3 Hal yang Dilupakan Ketika Membaca Al Quran

A. Kedudukan Adab Dalam Agama Islam

Adab adalah setiap ucapan maupun tindakan yang terpuji dilakukan dan biasanya disebut dengan akhlakul karimah. Kedudukan adab dengan ilmu telah dibahas oleh para ulama terdahulu. Sebagaimana perkataan generasi terdahulu kepada anaknya.

Dia berkata, Wahai anakku. Engkau mempelajari satu bab tentang adab lebih aku sukai daripada engkau mempelajari tujuh puluh bab dari ilmu. (Ibid, hal 3).

Hal senada juga dikatakan oleh Adz-Dzahabi rahimahullah, beliau menyebutkan, “Bahawasanya majelis Imam Ahmad dihadiri oleh lima ribu orang. Lima ratus diataranya mencatat, sedangkan selebihnya mengambil manfaat dari perilaku, akhlak dan adab beliau. (Ibid, XI/316)

Inilah kemuliaan adab. Sampai-sampai ulama memberikan bab khusus dalam masalah ini. Kita menyadari bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diutus ke Bumi yaitu untuk menyempurnakan akhlak.

Pengajaran yang diberikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terbukti ampuh memperbaiki akhlak para sahabat di kala itu. Mari kita simak perkataan ulama terdahulu yaitu Ibnul Mubarak rahimahullah. Beliau menuturkan:

“Aku telah mencoba diriku maka aku tidak mendapatkan baginya sesuatu yang lebih bermanfaat setelah takwa kepada Allah daripada adab. Dalam setiap kondisinya meski jiwaku tidak suka, selalu lebih baik daripada diamnya dari berbuat bohong atau mengghibahi manusia.

Sesungguhnya ghibah telah diharamkan oleh Yang Maha Mulia. Dalam kitab-kitab aku katakana pada diriku: ‘Taatlah dan aku memaksanya. Kesantunan dan Ilmu adalah perhiasan bagi orang yang memiliki kemuliaan.

Seandainya ucapanmu itu dari perak. Maka diam adalah emas. Dahulu para salaf mempelajari adab lebih dahulu baru kemudian mempelajari ilmu. (Al Mashdari As-Sabiq, Bab VIII, halaman 416).

B. Adab Membaca Al Quran

Adab Membaca Al Quran 1

muslimah.co.id

Sebagaimana telah kita bahas diatas bahwa akhlak ataupun adab adalah cermin dari perilaku seorang mukmin. Seseorang akan senantiasa merasa senang jika seorang mukmin memilki akhlak yang baik.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Sesuatu yang paling berat amal timbangan adalah akhlak yang baik”. (HR. Ibnu Hibban, Shahih).

Al Quran adalah kalamullah (firman Allah subhanahu wa’atala) yang merupakan rukum iman ke tiga. Kedudukan Al Quran bukan seperti majalah, komik, textbook dan juga bukan perkataan makhluk.

Tetapi kedudukannya sangat mulia. Dengan membaca Al Quran, Allah senantiasa memberikan petunjuk ke jalan yang lurus. Begitu juga obat bagi hati yang keras.

Dengan mulianya kedudukan Al Quran ini berarti kita harus senantiasa memperhatikan adab dalam membaca Al Quran agar petunjuk dan obat bagi hati yang keras dapat masuk ke dalam jiwa orang yang membacanya.

Berikut ini akan kita paparkan adab dalam membaca Al Quran berdasarkan dalil-dalil yang shahih:

1. Baca Dengan Niat Ikhlas

Baca Dengan Niat Ikhlas 1

kiblat.net

Ikhlas merupakan sarat suatu perbuatan diterima Allah ‘Azza wajalla. Membaca dengan niat ikhlas yaitu mengharpakan ridha Allah subhanahu wa’atala.

Bukan karena pujian dari orang ataupun ingin mencari kemegahan dunia. Bukan juga karena perintah atau aturan yang ditetapkan manusia. Firman Allah subhanahu wa’atala:

Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya“.

Dan adapun kiat ikhlas dalam memulai suatu ibadah yaitu dengan banyak berdoa kepada Allah subhanahu wa’atala dengan doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan sering beliau panjatkan.

“اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ”

Artinya: “Ya Allah, Aku memohon kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya dan akupun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui”. (HR. Ahmad, Shahih)

Baca juga tentang:
7 Doa untuk Mengusir Setan dalam Diri dan Rumah
Kumpulan Doa Sehari-hari Sesuai Al Quran dan As Sunnah

2. Keadaan Suci, Tenang, Sopan dan Bersih

Keadaan Suci, Tenang, Sopan dan Bersih 1

muslimahzone.com

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sungguh aku membenci suatu perbuatan yang apabila berdzikir kepada Allah dalam keadaan tidak suci”. (HR. Abu Dawud, Shahih). Sama halnya dengan kondisi bau mulut harus terjaga, artinya jika mulut belum bersih maka bersihkan terlebih dahulu dengan siwak atau semisalnya (sikat gigi).

Makna dalalam keadaan suci disini telah dibahas oleh para ulama. Syaikh Shalih Al-Fauzan dalam fatwanya (Kumpulan Fatwa Syaikh Shalih Fauzan Al-Fauzan (semoga Allah menjaga beliau), dalam Kitab Tadabbur Al-Qur’an, halaman 44) mengatakan bahwa seseorang boleh membaca Al Quran tanpa wudhu (suci) bila membacanya secara hafalan sebab tidak ada yang mencegah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca Al Quran selain dalam kondisi junub.

Namun jika terkait dengan mushaf, maka tidak boleh orang membaca dan memegangnyanya kecuali dalam keadaan suci (maupun kondisi berhadast kecil dan besar). Dan fatwa ini merupakan kesepakatan para imam kaum muslimin (ijma’ jumhur ulama).

Dalil dalam hal ini yaitu sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari Abu Bakr bin Muhammad bin ‘Amr bin Hazm, belaiu berkata, “Tidak boleh menyentuh Al Quran kecuali dalam keadaan suci”. (HR. Ad-Daruquthni, Shahih).

Suasana yang nyaman, sopan dan bersih sangat dianjurkan dalam membaca Al Quran. Para ulama menyarankan agar membaca Al Quran di masjid. Karena ketenangan dalam membaca akan diperoleh di tempat ini.

3. Membaca Ta’awudz, Tartil (pelan), Khusyu’ dan Menghadap Kiblat

Membaca Ta’awudz, Tartil (pelan), Khusyu’ dan Menghadap Kiblat 1

pdmjogja.org

Sebagaimana dalam firman Allah subhanahu wa’atala:

“Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.”.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengajarkan kepada kita untuk memulai membaca Al Quran yaitu dengan melafadzkan “A’udzubillahi minasshaithanirrajiim.

Dan setiap awal surah baca dengan basmalah (bismillaahirrahmaanirrahim) terkecuali surah At-Taubah, namun jika memulai bacaan di pertangahan surah bacalah dengan ta’awudz.

Dahulu para sahabat membacakan Al Quran dengan tenang dan tidak terburu-buru. Sebagaiman yang pernah dilakukan oleh sahabat nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bernama Abdullah binu Umar, Abddullah bin Mas’ud, Utsaman bin Affan dll.

Mereka mengkhatamkan Al Quran setiap seminggu sekali. Selain pelan dan sesuai tajwid juga membacanya dengan suara yang merdu dan bagus. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Hiasilah baca Al Quranmu dengan suaramu”.

Arti bagus disini adalah sesuai dengan makhraj, panjang pendeknya bacaan, tidak keluar dari tajwid. Perlu untuk diketahui bahwa membaca Al Quran tidak dianjurkan membaca dengan suara yang keras hingga dapat menggangu orang yang shalat dan di tempat banyak orang.

Karena dalam hal ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Ingatlah bahwasanya setiap dari kalian bermunajat kepada Rabbnya, maka janganlah salah satu dari kamu mengganggu yang lain dan salah satu dari kamu tidak boleh bersuara keras daripada yang lain pada saat membaca Al Quran. (HR. Nasa’I, Baihaqi)

Allah subhanahu wa’atala mensifati orang yang khusyu’:

“Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’”. (QS. Al-Israa 17: 109). Menangis disini bukan tangisan yang dibuat-buat tetapi tangisan karena mentadabburi setiap apa yang dibacakan.

Seperti yang dinasehatkan Ibrahim Al-Khawwash bahwa dengan mentadabburi Al Quran maka hati dapat diobati. Ketika posisi sudah nyaman, tenang dan sopan maka hendaklah menghadap kiblat.

Dengan begitu hati akan mulai merasakan keindahan yang tiada tara saat menyelam bersama firman Allah.

Baca juga:
Kriteria Laki-laki Sholeh Idawan Wanita

C. Keutamaan Membaca Al Quran

1. Orang yang Mempelajari Al Quran Adalah Insan Terbaik

Dalam hadist Bukhari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya “Orang yang paling baik diantara kalian adalah orang yang memperlajari Al Quran dan mengajarkannya.

Dari hadist diatas menyebutkan bahwa orang yang mempelajari, mengamalkan dan mengajarkan al quran merupakan bagian dari keluarga Allah (Ahlullah).

2. Memperoleh Syafaat Pada Hari Kiamat

Diriwayatkan oleh Umamah Al Bahili bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Bacalah Al Quran, karena sesungguhnya ia akan memberikan syafaat kepada kalian pada hari kiamat. (HR. Bukhari)

3. Memperoleh Derajat Tertinggi di Surga

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi bahwa orang yang membaca al quran dan mentartilkannya sewaktu di dunia, maka saat di akhirat kelak kedudukannya itu akan ditempatkan berdasarkan akhir ayat yang dibaca.

4. Memperoleh Pahala yang Berlipat-lipat

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah lalu mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan.

Mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi sedikit, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya (Al Fathir: 29-30)

Kemudian dalam hadist lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah menyebutkan:

Barangsiapa yang telah membaca satu huruf dari Kitabullah maka akan segera memperoleh satu kebaikan dan satu kebaikan akan dilipatkan menjadi sepuluh kebaikan.

Saya (Rasulullah) tidak menyebutkan alif lam mim satu huruf akan tetapi “alif” satu huruf, “mim” satu huruf dan “lam” satu huruf. Hadist ini diriwayatkan oleh At-tirmidzi.

Begitu juga barangsiapa yang membaca al quran maka akan bersama para Malaikat yang mulia. Sedangkan barangsiapa membaca al quran meskipun terbata-bata maka dia akan mendapatkan dua pahala.

5. Orang Membaca al Quran Diumpakan Seperti Perhiasan

Dalam kitab shahih Muslim disebutkan bahwa orang mukmin yang membaca al quran seperti Al-Utrujah. Yakni semacam sebuah jeruk yang manis dengan kualitas rasa yang lezat dan ranum buahnya.

Akan tetapi orang mukmin yang tidak membaca al quran seperti buah kurma. Manis rasanya namun tidak harum aromanya. Sedangkan perumpaan orang munafik yang membaca al quran yaitu seperti tumbuhan yang harum, semerbak aromanya dan sangat pahir rasanya.

Dan perumpaan orang munafiq yang tidak membaca al quran seperti buah yang pahit rasanya dan mengeluarkan bau yang busuk atau tak sedap.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menggambarkan orang yang di dalam dadanya tidak ada hapalan sedikitpun tentang ayat-ayat al quran ibarat rumah yang hendak roboh.

6. Orangtua Akan Mendapatkan Mahkota Surga

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud bahwa siapa saja yang membaca al quran lalu mengamalkannya.

Maka pada hari kiamat kelak Allah akan memakaikan kedua orang tuanya mahkota yang sangat berkilau yang cahayanya melebihi matahari. Lalu mereka berkata:

Mengapa kami dipakaikan mahkota ini ya Allh? Maka dikatakan, karena sesunguhnya anakmu membaca dan juga mengamalkan al quran.

  •  
    1
    Share
  •  
  •  
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  

31 Comments

  1. seri nian Sen, 7 Maret 2016
  2. zool Sen, 7 Maret 2016
  3. cik tom Sel, 8 Maret 2016
    • Khair Sel, 8 Maret 2016
  4. zaenudin Sel, 8 Maret 2016
    • Khair Rab, 9 Maret 2016
  5. myliferia Sel, 8 Maret 2016
    • Khair Sel, 8 Maret 2016
  6. fanny fristhika nila Ming, 27 Maret 2016
    • Khair Ming, 27 Maret 2016
  7. Nasirullah Sitam Sen, 28 Maret 2016
  8. monda Sen, 28 Maret 2016
  9. bukanrastaman.com Sel, 29 Maret 2016
    • Khair Sel, 29 Maret 2016
  10. bersapedahan Sel, 29 Maret 2016
  11. Astin Astanti Rab, 30 Maret 2016
    • Khair Rab, 30 Maret 2016
  12. Yopie Pangkey Kam, 31 Maret 2016
    • Khair Kam, 31 Maret 2016
  13. Siti Fatimah Ahmad Kam, 31 Maret 2016
    • Khair Kam, 31 Maret 2016
  14. Dandy Siswandy Jum, 1 April 2016
    • Khair Jum, 1 April 2016
  15. Brady Ming, 3 April 2016
  16. Shanon Ming, 3 April 2016
  17. games for kids Sel, 5 April 2016
  18. expatsafe Sel, 5 April 2016
  19. Ayu Ningtas Sen, 11 April 2016
  20. Budy | www.travellingaddict.com Kam, 21 April 2016
  21. Ade Setiadi Truna Rab, 11 Mei 2016
  22. Babang Travengler Sab, 3 September 2016

Leave a Reply