Terkuak Bukti 25 Desember Bukan Kelahiran Yesus Melainkan Dewa Matahari!

Saya yakin para pembaca mengenal Ustadz Irene Handono. Beliau adalah seorang mantan biarawati yang taat kepada agama Katholik lalu kemudian memeluk Islam setelah melihat kejanggalan yang ada di agama Kristen terutama tentang trinitas.

Beliau menuturkan peringatan Natal pada dasarnya  tidak ada dalam Bibel dan Yesus sendiri tidak pernah memerintahkan apalagi merayakan kelahirannya. Sebenarnya perayaan Natal berasal dari adat masyarakat yang menyembah berhala. Sehingga masuknya perayaan ini di agama Kristen Kristen pada abad ke-4 M.

Dari abad ke 1-4 Masehi dunia dikuasi oleh kekuasaan Romawi yang mana pada saat itu agama mayoritas adalah paganis politheisme. Ketika agama Kristen masuk di abad ke-4 rakyat Romawi yang awalnya agama paganisme tidak mampu meninggalkan adat maupun budaya penyembah berhala. Ditambah lagi saat pesta rakyat untuk memperingati kelahiran Dewa Matahari yang jatuh pada tanggal 25 Desember 2015.

Agar agama Kristen diterima dalam kehidupan masyarakat maka diadakanlah perpaduan antara agama dan budaya atau istilahnya sinkretisme. Yaitu dengan menyatukan kelahiran Dewa Matahari (Son of God) dengan kelahiran Anak Tuhan (Son of God).

Sehingga pada tahun 325 negara yang berkuasa pada saat itu adalah Konstatinopel menetapkan tanggal 25 Desember adalah hari kelahiran Anak Tuhan atau Yesus, Dan juga memutuskan:

Pertama: hari Minggu adalah hari matahari dijadikan sebagai pengganti hari Sabtu.

Kedua: lambang dewa matahari yaitu sinar yang bersilang dijadikan lambang Kristen dan

Ketiga: Menjadikan patung Yesus sebagai pengganti Dewa Matahari.

Setelah kaisar Konstantinopel memeluk agama Kristen maka rakyat pun berbondong-bondong memeluk agama Kristen.  Dan ini merupakan prestasi terbaik  kaisar Konstantinopel dengan proses sinkretisme tanpa menghilangkan agama nenek moyang.

Dalam buku  “Perayaan Natal 25 Desember Antara Dogma dan Toleransi” (hal. 27-35) ustadz Irena menceritakan sumber-sumber Kristen yang menolak Natal diantaranya:

  1. Perayaan Natal bukanlah suatu upacara yang pertama kali di gereja melainkan perayaan ini diyaini berasal dari negara Mesir, perayaan para penyembah berhala yang kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus. Encylopedia Catolic, edisi 1911.
  2. Natal bukan upacara gereja, Yesus Kristus dan muridnya tidak pernah sama sekali merayakannya dan di dalam Bibel sendiri tidak pernah menganjurkannya. Encyclpedia Britania, edisi 1946.
  3. Tidak seorangpun yang mengetahui hari kelahiran Yesus dan para ahli pada abad-abad permulaan menuturkan Natal tidak pernah sama sekali dirayakan oleh umat kristiani. Encyclopedia American, edisi tahun 1944.

 

 

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Tags:

2 Comments

  1. ninda Ming, 27 Maret 2016
  2. Wahab Saputra Sel, 12 April 2016

Leave a Reply