Ukhti yang Aku Sayangi, Tutuplah Auratmu Karena Allah

berkahKhair – Perubahan itu memanglah tak mudah, banyak yang perlu di perhitungkan. Tapi apabila hati sudah berniat untuk berubah segeralah berubah sebelum niat itu hilang.

Untuk memutuskan hijrah ke khimar menutup seluruh aurat merupakan sebuah hidayah yang tak semua orang mampu untuk melakukannya. Hanya niat yang mampu merubah itu semua.

Banyak hal yang akan bener-benar dirubah ketika memutuskan untuk memakai khimar. Mulai dari lisan, tingkah laku, shalatnya dan yang lainnya.

Untuk berkhimar tak perlu menunggu membersihkan hati dulu, karna seperti kata OSD “hati manusia tempat khilaf dan salah”. So, ngak perlu nunggu itu semua karna kematian menjemput tak menunggu kita bertaubat.

Setelah memakai khimar perlahan kebiasaan buruk itu akan berkurang, mulai berubah menjadi kebiasaan yang baik. Hati juga mulai di perbaiki, tingkah laku, lisan dan shalatnya juga akan lebih sempurna.

Memakai khimar tak membatasi kita untuk berteman dengan siapapun hanya saja mengajarkan kita untuk tau akan batasan-batasan dalam berteman.

Aku dulu tak seperti sekarang ini, aku dulu seorang wanita yang masih suka mengikuti tren masa kini. Masih pakai kontak lens, pakai jeans dan baju (red: kaos distro islami) sedikit ketat.

Tetapi semua itu berlalu begitu saja dan aku mulai menyadari untuk apa cantik di hadapan manusia apabila dimata Allah itu hina. Banyak artikel di dunia maya yang aku baca aku pelajari, banyak juga buku yang aku baca tentang larangan dan hukumnya seorang wanita yang sudah balig tidak menutup auratnya.

Ada beberapa baris kalimat yang membuat hatiku berdetak dan mulai istiqamah dan minta petunjuk sama Allah. Dalam beberapa baris kalimat itu tertulis :

“Selangkah anak perempuan keluar rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga ayahnya itu hampir keneraka”

Betapa beratnya tanggungan orang tua terutama ayah untuk anak perempuannya. Aku sayang sama ayah  sehingga aku tak ingin karna ulah ku tak menutup aurat aku mendorong ayahku keneraka-Nya.

Apa kamu semua sanggup melihat ayah kalian terhempas keneraka-Nya?

Menangis meminta bantuan anak perempuannya untuk menariknya dari neraka itu. Dan kalian tak bisa melakukan apa apa pada saat itu.

Maafkan Aku Ayah

Ayah Maafkan Anakmu

Apa kalian tak kasian dengan usianya yang semakin bertambah kalian mendorongnya keneraka-Nya?

Sudah cukup beban yang di tanggung semasa hidupnya, sudah cukup pengorbanannya untuk kalian. Giliran kalian yang berkorban untuk nya. Seberat apasih memakai khimar dan menutup aurat dari pada kalian melihat ayah sosok lelaki yang selama ini menjagamu.

Dan selalu terjaga kala kau tertidur, yang tak pernah absen untuk memberikan yang terbaik untuk anaknya. Walau ayah kelihatannya cuek seolah tak perduli dengan mu. Tapi ketahuilah dalam hatinya dia amat sangat perduli dengan keadaanmu.

Perhatikan wajahnya kala beliau tertidur, bayangkan betapa lelahnya ia mencari nafkah untuk keluarganya. Terutama untuk mu putri yang amat dia sayangi. Dia selalu berusaha memberikan yang terbaik untukmu mulai dari pendidikan dan hal apapun itu.

Walau ayah kadang rewel ketika seorang pria mengantar mu pulang kerumah itu bukan karna dia marah tapi karna dia khawatir terhadap mu.

Dia tak ingin putri kesayangannya kenapa kenapa di luar sana. Dan dia juga tak ingin hati putrinya terluka karna ulah pria yang tak bisa mengerti keinginan mu.

Perhatikan wajahnya kala ia tertidur, bayangkan sanggupkah engkau melihat ayah mu terhempas keneraka-Nya. Sungguh aku tak sanggup melihat itu semua, aku tak ingin melihat ayah menangis meminta bantuan ku dan sementara aku tak bisa melakukan apapun untuk menolongnya.

Untuk memakai khimar jangan pernah dengarkan perkataan orang lain yang mencoba menjatuhkanmu. Mereka melakukan itu karna mereka tak ingin masuk neraka sendirian. Sehingga mereka mencoba menjatuhkan mu dengan menghina mu dan menyindir mu.

Mulailah berubah wahai engkau sahabatku para ukhti yang amat aku sayangi. Pakailah khimar dan tutuplah auratmu demi ayahmu dan demi kebaikanmu di dunia dan di akhirat.

Dan demi ridho Allah semata. Tak ada hadiah  yang indah selain Surga-Nya. Dan anak-anak sholeh dan sholeha kelak akan berkumpul bersama ayah dan bundanya di Surga Allah. Tidakkah engkau mengiginkan itu?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

4 Comments

  1. ar syamsuddin Sen, 19 September 2016
  2. lianny hendrawati Kam, 22 September 2016
  3. rosa Sel, 4 Oktober 2016
  4. ruli retno Rab, 12 Oktober 2016

Leave a Reply