Sahabat, Jangan Letih Untuk Menasehatiku

Di usia dua puluh tiga tahun ini, banyak kejadian dalam hidup yang membuat bahagia dan juga sedih. Sungguh benar Allah itu Maha Adil. Tiada kebahagiaan yang datang melainkan karena dilalui dengan kesedihan. Bisa jadi kesedihan itu datang  sebagai ujian yang dapat meningkatkan keimanan hati dan tetap berhusnuzhan kepada Allah subhanahu wataala. Lika-liku kehidupan tidak terlepas dari bantuan seorang sahabat yang selalu menemani dan menyemangati dalam kesedihan maupun kebahagiaan.

Ada 3 Jenis teman yang perlu diketahui oleh banyak orang diataranya:

  1. Teman atas dasar manfaat

    Dialah yang berteman denganmu ketika dia dapat mengambil manfaat darimu berupa harta, kedudukan dan sebagainya. Jika dia tidak mengambil manfaat darimu. Dia akan membelakangimu, seolah-olah dia tidak mengenalmu dan engkau tidak akan pernah mengenalnya. Teman berapa banyak orang atau teman yang seperti ini?

  2. Teman untuk bersenang-senang

    Dialah berteman denganmu karen aingin bersenang-senang denganmu dalam percakapandan pengalaman, namun dia tidak bermanfaat bagimu. Dan tidak memberi faedah berteman dengannya. Berteman dengannya  hanyalah menghabiskan waktu. Maka hindarilah teman seperti ini.

  3. Teman yang utama (sahabat)

    Yaitu dia membawamu dari kebaikan dan melarangmu dari keburukan. Dia membuka pintu kebaikan dan menunjukkanmu padanya. Bila engkau tergelincir , maka dia menyelamatkanmu dengan cara tidak menjatuhkan kehormataan dan kemuliaanmu. (Syaikh Bakr Abu Zaid, Kitab Hilyah Thalib Al-Hilyah)

Seiring berjalan waktu dimulai dari pendidikan sekolah dasar sampai pendidikan sekolah tinggi telah banyak aku temukan berbagai karakter teman. Dari sekian teman yang aku kenal, ada teman teman yang utama yaitu sebut saja namanya Rahmad. Ya, temanku yang satu ini sudah mengenalku lebih dari 8 tahun. Bisa dikatakan suka dan duka aku, dia mengetahuinya.

Aku berteman darinya sejak di bangku sekolah menengah pertama. Tepatnya sewaktu kami masing-masing duduk di bangku kelas VIII. Dengan kegiatan ekskul pramuka, akhirnya kami yang beda kelas dipertemukan. Dengan semakin aktifnya kegiatan pramuka yang diikuti tiap pekan membuat hubungan kami semakin akrab. Rumahnya dan rumahku pun tidak begitu jauh. Sehingga aku sangat sering mengunjunginya begitu juga dengan dia. Bisa dikatakan segala tempat yang ada di rumahnya aku mengetahuinya. Hehe. Kami sering memberikan nasehat, disaat dia sedang membutuhkan nasehat maka layaknya aku sebagai teman bisa memberikan nasehat.

Dalam hal asmara juga, bisa dikatakan aku lebih unggul dalam masalah ini, hehe. Meskipun pada akhirnya aku lebih memilih untuk tidak berpacaran. Jadi aku sampaikan ke dia. “Ente jangan khawatir dalam masalah jodoh, lebih baik ente perbaiki diri dan cari pekerjaan yang baik.  InsyaAllah akan dimudahkan dalam hal jodoh”. Aku termenung dalam diam. Beginilah seharusnya sebagai seorang teman. Nasehat-menasehati dalam kebaikan. Inilah yang aku inginkan dalam pertemanan.

Sebagaimana manusia pada umumnya, rasa kecewa, sakit hati tentu ada. Begitulah juga kami, perdebatan, silang pendapat dan tak sepaham dalam bincang-bincang selalu ada. Tapi itu semua bisa kami atasi. Landasan kami dalam berargumen tetap memakai kaidah persahabatan. Jika salah diluruskan dan jika memang benar ya dilaksanakan. Pernah suatu ketika, kami berdebat masalah pembagian jadwal mengajar outdor ekskul pramuka. Aku bersikukuh harus mengikuti aturan yang sudah dijadwalkan. Tetapi temanku ini memiliki pandangan yang berbeda. Perdebatanpun terjadi, hingga urat di leher pun keluar, hehe. Ya, karena kami saling berargumen yang benar, maka aku pun legowo dan menerima pendapatnya.

Aku teringat perkataan Imam Syafi’i rahimahullah, beliau berkata “jika engkau mempunyai teman yang membantumu dalam ketaatan, maka eratkanlah peganganmu padanya, karena mendapatkan teman itu sulit, sedangkan berpisah darinya sangat mudah.” Ya, setelah aku menjalani kehidupan ini selama 23 tahun, dari sekian banyak teman yang ku kenal hanya beberpa dari mereka yang menasehatiku dalam kebaikan dan kebenaran. Semoga kiranya kedepan yang membaca artikel ini merupakan kriteria dari teman yang utama.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

No Responses

  1. Pingback: Masa-masa SMP | B E R K A H Sel, 16 Februari 2016

Leave a Reply