Penjelasan Lengkap: Definisi, Ciri-ciri dan Contoh Gurindam

Apa Pengertian Gurindam?

berkahKhair – Definisi gurindam secara eksplisit adalah karya sastra melayu lama yang berbentuk puisi dimana terdiri dari dua baris kalimat serta memiliki rima atau sajak yang sama. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gurindam adalah sajak dua baris yang berisi petuah atau nasihat.

Jika ditelusuri lebih dalam, pada dasarnya gurindam berasal dari India. Yang mana berasal dari kata Karimdam yang artinya asal mula atau perumpaan. Dimana baris pertama berisi soal, pertanyaan atau perjanjian. Sedangkan baris kedua berisi jawaban atau akibat dari baris pertama tadi.

Apa makna yang terkandung pada gurindam? Inti dari gurindam adalah kalimat sebab-akibat dan umumnya berisi nasehat dan peringatan agar manusia hidup dengan jujur dan lurus. Pesan moral inilah yang terkandung di dalam setiap bait gurindam.

Banyak sebagian orang menyamakan antara pantun dan gurindam. Ini merupakan pandangan yang keliru. Alasan yang menyatakan bahwa gurindam berbeda dengan pantun adalah:

  • Pantun terdiri dari 4 baris kalimat, sedangkan gurindam berisi 2 baris kalimat.
  • Pantun bersajak a-b-a-b. sedangkan gurindam bersajak a-a-a-a
  • Pada baris kalimat pertama gurindam harus berisikan persoalan, masalah atau permulaan. Dan baris kalimat kedua berisikan solusi, jawaban atau akibat dari baris pertama.
  • Sajak gurindam saling berkaitan antara larik dan baris (kalimat majemuk). Sehingga tidak bisa dipisahkan antara sebab dan akibat.

Segera Miliki: Madu Penggemuk Badan Al Mabruroh, Solusi Tepat Menaikkan Berat Badan Secara Alami

Apa Ciri-ciri Gurindam?

Ciri-ciri Gurindam

slideplayer.info

Sebagaimana yang telah kita jelaskan diatas, gurindam memiliki makna yang saling berikatan satu sama lainnya, antara bait dan maknanya dan antara baris pertama dengan kedua. Dengan begitu dapat kita bedakan antara gurindam dengan karya sastra lain:

  • Gurindam terdiri dari 2 baris tiap baitnya.
  • Setiap baris memiliki makna yang saling berkaitan atau hubungan sebab akibat.
  • Tiap baris harus terdiri dari 10-14 kata. Tidak boleh lebih dari itu.
  • Pola rima/sajak tiap baris adalah A-A, B-B, C-C, . . . dan seterusnya.
  • Isi dari gurindam ada pada baris kedua
  • Umumnya gurindam berisi pesan moral, nasehat, kata-kaat mutiara dan filosofi hidup.

Sebagaimana dengan karya sastra lain semisal talibun, karmina, bidal dan pantun. Gurindam juga dibuat oleh orang yang tidak dikenal (anonim). Namun ada satu pengarang gurindam yang sangat terkenal dengan karyanya yaitu Raja Ali Haji.

Karya beliau yang sangat terkenal adalah Gurindam 12. Gurindam 12 terdiri dari 12 pasal. Isi dari setiap pasal berisi pesan-pesana agam yang telah ditinggalkan oleh sebagian umat muslim. Penjelasan lengkap bisa dilihat paling bawah artikel.

Baca: 

Jenis Gurindam Berdasarkan Baris

Contoh-contoh Gurindam

slidesharecdn.com

Jika dilihat dari baris, gurindam dapat dibedakan menjadi 5 jenis. Berikut penjelasan dan contohnya:

1. Contoh Gurindam Berkait

Gurindam berkait adalah gurindam yang mana kalimat di baris pertama berhubungan erat dengan kalimat baris berikutnya. Contohnya:

Contoh 1
Jika kamu ingat selamat dunia dan akhirat.
Maka bersegera bertaubat sebelum ajal menjemput.

Contoh gurindam diatas menjelaskan bahwa hidup dunia hanya sebentar. Dan pada akhirnya  ruh telah meninggalkan jasad maka tiadalah harta yang bisa dibawa melainkan amal.

Oleh karena itu sebelum ruh meninggalkan jasad maka segeralah bertaubat baik dalam keadaan sakit ataupun sehat.

 Contoh 2
Barang siapa yang tidak mengenal Al Qur’an.
Maka sesatlah hidupnya bagaikan hidup tanpa tujuan.

Maknya adalah Al Qur’an adalah petunjuk, pembeda dan penuntun hidup di dunia dan akhirat. Apabila hati telah jauh dari Al Qur’an maka tiada yang bisa jadi penolong selama di dunia maupun di akhirat

 Contoh 3
Sebelum berbicara pikir dahulu.
Agar tak melukai hati  temanmu.

Gurindam diatas menerangkan kepada kita bahwa agar dalam berkomunikasi harus dengan ucapan yang baik tanpa menyinggung perasaan lawan berbicara. Dilarang bercanda ataupun memfitnah yang menyudutkan lawan bicara.

 Contoh 4
Kalau berbicara semaumu .
Tentulah banyak orang yang membencimu.

Baca: Ulasan Lengkap dari Pengertian Hingga Cara Membuat Sinopsis yang Benar dan Disertai Contoh

2. Contoh Gurindam Berangkai

Disebut berangkai adalah bentuk gurindam yang memiliki kata yang sama di setiap baris pertama baitnya. Contoh:

Contoh 1
Jika bekerja tidak behati lurus.
Jika bekerja tidak berhati tulus.

Maka pikiran akan mudah tergerus.
Pikiran tak karuan dan tubuh menjadi kurus.

 Contoh 2
Temukan apa yang dimaksud sahabat.
Temukan apa yang dimaksud maksiat.

Janganlah menjadi orang yang memelas.
Nanti kamu menjadi orang yang malas.

 3. Contoh Gurindam Serangkap 2 Baris

Gurindam serangkap 2 baris adalah gurindam yang hanya terdiri dari dua baris saja. Contoh:

Contoh 1
Siapa tak shalat.
Maka Allah akan melaknat.

Contoh 2 
Ketika muda giat belajar.
Masa tua menjadi pengajar

 Contoh 3
Hendaklah peliharakan kaki,
Daripada berjalan yang membawa rugi.

4. Contoh Gurindam Serangkap 4 Baris

Gurindam serangkap 4 baris adalah gurindam yang terdiri dari 4 baris. Contoh:

Contoh 1
Apabila selalu mencela orang.
Tandanya dia bermain curang.

Jika Anda bermain curang.
Tentulah lawan menjadi berang.

Contoh 2
Barang siapa tinggalkan sholat.
Akan menuntun ke perbuatan maksiat.

Barang siapa melakukan perbuatan maksiat.
Pasti akan disiksa di akhirat.

Contoh 3
Jika bekerja tidak berhati lurus.
Pikiran akan menjadi tergerus.

Jika pikiran selalu tergerus.
Pikiran tak karuan tubuh menjadi kurus.

Baca: 4 Penyebab Doa Tidak Terkabul & 11 Cara Berdoa yang Benar Sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah

 5. Contoh Gurindam Bebas (Tidak Terikat)

Gurindam bebas adalah gurindam yang tidak terikat barisnya. Contoh:

Contoh 1
Apabila dengki sudah merasuki hati.
Tak akan pernah hilang hingga nanti.

Apabila kelakuan baik berbudi .
Hidup menjadi indah tak akan merugi.

Apabila hidup selalu berbuat baik.
Tanda dirinya berhati cantik

Contoh 2

Barang siapa tidak takut tuhan.
Hidupnya tidak akan bertahan.

Barang siapa tidak pernah puasa.
Hidupnya akan penuh dosa.

Barang siapa meninggalkan sholat.
Berarti dia berbuat maksiat.

Barang siapa tidak pernah mengeluarkan zakat.
Hartanya tidak akan mendapat berkat.

Barang siapa yang mampu melaksanakan haji.
Tentulah orangnya patut dipuji.

Contoh 3
Apabila mata terjaga.
Hilanglah semua dahaga.

Apabila kuping tertutup handuk.
Hilanglah semua kabar buruk.

Apabila mulut terkunci rapat.
Hilanglah semua bentuk maksiat.

Apabila tangan tidak terikat rapat.
Hilanglah semua akal sehat.

Apabila kaki tidak menapak.
Larilah semua orang serempak

Contoh 4
Dengan orang tua jangan pernah melawan.
Kalau tidak mau hidup berantakan.

Jagalah hati jagalah lisan.
Agar kau tidak hidup dalam penyesalan.

Sayangilah orang tua dengan sepenuh hati.
Itulah cara menunjukan bakti.

Teruslah menyakiti diri sendiri.
Kelak kau akan mati berdiri

Baca: 17 Trik Jitu Cara Belajar yang Efektif, Efisien dan Menyenangkan

Jenis Gurindam Berdasarkan Isi Pesan

1. Contoh Gurindam Nasihat

Contoh-contoh Gurindam Nasihat

berkahkhair.com

Gurindam nasehat adalah gurindam yang berisi nasehat-nasehat. Berikut contoh gurindam nasihat:

Contoh 1 
Belajarlah di usia muda.
Janganlah kamu tunda-tunda.

Namun jika kamu menunda.
Maka hilanglah kesempatan yang berharga.

Contoh 2
Barang siapa yang mudah menyerah.
Maka kejayaan tidak akan menyapanya.

Contoh 3
Barang siapa yang meninggalkan rukun islam.
Maka hidupnya akan kelam.

Contoh 4
Barang siapa berpegang teguh kepada Al Qur’an.
Maka hidup akan merasa kebahagiaan.

Contoh 5
Jika engkau menuntut ilmu.
Maka taka da yang bisa menipumu.

Baca: Arti, Hakikat dan Pengertian Cinta Sebenarnya

2. Contoh Gurindam Pendidikan

Contoh-contoh Gurindam Pendidikan

berkahkhair.com

Gurindam nasehat adalah gurindam yang berisi tentang ilmu. Berikut contoh gurindam pendidikan:

Contoh 1
Jika ilmu yang diperoleh tidak sempurna.
Maka hidup tiadalah berguna.

Contoh 2
Masa muda adalah masa produktif.
Maka gunakanlah dengan efektif.

 Contoh 3
Jangan bertindak sebelum berfikir.
Agar tidak kecewa di kemudian hari.

Contoh 4
Raihlah ilmu dengan kesabaran.
Agar kelak engkau memetiknya dengan kesenangan.

3. Contoh Gurindam Cinta

Contoh-contoh Gurindam Cinta

berkahkhair.com

Gurindam cinta adalah gurindam yang berisi untaian kalimat yang penuh dengan keharmonisan dan kemesraan. Berikut contoh gurindam cinta:

Contoh 1
Apabila hati sudah bergejolak tentang cinta.
Maka tidak ada obatnya selain berumah tangga.

Contoh 2
Seyumanmu adalah penyemangat hari-hariku.
Maka janganlah engkau jauh dari hatiku.

Contoh 3
Melihatmu sungguh tidak membuatku bosan.
Namun membuatku makin kasmaran.

Baca: Kumpulan Doa Sehari-hari Sesuai Al Quran dan As Sunnah

Isi Gurindam 12

Gurindam 12

cdn.tmpo.co

Dibagian paling atas kami ada menyinggung mengenai gurindam 12. Siapakah sebenar Raja Ali Haji? Raja Ali Haji adalah seorang sastrawan sekaligus pahlawan nasional yang namanya diabadikan di Provinsi Kepulauan Riau.

Karya beliau yang paling luar biasan adalah Gurindam 12. Beliau menyelesaikan karyanya ini pada tanggal 23 Rajab 1246 H atau bertepatan pada tahun 1847 Masehi. Di usia beliau yang masih 38 tahun.

Gurindam 12 terdiri dari 12 pasal yang berisi syair petunjuk. Syair yang sarat akan nasehat untuk meraih ridha Allah subhanahu wata’ala.

Apa saja isi dari gurindam 12 (dua belas)? Berikut penjelasannya:

Isi Gurindam 12 Pasal 2

berkahkhair.com

Pasal Satu

Barang siapa tiada memegang agama,
Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.

Barang siapa mengenal yang empat,
Maka ia itulah orang yang ma’rifat*.

Barang siapa mengenal Allah,
Suruh dan tegahnya* tiada ia menyalah*.

Barang siapa mengenal diri,
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri*.

Barang siapa mengenal dunia,
Tahulah ia barang yang terpedaya*.

Barang siapa mengenal akhirat,
Tahulah ia dunia mudarat*.

Pasal Dua

Barang siapa mengenal yang tersebut,
Tahulah ia makna takut.

Barang siapa meninggalkan sembahyang,
Seperti rumah tiada bertiang.

Barang siapa meninggalkan puasa,
Tidaklah mendapat dua termasa*.

Barang siapa meninggalkan zakat,
Tiadalah hartanya beroleh berkat.

Barang siapa meninggalkan haji,
Tiadalah ia menyempurnakan janji.

Pasal Tiga

Apabila terpelihara mata,
Sedikitlah cita-cita.

Apabila terpelihara kuping,
Khabar yang jahat tiadalah damping*.

Apabila terpelihara lidah,
Niscaya dapat daripadanya paedah.

Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
Daripada segala berat dan ringan.

Apabila perut terlalu penuh,
Keluarlah fi’il* yang tiada senonoh*.

Anggota tengah hendaklah ingat,
Di situlah banyak orang yang hilang semangat

Hendaklah peliharakan kaki,
Daripada berjaian yang membawa rugi.

Pasal Empat

Hati itu kerajaan di daiam tubuh,
Jikalau zalim segala anggotapun rubuh.

Apabila dengki sudah bertanah,
Datanglah daripadanya beberapa anak panah.

Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
Di situlah banyak orang yang tergelincir.

Pekerjaan marah jangan dibela,
Nanti hilang akal di kepala.

Jika sedikitpun berbuat bohong,
Boleh diumpamakan mulutnya itu pekong*.

Tanda orang yang amat celaka,
Aib dirinya tiada ia sangka.

Bakhil* jangan diberi singgah,
Itulah perampok yang amat gagah.

Barang siapa yang sudah besar,
Janganlah kelakuannya membuat kasar.

Barang siapa perkataan kotor,
Mulutnya itu umpama ketor*.

Di mana tahu salah diri,
Jika tidak orang lain yang berperi*.

Baca:  1001 Motivasi Kehidupan Agar Semakin Semangat & Bersyukur Dalam Jalani Aktifitas

Pasal Lima

Jika hendak mengenai orang berbangsa,
Lihat kepada budi dan bahasa,

Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
Sangat memeliharakan yang sia-sia.

Jika hendak mengenal orang mulia,
Lihatlah kepada kelakuan dia.

Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
Bertanya dan belajar tiadalah jemu.

Jika hendak mengenal orang yang berakal,
Di dalam dunia mengambil bekal.

Jika hendak mengenal orang yang baik perangai*,
Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.

Pasal Enam

Cahari olehmu akan sahabat,
Yang boleh dijadikan obat.

Cahari olehmu akan guru,
Yang boleh tahukan tiap seteru.

Cahari olehmu akan isteri,
Yang boleh dimenyerahkan diri.

Cahari olehmu akan kawan,
Pilih segala orang yang setiawan.

Cahari olehmu akan ‘abdi,
Yang ada baik sedikit budi,

Pasal Tujuh

Apabila banyak berkata-kata,
Di situlah jalan masuk dusta.

Apabila banyak berlebih-lebihan suka,
Itulah landa hampirkan duka.

Apabila kita kurang siasat,
Itulah tanda pekerjaan hendak sesat.

Apabila anak tidak dilatih,
Jika besar bapanya letih.

Apabila banyak mencela orang,
Itulah tanda dirinya kurang.

Apabila orang yang banyak tidur,
Sia-sia sahajalah umur.

Apabila mendengar akan khabar,
Menerimanya itu hendaklah sabar.

Apabila menengar akan aduan,
Membicarakannya itu hendaklah cemburuan.

Apabila perkataan yang lemah-lembut,
Lekaslah segala orang mengikut.

Apabila perkataan yang amat kasar,
Lekaslah orang sekalian gusar.

Apabila pekerjaan yang amat benar,
Tidak boleh orang berbuat honar.

Pasal Delapan

Barang siapa khianat akan dirinya,
Apalagi kepada lainnya.

Kepada dirinya ia aniaya,
Orang itu jangan engkau percaya.

Lidah yang suka membenarkan dirinya,
Daripada yang lain dapat kesalahannya.

Daripada memuji diri hendaklah sabar,
Biar dan pada orang datangnya khabar.

Orang yang suka menampakkan jasa,
Setengah daripada syirik mengaku kuasa.

Kejahatan diri sembunyikan,
Kebaikan diri diamkan.

Keaiban orang jangan dibuka,
Keaiban diri hendaklah sangka.

Pasal Sembilan

Tahu pekerjaan tak baik, tetapi dikerjakan,
Bukannya manusia yaitulah syaitan.

Kejahatan seorang perempuan tua,
Itulah iblis punya penggawa*.

Kepada segala hamba-hamba raja,
Di situlah syaitan tempatnya manja.

Kebanyakan orang yang muda-muda,
Di situlah syaitan tempat bergoda.

Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,
Di situlah syaitan punya jamuan.

Adapun orang tua yang hemat,
Syaitan tak suka membuat sahabat

Jika orang muda kuat berguru,
Dengan syaitan jadi berseteru.

Pasal Sepuluh

Dengan bapa jangan durhaka,
Supaya Allah tidak murka.

Dengan ibu hendaklah hormat,
Supaya badan dapat selamat.

Dengan anak janganlah lalai,
Supaya boleh naik ke tengah balai*.

Dengan kawan hendaklah adil,
Supaya tangannya jadi kapil.

Pasal Sebelas

Hendaklah berjasa,
Kepada yang sebangsa.

Hendaklah jadi kepala,
Buang perangai* yang cela.

Hendaklah memegang amanat,
Buanglah khianat.

Hendak marah,
Dahulukan hujjah*.

Hendak dimalui,
Jangan memalui.

Hendak ramai,
Murahkan perangai*.

Pasal Dua Belas

Raja mufakat dengan menteri,
Seperti kebun berpagarkan duri.

Betul hati kepada raja,
Tanda jadi sebarang kerja.

Hukum ‘adil atas rakyat,
Tanda raja beroleh ‘inayat*.

Kasihkan orang yang berilmu,
Tanda rahmat atas dirimu.

Hormat akan orang yang pandai,
Tanda mengenal kasa* dan cindai*.

Ingatkan dirinya mati,
Itulah asal berbuat bakti.

Akhirat itu terlalu nyata,
Kepada hati yang tidak buta.

 

Tentu kamu kesulitan memahami setiap bait gurindam diatas. Gurindam diatas dapat kamu analisa berdasarkan terjemahan kata dibawah ini:

  • Bakhil : kikir atau pelit
  • Balai : rumah tempat menanti raja (di antara kediaman raja-raja)
  • Bahri: hal mengenai lautan (luas)
  • Berperi: berkata-kata
  • Cindai: kain sutra yang berbunga-bunga
  • Damping : dekat, karib, atau akrab
  • Fi’il : tingkah laku, perbuatan
  • Hujjah: tanda, bukti, atau alasan
  • Inayat: pertolongan atau bantuan
  • Kafill: majikan atau orang yang menanggung kerja
  • Kasa: kain putih yang halus
  • Ketor: tempat ludah (ketika makan sirih), peludahan
  • Ma’rifat : tingkat penyerahan diri kepada Tuhan yang setahap demi setahap sampai pada tingkat keyakinan yang kuat
  • Menyalah : melakukan kesalahan
  • Mudarat : sesuatu yang tidak menguntungkan atau tidak berguna
  • Pekong (pekung) penyakit kulit yang berbau busuk
  • Penggawa: kepala pasukan, kepala desa
  • Perangai: sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan perbuatan
  • Senonoh: perkataan, perbuatan, atau penampilan yang tidak patut (tidak sopan)
  • Tegah: menghentikan
  • Terpedaya: tertipu
  • Termasa: tamasya

Kehadiran gurindam sudah mulai tergerus sama perkembangan zaman. Kita sebagai generasi muda yang cinta sama Indonesia sudah selayaknya melestarikan karya sastra ini agar tidak diadopsi sama bangsa lain.

Demikianlah artikel ini semoga bermanfaat. Terimakasih.

  •  
    1
    Share
  •  
  •  
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  

One Response

  1. Bericontoh Kam, 29 Desember 2016

Leave a Reply