tawar berdasarkan produksi materi organiknya terbagi lagi menjadi 2 yaitu:

Danau Oligotropik

Oligotropik ialah sebutan untuk danau yang dalam dan kekurangan makanan, karena fitoplankton di daerah limnetik tidak produktif. Ciri-ciri utama danau oligotropik yaitu airnya jernih sekali, dihuni oleh sedikit organisme dan di dasar air banyak terdapat oksigen sepanjang tahun.

Danau Eutropik

Eutropik ialah sebutan untuk danau yang dangkal dan kaya akan kandungan makanan, karena fitoplankton sangat produktif. Ciri-ciri utama danau eutropik yaitu airnya keruh, terdapat bermacam-macam organisme dan oksigen terdapat di daerah profundal.

Ekosistem Air Tawar Sungai: Habitat Lotik

Habitat Lotik

pasamanbaratkab.go.id

 Di atas kami telah menyinggung sedikit tentang habitat lotik. Contoh habitat lotik ialah sungai. Ciri-ciri habitat lotik ialah perairan bergerak.

Sungai terbentuk dari air mata air yang mengucur deras dari bawah tanah atau dari tetesan air hujan atau dari mencairnya es pada daratan yang melengkung. Sungai disebut juga dengan muara dari aliran anak-anak sungai (hulu).

Biasanya anak sungai identik memiliki air yang jernih, dingin dan sangat sedikit membawa sedimen (baca: erosi bebatuan dan tanah).

Bagi organisme yang hidup pada habitat lotik memiliki tantangan yang cukup besar. Pasalnya ekosistem ini merupakan daerah yang mengalir air cukup deras. Sehingga dengan demikian biota air harus berjuang lebih keras agar mampu bertahan hidup.

Komposisi komunitas hewan juga berbeda antara sungai, anak sungai, dan hilir. Biota  air tawar sering dijumpai pada anak sungai, sedangkan ikan gurami sering dijumpai di hilir. Beberapa sungai besar dihuni oleh berbagai kura-kura dan ular.

Namun khusus sungai di wilayah tropis, dihuni oleh buaya dan lumba-lumba. Organisme sungai dapat bertahan tidak terbawa arus karena mengalami adaptasi evolusioner, misalnya bertubuh tipis dorsoventral dan dapat melekat pada batu.

Ada 2 bentuk adapatasi yang dapat dilakukan oleh biota air pada zona lotik, diantaranya:

  • Apabila ia tumbuhan air maka tumbuhan air tersebut harus memiliki akar rekat yang kuat semacam penghisap sehingga mampu bertahan ketika arus sungai mengalir sangat deras. Akar tumbuhan tersebut setidaknya mampu menempel pada subtrat di dasar perairan atau batu.
  • Kedua ialah jika ia hewan air maka hewan tersebut mempunyai alat penghisap dan sirip yang handal agar mampu bertahan ketika arus sangat deras.

Macam Macam Organisme Yang Hidup Di Air Tawar Berdasarkan Cara Hidupnya

 Makhluk hidup (komponen biotik) dalam ekosistem perairan air tawar dterbagi menjadi 5 kelompok, yaitu sebagai berikut.

  • Plankton: mikroorganisme yang terdiri atas fitoplankton dan zooplankton. Kedua jenis organisme ini dapat bergerak maupun berpindah tempat secara pasif karena pengaruh arus air, misalnya ganggang uniseluler dan Protozoa.
  • Nekton: merupakan jenis organisme yang bergerak aktif (berenang), contohnya ikan dan katak.
  • Neuston: adalah jeni organisme yang mengapung di permukaan air, contohnya serangga air, teratai, eceng gondok dan ganggang.
  • Bentos merupakan jenis organisme yang berada di dasar perairan, contohnya udang, kepiting, cacing, dan ganggang.
  • Perifiton adalah jenis organisme melekat pada organisme lain, misalnya ganggang dan siput.

Baca: 

Pembagian Jenis Organisme yang Hidup dalam Ekosistem Air Tawar

Pembagian Jenis Organisme yang Hidup dalam Ekosistem Air Tawar

berkahkhair.com

Hampir 90% mahluk hidup ekosistem air tawar tinggal di air yang  bergerak (sungai) dan mengandung banyak jenis ikan maupun makhluk hidup lainnya.

Dalam hal pembagian jenis organisme antara ekosistem darat dengan ekosistem air tidak ada perbedaannya. Yakni juga memiliki komponen produses, konsumen, pengurai (dekomposer) dan abiotik. Di bawah ini akan kami jelaskan satu per satu.

Produsen

Dalam ekosistem perairan yang bertugas sebagai produsen (baca: penghasil makanan) ialah kelompok alga atau ganggang. Kehadiran ganggang atau alga kerap kali menyebabkan warna air danau atau kolam berubah. Misalnya berubah warna jadi hijau pekat; hitam dan lainnya.

Jenis mikroorganisme yang hidup di permukaan air lalu kemudian terbawa arus air dikenal dengan istilah plankton. Kehadiran plankton di kolam, danau atau sungai sangat bermanfaat bagi hewan air tawar. Pasalnya ia merupakan sumber makanan bagi ikan-ikan.

Jenis plankton yang tergolong tumbuh-tumbuhan yang memiliki klorofil ialah fitoplankton. Dan jenis plankton yang tergolong hewan dan dapat bergerak sendiri dikenal dengan zooplankton. Akan tetapi, zooplankton bukanlah termasuk produsen karena ia tidak mampu mengasilkan makanan sendiri.

Fitoplankton dapat dikatakan sebagai produsen, sebab ia mampu membuat makanan sendiri melalui fotosintesis (autotrof).

Konsumen

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa komponen konsumen ekosistem perairan adalah zooplankton. Selain zooplankton, konsumen pada ekosistem abiotik  berupa ikan-ikan kecil dan besar. Contoh konsumen perairan adalah keong, cscing dan semua jenis hewan bertulang belakang.

Pengurai

Komponen pengurai (baca: dekomposer) dalam sistem ekosistem perairan berupa bakteri dan jamur. Jadi, Semua bahan sisa dari tumbuhan atau hewan mati akan diuraikan oleh bakteri dan jamur yang hidup di perairan.

Bahan-bahan tersebut diuraikan kembali menjadi zat anorganik. Zat ini nantinya digunakan kembali oleh produsen (zooplankton) untuk mengolah makanan.

Komponen Abiotik

Abiotik adalah komponen non organisme. Jadi unsur yang bekerja dalam ekosistem perairan ini yaitu air, sinar matahari, udara, dan suhu. Kehadiran komponen abiotik memiliki andil yang sangat besar dalam lingkungan abiotik sebab syarat tumbuh dan berkembangnya organisme adanya cahaya dan air.

14 Fakta Menarik dan Unik Tentang Ekosistem Air Tawar

  • Hanya 3% dari air di bumi berasal dari ekosistem air tawar.
  • Ada lebih dari 700 spesies yang berbeda dari ikan yang hidup di ekosistem air tawar.
  • 99% dari semua air tawar yang baik dalam bentuk es atau terletak di akuifer.
  • Banyak organisme hewan selain ikan hidup di ekosistem air tawar. Termasuk di dalamnya buaya, kuda nil, kura-kura, dan katak.
  • Ekosistem Air Tawar dibagi menjadi tiga kelompok: danau dan kolam, sungai atau anak sungai, dan lahan basah.
  • Ada empat fitur utama yang menentukan ekologi sungai dan anak sungai = aliran air, jumlah cahaya, suhu atau iklim, dan kimia sungai.
  • Badan yang lebih kecil dari air seperti selokan dan genangan air juga dianggap ekosistem air tawar karena mereka membantu beberapa bentuk kehidupan untuk bertahan hidup.
  • Ekosistem Air Tawar sangat penting bagi kelangsungan hidup kita karena mereka menyediakan orang dengan lebih dari setengah dari air minum mereka.
  • Air dalam ekosistem air tawar mengandung kurang dari 1% dari air garam. Setiap badan air yang mengandung sedikit atau tidak ada garam dianggap air tawar.
  • Ekosistem Air Tawar mengandung banyak rumput dan tanaman, tetapi pohon-pohon yang sangat langka.
  • Ada banyak serangga yang hidup di ekosistem air tawar yang beberapa mungkin mempertimbangkan menjadi hama termasuk nyamuk dan lalat. Serangga ini sangat penting dalam bahwa mereka merupakan sumber makanan bagi banyak mamalia, burung, dan amfibi.
  • Setiap ekosistem air tawar unik karena mereka semua mengandung berbagai spesies hewan dan tumbuhan, iklim yang berbeda, dan berbagai jumlah air. Tidak ada dua ekosistem air tawar yang persis sama.
  • Nil, sungai terpanjang di dunia, merupakan bagian dari ekosistem air tawar.
  • Karena berbagai hewan yang hidup di ekosistem air tawar, ada banyak hubungan predator-mangsa.
  •  
    4
    Shares
  • 3
  •  
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply