18 Macam Media Tanam Hidroponik Organik dan Anorganik yang Terdapat di Indonesia

Berkahkhair –  Media tanam hidroponik adalah bahan non tanah yang digunakan dan dimanfaatkan sebagai tempat tumbuh dan berkembang suatu jenis tanaman hidroponik.

Media tanam non tanah yang digunakan untuk jenis tanaman hidriponik adalah arang sekam, spons, rockwoll, coir/cocopeat, perlite, pumoce, vermiculite, pasir, kerikil, serbuk kayu, hydroton, hydrogel, kapas, kompos, pupuk kandang, pipuk kandang dan styrofoam (gabus).

Delapan belas media tanam diatas digunakan untuk jenis tanaman yang berbeda. Dalam artian tidak semua media tanam diatas dapat digunakan untuk semua jenis tanam hidroponik.

Akan tetapi ada beberapa media tanam yang dapat dan hanya digunakan untuk jenis tanam tertentu. Untuk lebiih jelas tentang media tanam hidriponik dapat dibaca berdasarkan penjelasan di bawah ini:

1. Media Tanam: Rockwool

1. Media Tanam: Rockwool

hydrofarm.co.id

Rockwool adalah salah satu jenis media tanam yang paling umum digunakan dalam dunia hidroponik. Rockwool sendiri merupakan jenis media tanam yang terbuat dari bahan organik.

Bentuknya seperti busa, berserabut, berpori dan memiliki bobot yang sangat ringan serta aman dari hama. Bahan utama rockwool adalah basalt atau sejenis granit atau batu kapur yang telah dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi.

Setelah bebatuan tersebut melelah maka akan terbentuk serat yang halus. Lalu serat tersebut dipintal hingga menjadi kumpulan benang dan terakhir dicetak sesuai kebutuhan.

Pada umumnya hasil cetakannya ini akan berbentuk seperti balok dengan ukuran yang panjang. Ada juga berbentuk seperti lempengan batu.

Rockwool adalah media tanam yang sangat tepat diaplikasikan untuk jenis akar tanaman hidroponik yang mudah busuk. Misalnya saja untuk jensi tanaman berpori dan berongga yaitu kangkung, selada, spider plant dan lain-lain.

Sehingga dengan menggunakan rockwool maka air akan meresap ke akar secara perlahan-lahan. Namun perlu dingat bahwa sebelum digunakan kepada jenis tanaman maka pastikan terlebih dahulu bahwa pH rockwool telah seimbang.

Yakni dengan merendamkan potongan rockwool di dalam air beberapa saat sebelum digunakan pada jenis tanaman.

2. Media Tanam: Hydroton / Expended Clay

2. Media Tanam: Hydroton / Expended Clay

dopediary.com

Media tanam selanjutnya adalah hydroton. Hydroton adalah jenis media tanam yang terpopuler dan paling banyak digunakan oleh toko atau kantor untuk memberikan kesegeran di ruangan.

Hydroton terbuat dari tanah liat atau tanah lempung yang kemudian dibentuk menjadi bulatan kecil dan setelah itu dipanaskan dalam suhu yang cukup tinggi.

Bentuk hydroton setelah dipansakan adalah bulat berpori serta bertekstur ringan. Dengan diamter bola bervariasi mulai dari 1 sampai 2,5 cm.

Fungsi hydroton hampir sama dengan rockwool yakni menyimpan dan menyerap air serta nutrisi tanaman dengan baik. Media tanam hydroton merupakan bahan yang steril, memuiliki kelembapan yang stabil dan pH yang netral.

Sehingga sangat tepat jika diaplikasikan ke jenis tanaman hidropnik. Kesehatan tanaman  akan lebih terjaga walaupun dipakai atau digunakan berkali-kali (berulang-ulang).

Apabila dalam prakteknya ditemukan lumut yang menempel di hydroton. Maka tidak perlu dibuang akan tetapi cukup dibersihkan saja dan Anda pun bisa menggunakannya kembali.

3. Media Tanam: Cocopeat (Serat Sabut Kelapa)

3. Media Tanam: Cocopeat (Serat Sabut Kelapa)

berkahkhair.com

Cocopeat adalah jenis media tanam organik yang ekonomis. Karena berasal dari serat sabut kelapa. Penggunaan serat sabut kelapa atau cocopeat pada media tanam hidroponik terbagi menjadi dua yaitu coco coir dan coco chip.

Dua jenis media tanam tersebut berasal dari sumber yang sama yaitu serat sabut kelapa. Perbedaannya hanya terletak pada ukuran serat kelapanya.

Untuk coco coir berukuran seperti pot tanah. Sedangkan coco chip berukuran seperti serbuk kayu atau serpihan kayu hasil potongan gergaji.

Cocopeat adalah salah satu media tanam yang ramah lingkungan. Dan memiliki daya serap air yang tinggi serta mempunyai pH antara 5 hingga 6,8. Sehingga tanaman yang tumbuh akan menjadi lebih baik dan kuat.

Dalam penerapannya, serat sabut kelapa biasanya dikombinasikan dengan media tanam hidroponik lainnya yakni arang sekam bakar. Dengan perbandingan 50:50.

Campuran dua jenis bahan tersebut bertujuan untuk menaikkan aerasi media tanam. Karena aerasi yang baik akan mendapatkan asupan oksigen yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Perlu dijelaskan bahwa sebelum Anda menggunakan cocopeat sebagai media tanam hidroponik maka rendam dan larutkan terlebih dahulu serat sabut kelapa di dalam air hangat agar warna pada sarat kelapa memudar.

Hal ini bertujuan agar warna air untuk media tanam tidak tercapur dengan nutrisi sehingga berefek pada perkembangan dan pertumbuhan tanaman.

Baca:

4. Media Tanam: Perlite

4. Media Tanam: Perlite

wisegeek.com

Media tanam yang ke empat adalah perlite. Media tanam ini terbuat dari bebatuan basalt. Yakni dengan cara memanaskan batu silica pada suhu yang tinggi. Sehingga menghasilkan bahan baru seperti popcorn atau busa, ringan, berpori dan berdaya serap tinggi.

Perlite termasuk media tanam dengan aerasi yang baik, ber-pH netral dan dapat digunakan tanpa dikombinasikan dengan media tanam yang lain.

Dalam aplikasinya perlite sangat tepat digunakan pada jenis tanaman yang menggunakan pot. Dan untuk jenis tanam yang ringan. Dalam artian seperti beberapa jenis sayuran dan bunga.

Namun untuk memperoleh hasil yang lebih baik maka perlite bisa dikombinasikan dengan media tanam lain seperti vermiculite atau cocopeat.

5. Media Tanam: Vermiculite

5. Media Tanam: Vermiculite

hubspot.net

Media tanam yang kelima adalah vermiculite. Ini merupakan media tanam yang terbuat dari bebatuan silica. Sehingga secara struktur memiliki bentuk yang sama dengan perlite. Namun, perbedaan hanya terletak pada ukuran bahannya saja.

Ketika batuan silica dipanaskan di dalam suhu yang tinggi maka akan membentuk bahan baru dengan tektstur yang cukup berat dari perlite namun daya serap tinggi dan memiliki aerasi yang baik.

Dalam prakteknya vermiculate dapat dikombinasikan dengan bahan hidroponik lain seperti perlite. Dengan perbandingan ketika disemai 50:50.

Namun setelah tampak tunas baru maka ditambahkan dengan tanah dengan persentase tanah : perlite : vermiculite secara berturut-turut 20 : 40 : 40. Dan terakhir setalah tumbuh dewasa persentasenya adalah 70 : 15 : 15.

Perbedaan antara vermiculite dengan perlite selain ukuran juga terletak pada persentase kelembaban yang tinggi serta mampu menahan lebih banyak kalium, kalsium dan magnesium.

6. Media Tanam: Arang Sekam

6. Media Tanam: Arang Sekam

amazonaws.com

Arang sekam merupakan media tanam yang sering digunakan dalam menanam tanaman hidroponik. Pasalnya media tanam satu ini adalah bahan yang ekonomis.

Aram sekam sering juga disebut dengan sekam bakar. Proses pembuatan arang sekam ini adalah dengan memanfaatkan sekam padi lalu kemudian dibakar hingga berubah warna menjadi hitam.

Dalam aplikasinya arang sekam ini memiliki multi fungsi, yakni selain digunakan sebagai budidaya tanaman hidroponik, namun juga digunakan untuk beberapa jenis tanaman pot.

Banyak orang memilih menggunakan arang sekam karena mempunyai daya ikat air yang sangat baik serta memiliki aerasi yang cukup bagus.

Ditambah lagi sekam bakar ini merupakan media tanam organik sehingga sangat ramah lingkungan. Kandungan pH-nya netral yakni 7. Sehingga sangat tepat dan bagus dijadikan sebagai tempat pertumbuhan akar tanaman.

Untuk memperoleh hasil yang baik para petani hidroponik selalu menambahkan media tanam lain sebagai campuran untuk media persemaian. Sebab dari campuran media tanam tersebut mengandung unsur silikat. Yang berfungsi memproteksi serangan ham dan patogen.

7. Media Tanam: Spons

7. Media Tanam: Spons

berkahkhair.com

Spons atau busa adalah salah satu bahan yang biasa digunakan untuk membersihkan berbagai jenis perabotan rumah. Mulai dari perlengkapan pencuci piring sampai digunakan sebagai bahan untuk sofa.

Namun, disisi lain ternyata busa dimanfaatkan sebagai media tanam hidroponik yang baik. Sebagaimana yang diketahui bahwa sofa sangat cepat menyerap air sehingga akar tanaman akan dapat mudah disangga dengan kuat dengan benda ini.

8. Media Tanam: Pasir

8. Media Tanam: Pasir

ammahsukma.com

Pasir adalah jensi media tanam pengganti tanah yang baik. Jenis media tanam pasir yang baik adalah yang berasal dari sungai dan pegunungan.

Sejauh ini pasir diamnggap sangat tepat dan sesuia jika dipakai sebagai media tanam untuk penyemaian benih, pertumbuhan dan perkembangan bibit tanaman dan stek batang.

Sifat pasir yang kering dan sedikit kasar memudahkan proses pertumbuhan bibit tanaman yang dianggap sudah berumur sehingga siap untuk dipindahkan ke media tanam lain.

Dalam artian pasir hanyalah dimanfaatkan sebagai media tanam awal. Baru kemudian untuk perkembangan tanaman bisa dipindahkan ke media tanam lain.

Keunggulan pasir pada jenis tanaman model stek ialah memudahkan tegaknya batang stek karena bobot pasir yang cukup berat dan berisi.

Kemudian dengan menggunakan pasir maka tanaman akan memperoleh aerasi dan drainase yang baik.

Akan tetapi ada beberapa jenis pasir yang perlu dihindari diantaranya pasir malang dan pasir bangunan. Kedua jenis pasir ini memiliki pori-pori berkapasitas besar. Sehingga pasir mudah cepat basah dan cepat kering akibat proses penguapan.

Kemudian sifat pasir lainnya ialah konsentrat kohesi dan kohensi yang dimiliki sangat kecil sehingga mudah sekali terkikis oleh angin dan juga air.

Dengan alasan tersebutlah banyak para petani hidropnik jarang menggunakan pasir sebagai media tanaman hidroponik tunggal. Akan tetapi sering dijadikan sebagai media tanam untuk penyemaian benih saja.

Misalnya pasir dikombinasikan dengan kerikil, batu-batuan dan bahan organik lainnya yang sesuia dengan jenis tanaman.

Lalu ada satu jenis pasir lagi yang harus dihindari oleh petani hidroponik. Jenis pasir tersebut adalah pasir pantai. Pasir pantai identik dengan kandungan garam yang tinggi.

Kendati demikian telah mengalami proses pembersihann tanaman akan mudah rusak bahkan mati. Serta organ-organ tanaman seperti akar, daun, batang dan ranting akan terlihat seperti terbakar dan berujung kematian.

9. Media Tanam: Kerikil

9. Media Tanam: Kerikil

pixabay.com

Media tanam kerikil tidak jauh berbeda dengan pasir. Perbedaan hanya terletak pada pori-porinya yang berukuran makro dan sedikit lebih besar dari pasir.

Dalam prakteknya banyak juga para petani memanfaatkan kerikil sebagai media tanam dengan cara hidroponik. Karena menurut petani penggunaan kerikil akan menolong peredaran larutan unsur hara dan udara.

Meskipun pada prinsipnya tidak menekan pertumbuhan akar. Akan tetapi kerikil dapat mengikat air sehingga lebih mudah basah dan juga cepat kering jika penyiraman tidak dilakukan secara rutin.

Dengan kelebihan yang dimiliki oleh kerikil sehingga di era globalisasi banyak dijumpai kerikil sintesis. Namun kerikil sintesin ini lebih bersifat semacam batu apung yakni ringan.

Kemudian dengan begitu memmpunyai rongga udara, permonya lebih baik dalam menyerap air. Dan sistem drainase yang dihasilkan juga bagus sehingga mampu mempertahankan kelembapan dan sirkualsi udara tanaman.

Kemudian dengan menggunakan kerikil maka tanaman akan tampak berwarna transparan dan kelihatan cantik dan indah.

10. Media Tanam: Serbuk Kayu

10. Media Tanam: Serbuk Kayu

angsungusaha.com

Serbuk kayu adalah jenis media tanam organik yang hanya bisa digunakan untuk jenis tanaman tertentu saja. Contohnya jamur tiram yang memerlukan kelembapam yang tinggi dengan begitu baru bisa bertahan hidup dengan baik.

Dalam penerapannya serbuk kayu selalu disandingkan dengan beberapa media tanam lain agar mendapatkan hasil yang terbaik. Dan serbuk kayu selalu diletakkan di bagian atas. Dengan tujuan dapat menjaga kelembaban udara dan air yang berada di bagian bawah sehingga terjaga dengan baik.

Kelebihan serbuk kayu diantara media tanam lain adalah kadar konsentar yang tinggi namun tetap dapat diatur nilai kepadatannya. Sehingga, jika menginginkan porositas yang rendah cukup mengatur rasio yang diberikan.

Disamping kelebihan yang ditawarkan serbuk gergagi. Juga ada beberapa kekurangan diantaranya mudah diserang jamur. Terutama jika dalam kondisi lembab. Tanaman akan cepat mati.

Jika memutuskan menggunakan serbuk kayu maka pastikan dicek setiap hari dan pastikan cahaya yang diterima tanaman tercukupi.

11. Media Tanam: Hydrogel (Gel)

11. Media Tanam: Hydrogel (Gel)

berkahkhair.com

Hydrogel adalah media tanam yang berbentuk kristal polimer. Hydrogel sangat jarang digunakan sebagai media tanam hidroponik namun sangat tepat dijadikan media tanam tanaman hias.

Pemakaian hydrogel terbilang simple, praktis dan efisien sebab tidak perlu repot-repot dengan menggantikan dengan model yang baru, menyiram bahkan memupuknya.

Keanekaragaman yang dimiliki hydrogel menjadi sebab tampak indah dan asri jika dipandang dan diletakkan di ruang tamu atau menja kantor.

Hampir semua jenis tanaman hias bisa memanfaatkan hydrogel sebagai media tanam. Seperti misalnya philodendron dan anthurium. Namun tidak cocok untuk model tanaman berakar seperti adenium alias tanaman hias bonsai.

Hal tersebut disebabkan karena tidak mampunya gel dalam menyerap air sehingga akar tanaman bisa saja tumbuh dengan besar dan keras dan akhirnya akan menyebabkan vas bunga menjadi pecah.

Di negara-negara maju semical Jepangm China, Korea selalu menggandengkan gel denagn media tanam lain untuk dipakai sebagai komponen terarium. Misalnya dengan pasir. Dengan kesannya yang berawarna-warni tanaman akan terlihat hidup dan segar.

12. Media Tanam: Kapas

12. Media Tanam: Kapas

berkahkhair.com

Kapas adalah media tanam hidropnik yang dapat digunakan sebagai media semai benih. Dengan mencampurkan kapas dengan air dan pupuk yang cukup maka penyemaian akan berjalan dengan baik.

Setelah muncul tunas atau tumbuhan baru maka tanaman tersebut bisa dipindahkan ke media tanam lain untuk perkembangan dan pertumbuhan yang maksimal.

Pada umumnya kapas diterapkan untuk jenis tanama seperti kacang hijau dan beberapa jenis kacang kecil lainnya. Kelebihan kapas yaitu memiliki daya serap air yang tinggi sehingga dengan begitu akar tanaman akan terikat dengan kuat.

Kekurangan kapas dari media tanam lainnya yaitu tidak adanya unsur makro maupun mikro sehingga menghambat pertumbuhan tanaman hidroponik.

Karena pada umumnya kapas hanya digunakan sebagai media kecambah saja. Karena teksturnya yang dapat lebih lama menjaga kelembaban dibandingkan dengan media tanam lain.

13. Media Tanam: Tanah Liat

13. Media Tanam: Tanah Liat

pasirjakarta.wordpress.com

Media tanam selanjutnya adalah tanah liat. Tanah liat memiliki tekstur tanah yang paling halus dan lengket serta berlumpur dengan warna kuning kecoklatan.

Kaarakteristik atau ciri-ciri tanah liat yakni mempunyai pori-pori berukuran kecil (pori-pori mikro) dan juga pori-piri kapasitas makro. Namun persentasenya lebih kecil.

Dengan dua komposisi ini menjadikan tanah liat mampu mengikar air dengan cukup kuat. Adapun pengertiand ari pori-pori mikro ialah pori-pori halus yang mengandung air kapiler atau udara.

Sedangkan pori-pori makro ialah pori-pori kasar yang mengandung udara atau gravitas air di udara menjadi lambat.

Dalam prakteknya tanah liaat hanya memiliki sedikit sekali unsur hara sehingga dikombinasikan dengan unsur atau media tanam lain semisal arang sekam, vermiculate dan lain sebagainya.

Atau bisa juga dikombinasikan dengan media tanam lain seperti pasir dan humus. Akan tetapi kombinasi tersebut hanya tepat untuk media penyamaia saja.

14. Media Tanam: Gabus (Styrofoam)

14. Media Tanam: Gabus (Styrofoam)

berkahkhair.com

Gabus atau styrofoam adalah media tanam anorganik yang terbuat dari bahan kopolimer styren yang ringan dan tepat untuk beberapa jenis tanaman tertentu.

Awalnya styrofoam hanya digunakan sebagai media aklimitasi atau penyesuain diri bagai tanaman sebelum ditanam di lahan. Akan tetapi proses tersbeut hanya bersifat sementara.

Ukuran yang dikehendaki untuk media tanam pada gabus ialah 1 x 1 x 1 cm. Para petani sering mencampurkan media tanam lain agar mendapatkan porositas yang baik.

Penerapannya yakni dengan menjadikan bola-bola kecil seperti kacang kedelai. Sehingga membuat media tanam ini menjadi lebih ringan. Dan semut juga tidak akan bersarang di dalamnya.

15. Media Tanam: Batang Pakis

15. Media Tanam: Batang Pakis

indonesianorchids.wordpress.com

Berdasarkan atau sesuai dengan warna pakis, maka batang pakis dapat dibedakan menjadi dua yaitu batang pakis berwarna hitam dan batang pakis berwarna coklat. Dari kedua jenis pakis tersebut, batang pakis berwarna hitam lebih sering digunakan sebagai media tanam daripada pakis hijau.

Batang pakis berwarna hitam berasal dari tanaman pakis yang telah tua sehingga menjadi lebih kering. Tidak hanya sebatas itu, batang pakis ini pun sangat mudah dibentuk atau dipolah menjadi potongan – potongan kecil dan kemudian sering dikenal sebagai cacahan pakis.

Selain dalam bentuk cacahan, batang pakis juga banyak dipasarkan atau dijual sebagai media tanam siap pakai. Dan biasanya dijual dalam bentuk lempengan persegi empat.

Umumnya, bentuk lempengan pakis dipakai sebagai media tanam bunga anggrek. Namun kelemahan dari lempengan batang pakis ini ialah gak jarang dihuni oleh semut alias serangga-serangga kecil lainnya seperti kumbang atau lebah.

Ciri-ciri yang menjadi kelebihan media batang pakis ini lebih disebabkan oleh sifat-sifatnya yang mudah mengikat dan menyerap air, mempunyai aerasi dan drainase yang bagus serta bertekstur lunak atau lembut oleh akar tanaman  hidroponik.

16. Media Tanam: Kompos

16. Media Tanam: Kompos

berkahkhair.com

Kompos merupakan media tanam organik (baca: mudah terurai (dekomposisi)) yang bahan dasarnya berasal dari proses fermentasi tanaman atau biasan dikenal dengan limbah organik.

Seperti jerami, sekam, daun, rumput, dan sampah kota. Keuntungan dari penggunaa kompos sebagai media tanam hidroponik ialah sifatnya yang mampu mengembalikan unsur hara tanah dan keseburuna tanah baik secara fisik dan kimiawi.

Tidak berhenti di situ, kompos juga dapat diberfungsi sebagai fasilitator dalam penyuburan dan penyerapan unsur nitrogen yang sangat diperlukan oleh tanaman.

Kandungan bahan organik yang dimiliki kompos menjadi sebab dalam membenahi struktur tanah. Dari fungsi tersebut dikenallah 2 peranan kompos secara umum.

Diantaranya soil conditioner dan soil ameliorator. Soil condotioner adalah fungsi kompos dalam melakukan pembenahan struktur tanah, terutama untuk tanah kering. Sedangkan soil ameliorator berfungsi dalam memperbaiki unsur kation yang ada di dalam tanah.

Disamping itu kompos juga telah mengalami pelapukan adan pengurain secara sempurna. Sehingga kompos merupakan media tanam yang ideal. Sebab meskipun warnanya hitam, namun kompos tidak berbau, kadar air rendah dan memilihi suhu ruang yang bagus.

17. Media Tanam: Moss

17. Media Tanam: Moss

slmag.com

Moss merupakan media tanam yang berasal dari akar paku-pakuan alias kadaka yang tak sedikit dijumpai di hutan-hutan.

Moss sering dimanfaatkan sebagai media tanama untuk menyemaikan benih mulai dari awal hingga masa pembungaan.

Dengan begitu menjadikan tanaman akan tanaman mudah bernapas dan berongga seta akan berkembang secara leluasa.

Menurut sifatnya, moss media tanam yang sangat baik karena mampu mengikat air dengan kuat dan memiliki sistem drainase dan aerasi yang cukup lancar. Namun para petani selalu mengkombinasikan moss dengan media tanam lain semisal serbuk kayu, gambut, daun kering dan tanah humus.

18. Media Tanam: Pupuk Kandang

18. Media Tanam: Pupuk Kandang

photobucket.com

Pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan disebut sebagai pupuk kandang. Misalnya kerbau, kuda, kambing dan sapi atau hewan unggas lainnya seperti ayam, bebek dan burung.

Pupuk kandang mengandung unsur yang baik sebagai media tanam. Diantaranya natrium, kalium, fosfor dan kalium. Dengan 4 unsur tersebutlah yang menjadi alasan pupuk kandang adalah media tanam hidroponik yang bagus.

Dengan unsur hara tersebut maka tanaman akan tumbuh dan berkembang secara optimal. Disamping itu juga mikroorganisme yang menyatu dalam pupuk kandang diyakini sanggup merombak bahan organik yang sysah dicerna oleh tanaman.

Berdasarkan penelitian kandungan unsur hara yang dimiliki pupuk kandang dipengaruhi oleh 7 faktor. Diantaranya tipe hewan, umur hewan, kondisi hewan (sehat), jenis makanan hewan, bahan hamparan, perlakuan saat beternak hewan dan penyimpanan kotoran sebelum diolah sebagai media tanam.

Pupuk kandang yang digunakan sebagai media tanam harus lulus tahap kematangan dan steril. Yakni dintandai dengan warna pupuk yang berubah warna menjadi hitam pekat. Hal in bertujuan agar dapat mencegah timbulnya bakteri yang dapat merusak tanaman.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

3 Comments

  1. cincin kawin Kam, 24 November 2016
  2. icha pista Sel, 29 November 2016
    • Khair Rab, 30 November 2016

Leave a Reply