Cara Menyimpan dan Memerah ASI Secara Optimal dan Aman

Cara Menyimpan ASI – Mungkin bagi sebagian ibu yang telah berkeluarga dan  bekerja tidak bisa memberikan pelayanan ekstra kepada bayi dalam hal menyusui. Sama halnya juga kami tidak bisa menafikan seorang ibu yang memiliki waktu penuh di rumah atau  full-time moms atau work-at-home moms.

Bagi yang sebagian ibu yang bekerja di luar rumah perlu usaha yang ekstra untuk bisa sukses memberikan ASI ekslusif kepada bayinya. Namun ketahuilah, apabila para ibu menguasai manajemen ASI dengan baik, tentu semuanya akan berjalan dengan lancar.

Pada dasarnya, pemberian ASI dapat dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. Pemberian ASI secara langsung sudah jelas yaitu dengan cara menyusui. Adapun pemberian secara tidak langsung dapat dilakukan dengan cara memerah maupun memompa ASI.

Hasilnya nanti yang kemudian diberikan kepada bayi. Jadi bisa dikatakan bukan suatu penghalang bagi ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya apabila menguasai pengetahuan tentang itu semua.

Sadarilah para ibu, kunci keberhasilan ASI eksklusif bagi para ibu pekerja adalah terletak di manajemen ASI yang baik. Arti manajemen disini tidak hanya sebatas konsultasi di klinik latasi, namun juga meliputi bagaimana ibu menyiapkan diri terhadap lingkungan sebelum kembali bekerja.


Ingin Payudara Sista lebih kencang dan padat? Pakai Cream Dr. SUSAN Extra Breast Cream aja!

Dr. SUSAN Extra Breast Cream Original Thailand

Dr. SUSAN Extra Breast Cream Original Thailand

Dr. SUSAN Extra Breast Cream From Singapore diformulasikan untuk mendapatkan hasil payudara yang lebih kencang, berisi, sehat dan besar!!

Diracik dan diramu menggunakan herbal alami spesial dengan ekstrak Nano Q20 CO-enzyme yang memiliki lebih banyak keunggulan dan hasil yang lebih efektif dan terbukti dibanding produk lainnya.

Apa Keunggulan Dr. Susan Extra Breast Cream?

  • Hasil bisa terlihat insyaAllah dalam 1 minggu
  • Payudara akan tampak lebih kencang dan padat, apabila dipakai secara rutin ukuran cup bra bisa menjadi setingkat lebih besar
  • Sangat efektif, sekali pakai langsung terasa hangat.
  • Kulit payudara jadi lebih lembut dan kenyal

Bagaimana Cara Pakai Dr. Susan Extra Breast Cream?

  • Ambil sedikit cream, pijat perlahan pada payudara selama kurang lebih 2-3 menit ke arah atas sampai cream meresap seluruhnya (Ingat! Jangan sampai terkena bagian puting).
  • Dipakai 2 kalo sehari setelah selesai mandi, dan hasilnya akan tampak hanya dalam 1 minggu.
  • Selama perawatan dengan Dr. Susan Extra Breast Cream sangat dianjurkan untuk memakai bra yang berkawat.
  • Lebih baik jangan digunakan selama masa menstruasi.

Spesifikasi Produk Dr. Susan Extra Breast Cream

Dr. SUSAN Extra Breast Cream Asli

Kondisi Barang Baru
Netto (Isi) 70 gram
Bruto 100 gram
Harga Rp. 70.000

 

Harga Spesial : Rp. 70.000

*Harga belum termasuk ongkos kirim

 

Produk asli dari dr.susan beauty center. 895A beach road singapore 19951. Dijamin asli 100%

Cara Memesan Dr. Susan Extra Breast Cream

Kirim SMS/WA ke No 0853 6298 9409 (No. Resmi) ataun PIN BB  7ED7FDF6 dengan Format

(#Nama Penerima#No. Hp Penerima#Kode Pos#Provinsi#Kotamadya/Kabupaten#Kecamatan#Alamat Lengkap#Jumlah Pemesanan

Jasa Pengiriman yang kami gunakan adalah JNE

Dengan Model Paket Pengiriman :

JNE Reguler adalah paket reguler yang ditawarkan JNE. Kecepatan pengiriman tergantung dari lokasi pengiriman dan lokasi tujuan. Umumnya memakan waktu 3-4 hari

JNE OKE adalah paket ekonomis yang ditawarkan JNE. Umumnya pengiriman melalui paket ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Dukungan kota masih terbatas. Umumnya makan waktu 4-5 hari.

JNE YES adalah paket eksklusif/prioritas yang ditawarkan JNE.  Hanya diperlukan kecepatan barang diterima dan dipengaruhi kecepatan penjual melakukan pengiriman barang. Umumnya makan waktu 2-3 hari.

Contoh Pemesann Produk Dr. Susan Extra Breast Cream

#Ummu Hana#085334273839#2147# Provinsi Jawa Timur# Kota Surabaya#Kecamatan Sukakarsa#Jl. Luka No.3, RT/RW 03/02, Simpang Kantor Camat Sukakarsa#5 botol Dr. Susan Extra Breast Cream

kirim SMS/WA ke No. 0853 6298 9409 (No. Resmi) ataun PIN BB  7ED7FDF6

Setelah format pemesan kami terima maka pesanan akan kami balas dengan cepat dan  segera kami kirimkan dengan rapi dan aman. Terimakasih.


Baca juga:
Metode, Cara dan Manfaat Inisiasi Menyusu Dini
Cara Memperbanyak dan Memperlancar ASI Secara Alami

A. Cara Memerah ASI dan Menyimpan ASI Perah

ASI Perah

ummi-online.com

Pengetahuan cara memerah ASI sebaiknya diketahui oleh para ibu pekerja terkhusus dan full-time mom. Terkhusus untuk ibu yang aktif bekerja dianjurkan untuk menyiapkan ASI perah minimal dua hari sebelum mulai bekerja dan meninggalkan bayi.

Adapun ASI yang diperah adalah setiap 3 jam sekali sebab produksi susu akan terus melimpah jika sering dikeluarkan.

Teknik memerah ASI dapat dilakukan dengan 3 cara yang pertama dengan menggunakan tangan, kedua dengan alat manual dan ketiga dengan menggunakan pompa elektrik. Cara yang manapun yang digunakan adalah sama saja yang terpenting adalah kebersihan yang harus dijaga.

Perlu diingat untuk para ibu sebelum memerah ASI maka pastikan untuk mencuci tangan terlebih dahulu dengan sabun dan air hingga bersih. Setalah itu sediakan wadah tertentu yang steril untuk menampung ASI.

Lalu perah sedikit ASI kemudian oleskan ke puting dan areola sebab air susu ini bertindak sebagai zat antibakteri. Kepada para ibu jangan putus asa apabila saat perahan pertama tidak memperoleh ASI sebanyak yang diinginkan.

Karena dalam memerah ASI juga butuh ketrampilan, waktu dan latihan. Jadi ada baiknya ibu berlatih memerah ASI sekitar seminggu sebelum kembali bekerja.

Adapun jika ibu kembali atif bekerja, maka kami anjurkan untuk memerah ASI sebanyak dua sampai tiga kali sehari di tempat yang tenang. Wadah ASI perah sebaiknya terbuat dari botol atau cangkir yang sudah disterilkan.

Botol atau cangkir ini dalam kondisi tertutup yang terbuat dari gelas atau plastik, tahan dimasak di dalam air mendidih serta mempunyai mulut botol yang besar agar saat penampungan ASI dapat dilakukan dengan mudah.

Apabila ASI perah tidak langsung diberikan kepada bayi, maka pastikan saat penyimpanan aman dan tidak terkontaminasi dari bakteri dan berikan label waktu pemerahan pada setiap botol atau cangkir.

Jika ASI perah yang diberikan kepada bayi kurang dari 6 jam maka ASI tidak perlu disimpan di dalam kulkas.

ASI

berkahkhair.com

Jadi jika para ibu bertanya berapa lama ASI perah dapat bertahan? Asi perah dapat bertahan di ruangan dengan suhu kamar 27oC-28oC selama 8 jam.

Kemudian dalam termos berisi es batu selama 1×24 jam sedangkan di dalam lemari es dapat bertahan 2×24 jam. Dan di freezer selama 3 bulan.

Perlu kami tekankan, sebelum ASI perah diberikan kepada bayi, ASI yang beku dicairkan terlebih dahulu dan kemudian letakkan di ruangan dengan suhu kamar. Setelah itu tempat atau wadah ASI direndam di air hangat sebelum diberikan ke bayi.

Dalam pemberian ASI perah sebaiknya gunakan sendok atau cangkir oleh orang lain bukan ibu yang bersangkutan. Ini dikarenakan untuk menjaga konsintensi sehingga bayi tidak mengalami bingung puting.

Dan terakhir apabila ASI perah tidak habis jangan disimpan ataupun dibekukan ulang, ini bertujuan untuk menghindari bayi dari terserang diare.

Baca juga:
Manfaat dan Pentingnya ASI Eksklusif bagi Bayi
Perawatan Payudara dan Makanan Alami yang Baik untuk Ibu Menyusui

B. Cara Menyimpan ASI di Kulkas

Cara Menyimpan Air Susu Ibu di Kulkas

cosmomom.net

  1. Disiapkan wadah atau tempat untuk menyimpan ASI bisa dari bahan gelas atau plastik. Wadah ini steril dan aman dari bakteri serta dapat ditutup rapat. Perhatikan volume wadah disesuaikan dengan kebutuhan bayi.
  2. Pastikan ASI yang diperah untuk jangka waktu lebih dari 6 jam. Apabila kurang dari itu sebaiknya tidak perlu disimpan di lemari pendingin cukup di letakkan di ruanga dengan suhu kamar. Kemudian apabila ASI perah akan digunakan selama lebih dari 24 jam maka dapat ibu simpan di lemari pendigin dengan suhu 4 derajat Celsius.
    Namun apabila kondisinya ASI perah tersebut digunakan untuk lebih dari seminggu maka sebaiknya dinginkan di lemari pendigin selama 30 menit lalu kemudian bekukan pada suhu -18 derjat Celsius atau bisa lebih rendah lagi jika untuk disimpan selama 3-6 bulan.
  3. Apabila memungkinkan ibu bisa menyimpan ASI di lemari pendingin di bagian tengah atau di dalam freezer. Tetapi hindari di bagian rak lemari pendingin. Karena di bagian ini temperaturnya selalu berubah-ubah.
  4. Pada tiap botol atau cangkir berikan label waktu perahan. Dan sisakan kurang dari ¼ bagian kosong di wadah penyimpan tersebut.

2.1. Cara Menyimpan ASI di Kulkas Satu Pintu

Seperti yang telah diketahui bersama bahwa ASI perah memiliki resiko yang tinggi untuk terkontaminasi dengan benda azing.

Bahkan ASI perah lebih mudah basi apabila dibandingkan dengan ASI yang secara langsung dikonsumsi dari payudara ibu.

Dengan alasan inilah perlu perlakuan yang ekstra dalam menyimpan ASI. Apabila para ibu hendak menyimpan ASI di kulkas satu pintu, maka hindari menyimpan ASI di pintu kulkas.

Karena kulkas yang sering dibuka akan mempengaruhi nilai gizi, nutsisi dan suhu ASI. Maka dalam hal ini simpanlah di dalam kulkas atau bagian freezer.

Baca juga:
Manfaat ASI bagi Bayi dan Manfaat Menyusui bagi Ibu

2.2. Cara Mencairkan ASI Perah

Apabila hendak mencairkan ASI perah, maka ada beberapa kemungkinan yang terjadi pada ASI perah diataranya mengalami perubahan warna, bau dan konsistensi jika dibandingkan dengan ASI segar.

Maka jangan heran ada sebagian bayi yang menolak untuk mengkonsumsi asi beku yang telah dicairkan. Berikut kita berikan tips dalam mencairkan ASI yang benar.

1. Bisa menggunakan penghangat ASI elektrik yang dapat ditempatkan di rumah atau mobil. Jika penghangat elektrik tidak tersedia maka botol asi perah dapat ditempatkan di dalam panci atau mangkuk yang berisi air hangat.

Diamkan saja hingga beberapa menit namun ingat jangan sesekali meletakkan botol asi perah diatas kompor yang sedang menyala.

2. ASI perah yang telah dibekukan jangan terlebih dahulu ditempatkan pada suhu ruang. Namun hal pertama yang bisa dilakukan adalah botol ASI perah bisa diletakkan di dalam termos.

Karena ada penelitian menyebutkan bahwa perubahan suhu pada ASI perah akan mempengaruhi antibodi yang berefek kepada bayi.

3. ASI perah yangbeku bisa ditempatkan terlebih dahulu di ruang pendingin kulkas. Lalu setelah itu dapat dihangatkan sesuai cara diatas. Namun ingat jangan pernah memanaskan kembali ASI perah yang telah dicairkan.

4. Jika ASI perah sangat dibutuhkan oleh bayi dalam kondisi tertentu, maka bisa menempatkannya di bawah air mengalir pada suhu normal. Lalu lanjutkan dengan mengairinya dengan air hangat.

Apabila belum juga cukup hangat, bisa menempatkan botol di dalam mangkuk yang berisi air hangat. Periksa dengan jari Anda apakah sudah layak dikonsumsi dengan meneteskan ke tangan.

5. Cara diatas bisa dikatakan sangat mudah. Tapi ingat jangan pernah menghangatkan ASI perah di dalam microwave. Karena alat ini akan menyebabkan bintik di sekitar botol ASI yang nantinya berdampak pada bayi.

Dan perlu diingat juga perubahan suhu yang terlalu cepat akan mempengaruhi kandungan antibodi yang mana dibutuhkan oleh bayi.

2.3. Cara Menyimpan ASI di Kantor

Bagi ibu menyusui yang kembali bekerja di kantor maka jangan khawatir dalam menyimpan ASI perah. Karena sudah banyak kantor yang menyediakan kulkas sehingga ibu bisa memanfaatkan barang tersebut.

Akan tetapi hal yang perlu ibu persiapkan adalah beri label botol ASI dengan nama bayi dan ibu bayi. Serta jangan lupa untuk mencantumkan juga tanggal dan waktu selesai memerah.

Apabila ASI tadi ingin dibawa pulang, maka bisa meletakkannya di cooler bag atau jika tidak punya dapat di letakkan juga di tas food grade. Jika telah sampai di rumah masukkan botol ASI perah tadi ke dalam kulkas.

2.4. Cara Menyimpan ASI di Cooler Bag

Pertama siapkan botol kaca sebagai tempat menyimpan ASI atau bisa juga menggunakan kantong plastik khusus yang steril sebagai tempat penyimpan ASI.

Kemudian masukkan ice gel cooler bag ke dalam freezer selama 24 jam untuk penggunaan yang pertama. Sedangkan untuk penggunaan yang kedua cukup 8 jam saja.

Setelah itu masukkan ice gel yang telah dibekukan ke dalam cooler bag. Dan ASI perah yang sudah siap bisa langsung dimasukkan ke dalam cooler bag. Segera tutup dengan rapat agar tetap mendapat suhu yang optimal.

Keuntungan menyimpan ASI di cooler bag sangat praktis bagi ibu-ibu yang punya segudang aktifitas di rumah. Selain itu cooler bag juga bisa dibawa kemanapun bagi ibu dan suami ingin mengajak buah hatinya jalan-jalan.

Cooler bag juga bisa memberikan ketahan ASI selama 24 jam. Tapi ingat ASI yang telah disimpan di cooler bag tidak disarankan untuk dihangatkan.

2.5. Cara Memanaskan ASI 

Perlu kami beritahukan diawal ASI yang telah dibekukan akan terasa seperti sabun sebab kadar lemak dalam ASI telah hancur. Namun masih tetap bisa dikonsumsi.

Akan tetapi jika ASI berbau anyir yang disebabkan kandungan lipase  tinggi  yaitu enzim pemecah lemak, maka setelah diperah langsung dihangatkan hingga muncul sedikit gelembung di bagian tepi.

Kemudian dinginkan dan bekukan. Maka aktifitas enzim lipase akan berhenti. Dalam kondisi seperti ini kualitas ASI jauh lebih baik daripada susu formula.

Cara yang tepat memanaskan ASI yaitu:

1. Ceklah tanggal di botol ASI. Lebih baik gunakan ASI yang pertama kali disimpan.

2. Ada beberapa kondisi yang mana ASI tidak perlu dihangatkan. Karena ada sebagian ibu langsung memberikan ASI perah dalam keadaan dingin.

3. Untuk ASI yang berada di lemari es. Bisa dihangatkan ke dalam bak berisi air hangat atau air yang di dalam panci yang telah dihangatkan bebera menit. Tapi ingat tidak boleh memanaskan ASI di atas kompor yang menyala.

4. Jangan sesekali memanaskan ASI di microwave. Karena dapat merusak komponen ASI. Dan botol jug abisa pecah jika didiamkan dalam waktu yang lama.

5. Aduk botol ASI perah dan cek dengan pergelangan tangan untuk mengecek apakah sudah hangat.

6. Berikan ASI yang telah dihangatkan dalam waktu 1 hari penuh (24 jam) kepada bayi. Dan jik abelum habis jangan dibekukan ulang ASI yang telah dihangatkan.

C. 2 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menyimpan ASI Perah

  1. ASI perah dapat digabungkan apabila memerah ASI-nya masih dalam kurun waktu 24 jam, setelah itu segera didinginkan.
  2. Dalam penyajian ke bayi kami tekankan untuk tidak digabungkan antara ASI hangat dengan ASI yang baru dingin dengan beku.

Kedua hal ini kami jelaskan bertujuan agar bayi para ibu tetap sehat. Namun anjuran kami dalam pemberian ASI eksklusif disarankan langsung menyusui si bayi.

D. Cara Memerah ASI dengan Tangan

Memerah ASI dengan Tangan

prosehat.com

Banyak kami temukan di kalangan para ibu bahwa memerah ASI dengan tangan sangat sulit dilakukan. Namun ketahuilah, sebenarnya semua bisa berjalan dengan baik dan lancar apabila ibu meengetahui teknik yang tepat untuk memerah ASI.

Perlu para ibu perhatikan bahwa merah ASI dengan cara yang tidak tepat tidak hanya menghasilkan susu yang sedikit tetapi juga dapat merusak jaringan lemak pada payudara bahkan bisa membuat payudara menjadi lecet. Atau bisa membuat kulit payudara menjadi memar atau memerah.

Konsep memerah ASI sama seperti mengeluarkan pasta gigi. Apabila yang kita pencet ujung dekat  mulut pasta gigi, maka yang dihasilkan hanyalah sedikit pasta yang keluar. Akan tetapi jika yang kita pencet agak kebelakang, maka akan mengeluarkan ASI yang lebih banyak.

Teknik ini perlu ketekunan dan kesabaran untuk bisa menguasai dengan sempurna. Apabila sudah menguasainya maka hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk menghasilkan susu sebanyajk 500 cc.

Adapun teknik memerah usu yang populer di kalangan ibu-ibu adalah teknik Marmet. Teknik ini muncul dari seorang ibu yang harus mengeluarkan ASI-nya karena alasan medis. Awalnya ibu tersebut kesulitan mengeluarkan ASI dengan refleks yang mana tidak sesuai dengan refleks keluarnya ASI saat bayi menyusui.

Karena latar belakang tersebutlah akhirnya ibu tersebut menemukan suatu metode memijat  dan menstimulasi agar refeleks keluarnya ASI optimal. Jadi kunci sukses teknik mermet ini adalah kombinasi antara meemerah dan memijat ASI.

Apabila teknik ini dilakukan dengan benar dan efektif maka bisa kami katakana tidak akan terjadi masalah dalam produksi ASI atau mengeluarkan ASI.

Nah, dalam mempelajari teknik ini sangat mudah apabila dipelajari sesuai instruksi. Tentu saja, semakin sering berlatih maka ibu akan terbiasa dan tidak akan menemui kendala.

4.1. Keuntungan Memerah ASI dengan Tangan

Setelah kami pelajari ada 5 manfaat bagi ibu apabila memerah ASI dengan tangan diantaranya adalah:

  1. Merasa lebih nyaman. Apabila kami bandingkan dengan pompa ASI, maka memerah ASI dengan tangan jauh lebih aman dan alami berbeda halnya dengan pompa yang relatif tidak nyaman dan tidak efektif mengosongkan payudara.
  2. Lebih mudah terstimulasi karena bersifat refleks yang langsung bersentuhan dengan tangan atau istilahnya sjin to skin contact.
  3. Aman dari segi lingkungan.
  4. Hemat, mudah dan praktis.
  5. Ekonomis karena tidak perlu menggunakan biaya alias gratis.

4.2. Langkah Memerah ASI dengan Teknik Mermet

  1. Pastikan posisi ibu jari dan dua jari lainnya yaitu telunjuk dan jari tengah berada disekitar 1 cm hingga 1,5 cm dari areola.
  2. Kemudian tempatkan ibu jari di atas areola pada posisi jam 12 dan 4 jari lainnya pada posisi jam 6.
  3. Lalu perhatikan bahwa posisi jari tersebut terletak diatas gudang ASI sehingga ASI dapat keluar secara optimal.
  4. Hindari melingkari jari disekitaran areola. Posisi jari seharusnya tidak berada di jam 12 dan jam 4.
  5. Setelah itu dorong dengan lembut ke arah dada. Dan hindari merenggangkan jari jmarinya. Apabila memiliki payudara besar maka angkat dan dorong ke arah dada.
  6. Gulung dengan menggunakan ibu jari dan diikuti jari lainnya hingga gudang ASI serasa kosong. Jika dalam langkah 6 ini dilakukan dengan tepat maka ibu tidak akan kesakitan saat memerah.
  7. Ulangi langkah 1-6 secara berutut hingga gudang ASI kosong. Perlu diingat posisikan ibu jari secara tepat dan benar, dorong dan kemudian gulung.
  8. Terakhir putarlah ibu jari dan jari lainnya ke titik gudang ASI yang lain.

Dalam proses pemerahan ini dilakukan dengan kedua tangan. Misalnya saat memerah payudara kiri gunakan tangan kiri dan begitu juga sebaliknya. Saat memerah, jari jemari berputar sesuai dengan arah jam atau bisa juga berlawanan.

Kemudian pindahkan ibu jari dan jari lainnya pada posisi jam 6 dan jam 12, lalu jam 11 dan jam 5, jam 2 dan jam 8 dan terkahir jam 3 dan jam 9.

4.3. 4 Hal yang Perlu Dihindari Gerakan Teknik Marmet

  1. Meremas atau squeeze yakni meremas payudara yang bisa melukai payudara.
  2. Menarik putting yakni dapat merusakn lapisan lemak pada areola.
  3. Menekan dan mendorong yakni dapat menyebabkan kulit payudara memar atau memarah.

4.4. 3 Langkah Mudah Memerah ASI dengan Teknik Mermet

  1. Berikan pijatan yang lembut pada bagian sel-sel produksi ASI dan saluran ASI. Dapat dimulai dengan gerakan yang lembut dan memberi tekanan yang halus ke arah dada.
  2. Tekanlah bagian payudara dengan lembut mulai dari bagian atas sampai sekitar putting menggunakan jari jemari seperti menggelitik.
  3. Dan terakhir beri guncangan pada payudara dengan cara memutar. Karena gerakan ini akan membatu mengelurkan ASI.

E. Cara Memerah ASI dengan Teknik Botol Hangat

Teknik ini juga efektif apabila payudara terasa sangat nyeri dan putting susu tegang. Adapun caranya adalah sebagai berikut:

  1. Sediakan botol kaca yang berukuran besar.
  2. Diisi botol kaca tersebut dengan air panas. Diamkan beberapa saat hingga botol terasa hangat.
  3. Lalu buang airnya dan bungkus botol dengan kain.
  4. Diinginkan leher botol dan masukkan ke dalam putting susu sampai menyentuh kulit di sekelilingnya dengan ketat.
  5. Pegang botol terseut dengan kuat, tunggu beberapa menit hingga botol terasa dingin dan menimbulkan isapan lembut hingga bisa menimbulkan isapan lembut yang akan memarik puting susu.
  6. Adapun rasa hangat tersebut akan membantu dalam refleks pemgeluaran ASI.
  7. Setelah beberapa saat nyeri papada payudara berkurang dan bisa dilakukan memerah dengan tangan atau isapan yang biasa sudah dilakukan.

F. Cara Memerah ASI dengan Pompa

Memerah ASI dengan Pompa

familyguideindonesia.com

Teknik yang kami tidak begitu menganjurkan untuk diberikan kepada bayi. Karena ASI yang keluar melalui pompa ini tidak memenui standar. Ada bahan karet yang berbetuk seperti bohlam tidak bisa disterilkan. Hingga denga begitu bisa diindikasikan tempat sarang mikroba.

Pompa ASI terbagi dua pompa manual dan pompa listrik. Teknik pompa ASI dapat dilakukan bareng dengan suami. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Pastikan tangan dalam keadaan bersih dan aman dari bakteri.
  2. Kemudian pastikan botol dan bagian pompa ASI telah dicuci menggunakan air panas dan sabun.
  3. Kompres dengan handuk hangat pada bagian  payudara sambil dipijit dengan lembut menuju ke putting.
  4. Lalu tempelkan alat pompa ASI ke puting sambil menekan menekan tombol pompa.

6.1. Keuntungan Memompa ASI dengan Manual dan Elektrik

  1. Pada pompa elektrik swing (getaran) dapat diatur dari lembut menuju semakin kuat. Dan pada pompa manual dapat menggunakan tangan saling bergantian.
  2. Pompa elektrik ganda dapat dilakukan pada kedua payudara secara bersamaan dan waktu perah juga bisa lebih cepat.
  3. Saat memompa ASI dapat melakukan pekerjaan lain seperti membaca, menulis atau membalas pesan yang masuk melalui handphone.

6.2. Kelemahan Memompa ASI dengan Manual dan Elektrik

  1. Sangat repot karena harus menyiapkan pompa terlebih dahulu.
  2. Pompa harus steril jadi butuh waktu untuk membersihkannya.
  3. Dapat membuat payudara menjadi memar karena payudara ditarik dengan alat.
  4. Saat menggunakan pompa, ASI tidak langsung keluar.
  5. Apabila corong payudara tidak pas karena payudara terlalu kecil atau besar maka puting akan lecet.
  6. Harus pandai mengatur tekanan jika tidak payudara akan terasa terlalu keras dan ASI jadinya tidak keluar bahkan dapat merusak ASI.
  7. Apabila menggunakan listrik maka pompa listrik tidak bisa digunakan.
  8. Masih dikatakan kurang efektif sebab tidak semua kelenjar dapat ditekan seperti halnya memerah ASI dengan tangan. (Sumber: Brawijaya Women & Children Hospital, Prof. Rulina Suradi. SpA.K)
  9. Namun sekali lagi kami katakan, memerah ASI dengan pompa kurang efektif karena berbagai macam faktor, salah satunya adalah sterilisasi.

Demikianlah penjelasam tentang cara menyimpan ASI dan memerah ASI dengan baik dan benar. Semoga bermanfaat.

  •  
    1
    Share
  •  
  •  
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply