Si Coklat Muda Yang Keren

Dia adalah si Tunas Muda.

Si Tunas Muda selalu merasakan bisikan angin yang meningkatkan semangat sewaktu beraktifitas.

Lalu aku pejamkan mata sejenak, lalu aku rentangkan tangan. sejuk , tenang , damai, gembira dan senang yang aku rasakan.

ooh, wahai pencipta alam, kekaguman kami (si Tunas Muda) sulit untuk kami pendam, Pesona alam-Mu seakan tak pernah padam. Aah, begitu indah rasanya..

Sebagai Tunas Muda kami berupaya akan selalu menjaga dan merawat keindahan-Nya. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

Penggalan kalimat diatas menggambarkan betapa indahnya kehidupan si Tunas Muda. Si Tunas Muda yang berkarya, berjiwa ksatria dan bertanggung jawab dalam setiap persoalan yang ada. Dari sinilah jiwa ketegaran dan tanggung jawabku di tempah. Tepatnya aku mulai masuk dunia ini kelas 2 SMP.

Si coklat muda yang keren sempat vakum di sekolah kami. Penyebabnya tidak begitu aku memahaminya. Tapi muncunya si coklat muda ini disebakan karena desakan dari kami, yang selalu bertanya-tanya kepada pihak sekolah. “Seragam pramuka ada, tapi kenapa tidak kegiatan kepramukaannya pak?”, ungkap kami kepada pembantu kepala sekolah bidang kesiswaan (PKS 3). Dari dialog ringan itu, akhirnya bagian kesiswaan mengambil tindakan. Yaitu memberikan kami angket yang berisi setuju atau tidak eketrakurikuler pramuka diadakan di sekolah.

Alhamdulillah, ekskul pramuka banyak peminatnya. Dan diputuskan oleh sekolah untuk diaktifkan kembali. Dua minggu selanjutya, mulailah seragam coklat muda kami resmi diaktifkan dan banyak anggota yang ikut serta dalam kegiatan ini. Hingga pada saat itu jumlah pembina tidak sesuai dengan anggota yang hadir. Pekan perpekan berlanjut, tibalah liburan semester yang biasanya diadakan kemah (camping) perdana kami. Sungguh di camping perdana ini banyak hal yang mengejutkan bagiku. Dari sistem kegiatannya, belajarnya, leadershipnya dan kedisiplinannya. Sungguhnya membuat aku hampir putus asa melanjutkan kegiatan ini. Ditambah lagi dalam camping ini, aku sebagai pratamanya (pemimpin umum dalam satuan penggalang). Tentu karena aku sebagai pratama, sungguh kesabaranku diuji dalam kegaiatan ini.

Di kemah perdana ini, banyak hal yang ku dapat. Pertama yaitu agar selalu menjalankan kewajiban terutama melakukan ibadah secara berjamaah, karena aku sebagai pratama. Jadi tanggung jawabku adalah mengajak teman-teman untuk melaksanakan ibada shalat berjamah. Pada suatu ketika disaat jam shalat sudah tiba dan aku lupa mengajak teman untuk mengerjakannya shalat. Maka seketika itu juga aku di tegur sama kakak pembina. Waaaahh……. (geleng kepala) tidak bisa dibayangkan lagi teguran pada saat itu.

Bicara mengenai kewajiban, ada satu sosok yang sangat ku kagumi dalam hal ini, yaitu pak Iryuha Tantawi, sebut saja Kak Ir. MasyaAllah berkat beliau aku mengambil pelajaran yang luar biasa. Kesabaran, keteguhan, adil dan sangat harmonis kepada siapapun. Sebelumnya aku tidak begitu akrab dengan beliau, karena masuk dunia pramuka ini lah aku menjadi sangat akrab kepada beliau hingga sekarang.

Kembali poin diatas, yang kedua aku dapati dari kemah perdana yaitu kedispilanan. Disiplin ini aku teringat akan sosok kepada kakak pembina, ya sebut saja namanya Kak Abdi. Dari beliau inilah aku pertama kali dapat pelajaran disiplin yang begitu ketat akan pentingnya waktu dan tugas. Dan dari beliau jugalah aku dihukum karena melanggar disiplin. Yah, setiap kali aku mengingat kemah perdana ini, tentu tidak akan bisa dilupakan seketika itu juga. Dari sinilah mulanya aku tumbuh sebagaimana tumbuhnya tunas kelapa yang secara perlahan-lahan.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

No Responses

  1. Pingback: Dia adalah Guruku | BERKAH Sen, 15 Februari 2016

Leave a Reply