Sifat Bayangan, Macam-macam dan Cara Menggunakan Mikroskop

Cara Menggunakan Mikroskop – Perlu dipahami bahwa kedua lensa pada bagian optik adalah lensa cembung. Kemudian secara garis besar pada lensa objektif akan membentuk suatu bayangan yang bersifat semu, terbalik dan diperbesar terhadap posisi benda awal. Sifat bayangan inilah yang nantinya akn menentukan sifat bayangan pada lensa okuler.

Baca juga:
Sejarah, Pengertian, Fungsi dan Bagian-bagian Mikroskop
Uraian Lengkap Tentang Mikroskop Cahaya

Antara mikroskop cahaya dan elektron memiliki sifat bayangan yang berbeda. Pada mikroskop cahaya memiliki sifat semu, terbalik dan diperbesar.

Namun berbeda halnya pada mikroskop elektron yang bayangan akhirnya bersifat sama seperti gambar nyata, sejajar dan diperbesar.

Contohnya pada mikroskop cahaya, Apabila kita letakkan huruf A di meja benda maka akan menghasilkan huruf A yang terbalik dan diperbesar.

Seperti yang kita ketahui bahwa tujuan dari penggunaan mikroskop baik itu yang cahaya atau elektron adalah menghasilkan bayangan benda yang dapat diperbesar.

Terkait pembesaran ini mengarah kepada beberapa faktor diantaranya penggunaan lensa okuler (f1), lensa objektif (f2), panjang atau jarak (t) objek terhadap lensa dan juga jarak panjang (sn).

Rumus pembesaran bayangan/Rumus mikroskop objek adalah Vm = t.sn/f1.f2

A. Cara Menggunakan Mikroskop

Dalam mengoperasikan mikroskop tidak boleh sembarangan. Harus berdasarkan mekanisme yang benar. Artinya apabila salah dalam penggunaanya maka yang ada hanya menghasilkan bayangan objek yang jelek.

Kemudian pengunaan mikroskop cahaya dan elektron memiliki cara kerja yang berbeda. Berikut kami jelaskan cara kerja mikroskop cahaya dan elektron.

1. Cara Kerja Mikroskop Cahaya

Cara Penggunaan Mikroskop Cahaya

berkahkhair.com

1. Posisikan mikroskop diatas meja yang permukaannya datar. Kemudian peganglah lengan mikroskop dengan satu tangan dan tangan lainnya memegang kaki mikroskop.

Lalu, pastikan lensa dan cermin dalam kondisi bersih., Setelah itu pasanglah lensa okuler dengan pembesaran lemah.

2. Untuk mendapatkan hasil penglihatan yang baik maka aturlah revolver agar diperoleh perbesaran terkecil pada lensa objektif yang mana posisinya ini searah dengan lensa okuler dan tubulus (tabung) mikroskop.

3. Arahkan cermin ke sumber cahaya yaitu dengan melihat melalui lensa okuler. Pastikan diperoleh medan yang terang yang ditandai dengan tidak adanya bayangan pada objek yang akan diamati.

4. Letakkan objek yang akan diamati diatas meja benda. Agar posisi objek tidak berpindah maka apitlah dengan penjepit objek yang terdapat pada meja benda.

5. Untuk mendapat hasil fokus yang bagus maka perhatikan:
Perbesaran lemah: Diingat bahwa lensa okuler memiliki perbesaran 5 kali sedangkan lensa objektif memiliki perbesaran 10 kali. Apabila lensa okuler diturunkan maka lensa objektif juga ikut diturunkan hingga berjarak kira-kira 8 mm.

Apabila sudah tepat peletakan dan pengukuran jarak maka arah salah satu mata pengamat kea rah lubang lensa okuler sembari memutar makrometer hingga diperoleh prebarat (objek) yang jelas.

Perbesaran Kuat: Apabila menggunakan lensa okuler dengan perbesan 12,5 dan lensa objektif dengan perbesaran 60, maka preparat yang akan diamati memiliki perbesan 12,5 x 60 = 750 kali.

Setelah itu tutuplah prepatat dengan kaca penutup lalu kemudian naikkan kondensor sampai menyentuh kaca objek. Kemudian buka diafragma selebar mungkin dan turunkan lensa objektif sampai hampir menyentuh kaca. Terakhir gunakan makrometer dengan menaikkan lensa objektif hingga memperoleh gambar objek yang bagus dan jelas.

6. Apabila pengujian dan pengamatan telah selesai bersihkan lensa objektif dengan menggunakan larutan xylol.

2. Cara Kerja Mikroskop Elektron

Penggunaan Mikroskop Elektron

acikbilim.com

Sebagaimana yang sudah kami jelaskan diawal bahwasanya mikroskop elektron terbagai menjadi beberapa jenis. Setiap jenis mempunyai cara kerja penggunaan berbeda. Meskipun berbeda ada 3 hal yang harus benar-benar diperhatikan dalam penggunaan mikroskop elektron.

Ketiga hal tersebut adalah mengenai preparat agar mendapatkan hasil yang bagus. Prinsip penyediaan preparat untuk mikroskop elektron adalah sebagai berikut:

1. Fiksasi: ini bertujuan untuk mematikan sel tanpa perlu mengubah struktur sel yang akan diamati. Adapun penggunaan fiksasi yaitu dengan menggunakan senyawa kimia diantaranya glutaraldehida aatau biasa juga disebut osmium teroksida.

2. Membuat sayatan: ini bertujuan memotong specimen setipis mungkin agar dapat diamati dengan mudah melalui mikroskop.

Preparat atau objek dilapisi dengan resin dengan cara pemanasan. Kemudian dilanjuti dengan pemotongan menggunakan mikrotom yang terbuat dari berlian. Setelah itu letakkan sayatan yang telah terbentuk diats cincin perak untuk diamati.

3. Pelapisan dan pewarnaan: ini bertujuan untuk memperbesar kontras antara preparat yang akan diamati dengan lingkungan yang ada disekitar. Adapun cara pelapisannya cukup menggukan logam berat seperti uranium atau timbal.

Bisa juga kamu perhatikan dengan video berikut ini:

B. Jenis-jenis Mikroskop

Beragam Jenis Mikroskop

berkahkhair.com

Mikroskop terbagi menjadi 7 jenis diantaranya:

1. Mikroskop Cahaya

Mikroskop Cahaya 1

ghttp.33652.nexcesscdn.net

Mikroskop Cahaya yaitu mikroskop yang memiliki perbesaran hingga 1000 kali. Mikroskop cahaya memiliki kaki atau penyangga yang cukup berat dan kokoh agar dapat berdiri dengan stabil.

Adapun sumber cahaya masih mengandalkan sinar matahari yang cahaya tersebut akan dipantulkan oleh cermin datar maupun cekung yang terdapat pada bagian bawah kondensor.

2. Mikroskop Stereo

Mikroskop Streo 1

lghttp.33652.nexcesscdn.net

Mikroskop Stereo  yaitu mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk mengamati benda yang relatif lebih besar. Adapun mikroskop stereo memiliki perbesaran dari 7 hingga 30 kali.

Benda yang diamati dapat dilihati secara 3 dimensi. Adapun komponen atau bagian mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya yaitu memiliki lensa objektif dan okuler.

3. Mikroskop Elektron

Mikroskop Elektron 1

hoskin.qc.ca

Mikroskop Elektron  yaitu mikroskop yang dapat melakukan perbesaran hingga 2 juta kali lipat. Cahaya yang masuk akan dikontrol/diatur menggunakan gelombang elektrostatistik dan elektromagnetik.

Mikroskop elektron terbagai menjadi beberapa macam diantaranya: Mikroskop Tranmisi Eelektron (SEM), Mikroskop Pemindai Transimisi Elektron (STEM), Mikroskop Pemindai Elektron (SEM), Mikroskop Pemindai Lingkungan Elektron (ESEM) dan Mikroskop Refleksi Elektron (REM).

3.1. Mikroskop Transmisi Elektron (TEM)

Mikroskop Transmisi Elektron (TEM)

vcbio.science.ru.nl

Mikroskop transmisi elektron adalah mikroskop yang mana prinsip kerjanya menyerupai prinsip kerja proyektor slide. Ketika sinar menembus objek pengamatan maka peneliti akan melihat hasil penembusan tersebut pada layar lensa.

Mikroskop jenis ini ditemukan oleh ilmuwan saintis pada tahun 1931. Kekurangan TEM adalah objek yang diteliti harus memiliki bentuk tipis untuk menghasilkan gambar yang berkualitas. Padahal tidak semua objek yang diteliti memiliki bentuk yang tipis.

3.2. Mikroskop Pemindai Transmisi Elektron (STEM)

Mikroskop Pemindai Transmisi Elektron (STEM)

wikimedia.org

Cara kerja STEM serupa dengan TEM hanya saja daya tembusnya lebih bagus dan canggih. Elektron akan ditembuskan ke bagian sudut objek yang sempit sekalipun baru kemudian dipindahkan.

Kualitas gambar yang dihasilkan mikroskop STEM jauh lebih bagus bahkan serupa dengan kualitas gambar yang dihasilkan oleh layar televisi.

3.3. Mikroskop Pemindai Elektron (SEM)

Mikroskop Pemindai Elektron (SEM)

stielectronicsinc.com

Kelebihan dari sEM adalah objek yang ditampilkan berbentuk 3 dimensi. Dan umumnya mikroskop jenis ini digunakan untuk mengamati bentuk dan permukaan sel.

SEM ditemukan oleh Max Knool seorang fisikawan Jerman pada tahun 1935. Seiring berkembangnya teknologi menjadikan mikroskop ini memiliki objek pembesaran yang semakin berkualitas dari sebelumnya.

3.4. Mikroskop Pemindai Lingkungan Elektron (ESEM)

Mikroskop Pemindai Lingkungan Elektron (ESEM)

cemas.osu.edu

Mikroskop ESEM tercipta dari pengembangan mikroskop TEM. Kelebihan dari ESEM adalah bisa memperbesar objek tanpa mengubah dan merusak struktur objek yang diteliti.

Tahun 1972 merupakan tahun ESEM diciptakan  di Australia oleh ahli saintis. Bagi dunia penelitian, dengan kehadiran ESEM adalah suatu hal luar biasa karena akan membantu objek yang diteliti tanpa mengubah struktur objek.

3.5. Mikroskop Refleksi Elektron (REM)

Mikroskop Refleksi Elektron (REM) 1

hzg.de

Mikroskop REM tercipta dari pengembangan dari mikroskop TEM. Kelebihan dari REM adalah memiliki daya pantul di permukaan objek yang dapat diperbesar.

3.6. Spin-Polarized Low Energy Microscopy

Spin-Polarized Low Energy Microscopy 1

blogs.uni-mainz.de

Mikroskop jenis ini dapat memperbesar struktur mikro pada medan magnet . Akan tetapi mikroskop ini masih dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan.

4. Mikroskop Ultraviolet

Mikroskop Ultraviolet 1

tp.dresden-concept.de

Mikroskop Ultraviolet merupakan pengembangan dari mikroskop cahaya. Hanya saja sumber cahaya yang digunakan adalah sinar ultraviolet yang tak bisa dilihat oleh manusia.

Hal ini dikarenakan cahaya ultraviolet mempunyai panjang gelombang yang jauh lebih pendek dari cahaya yang bisa dilihat oleh mata manusia. Mikroskop jenis ini menggunakan lensa kuasa dalam mengamati objek.

Kelebihan lainnya yaitu mikroskop ultraviolet mampu meningkatkan bayangan pada suatu objek sebanyak 2 kali lipat jika dibandingkan dengan mikroskop cahaya.

Akan tetapi kekurangan mikroskop jenis ini adalah penggunaanya sangat rumit meskipun hasilnya bagus dan harganya relatif mahal sehingga jarang digunakan.

5. Mikroskop Pender (Fluorescence Microscope)

Mikroskop Pender (Fluorisens) 1

microscope.com

Mikroskop Pender (Fluorescence Microscope) yaitu mikroskop yang digunakan untuk mengamati dan mendeteksi benda asing atau anti gen seperti bakteri, rickettsia atau virus.

Mikroskop jenis ini banyak digunakan dalam dunia riset terutama dunia kedokteran dan medis. Mikroskop pender dalam aplikasinya lebih memanfaatkan fosforesensi, panjang gelombang dan fluoresensi.

Sehingga dengan memanfaatkan 3 hal diatas akan menghasilkan pembesaran objek yang bagus dan berkualitas.

6. Mikroskop Medan-Gelap

Mikroskop Medan-Gelap 1

sc01.alicdn.com

Mikroskop Medan-Gelap merupakan jenis mikroskop yang digunakan untuk mengamati bakteri yang masih hidup terutama bakteri yang tipis dan hampir mendekati batas daya mikroskop majemuk.

Pada mikroskop medan-gelap mempunyai kondesor yang mampu menghasilkan cahaya yang berbetuk kerucut. Kerucut cahaya ini yang kemudian dipantulkan oleh sudut kecil di atas permukaan kaca preparat.

7. Mikroskop Fase Kontras

Mikroskop Fase Kontras 1

lghttp.33652.nexcesscdn.net

Mikroskop Fase Kontras adalah mikroskop yang menitik beratkan pada benda hidup yang diamati dalam keadaan alamiahnya. Bagian yang diamati meliputi sel dan jaringan organ tubuh makhluk hidup.

Dalam penggunaanya mikroskop fase kontras sangat rumit akan tetapi bagi yang ingin meneliti objek hidup transparan maka dapat menggunakan mikroskop jenis ini untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Inilah 7 macam mikroskop yang digunakan dalam mengamati ataupun melihat objek dengan lebih jelas. Namun dari ketujuh mikroskop ini umumnya yang banyak digunakan di dunia pendidikan dan riset adalah mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.

  •  
    1
    Share
  •  
  •  
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  

2 Comments

  1. john Jum, 3 Juni 2016
  2. Fernando Sen, 6 Maret 2017

Leave a Reply