Sahabatku, Aku Ingin Kita Selalu Bersama, Disaat Masalah Datang, Engkau Menasehatiku dan Ketika Aku Dirundung Masalah, Engkau Mau Menemaniku

Sahabat . . .
Dalam perjalanan hidup, seringkali kita dihadapkan dengan perang melawan kehendak diri kita sendiri.
Disaat hati kita berusaha menapaki jalan kebaikan, hawa nafsu selalu saja menggodanya untuk berbelok ke arah yang gelap.

Ketika kejujuran mendorong kita berbuat lurus, imajinasi sampah kita kadang membisikkan pilihan-pilihan yang menyimpang, aneh dan tak wajar. Segalanya lantas terwujud dalam tingkah dan perilaku yang berwarna-warni.

Disudut jalan yang tak berarah itulah diantara kita ada yang cerdas dan berani menundukkan kehendak diri yang kacau, lalu memilih untuk baik meskipun pahit.

Iya, meskipun pahit. Namun keyakinan bahwa semua akan berbalas akan membuat semuanya terasa bagaikan sejuk ditengah letihnya perjuangan.

Jika kita merasakan pahit getirnya menjadi orang baik, maka yakinilah… Itu tidak untuk waktu yang lama.
Semua akan berakhir saat esok menjelang.
Semua akan indah saat langkah kita menapaki surga, saat kita menjalani takdir terindah, bersuka cita dalam derap langkah sebagai pemenang.

Selagi ada waktu..
Tentukan pilihanmu kawan….

Selamat berhijrah…

Sahabat . . .

Iniah untaian kalimat yang ku persembahkan untukmu.

Kalimat yang berisi tentang nasehat, agar kita bisa bersama masuk ke jannah-Nya

Sahabatku . . .

Aku ingin kita selalu bersama, disaat masalah datang, engkau menasehatiku.

Ketika aku dirundung masalah, engkau mau menemaniku.

Sahabat . . .

Semoga kita selalu saling menasehati dalam kebenaran dan dalam kesabaran. Aamiin.

 

ditulis oleh Ustadz Aan Candra Thalib حفظه الله تعالى dengan sedikit penambahan.

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Tags:

2 Comments

  1. YSalma Jum, 1 April 2016
  2. ar syamsuddin Sab, 2 April 2016

Leave a Reply