Penjelasan Lengkap Tentang Morfologi Kumbang

Kumbang – Kumbang atau bahasa ilmiahnya Coleoptera merupakan ordo dari jenis serangga. Coleoptera berasal dari bahasa Yunani  κολεός, koleos, dan πτερόν, pteron yang apabila disatukan bermakna sayap berlapis.

Sayap berlapis dikarenakan setiap jenis kumbang memiliki dua pasang sayap. Sepasang sayap yang berada di bagian depan disebut elytra.

Kedua pasang sayap ini akan mengeras dan menebal sehingga dapat berfungsi untuk melindungi atau memproteksi pasangan sayap yang tepat berada di belakang maupun melindungi bagian belakang tubuh kumbang.

A. Klasifikasi Ilmiah Kumbang

Klasifikasi Ilmiah Kumbang

pixabay.com

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Class : Insecta
Upclass : Pterygota
Infraclass : Neopetra
Superordo : Endopterygota
Ordo : Coleoptera

B. Gambaran Umum Kumbang

Gambaran Mengenai Kumbang

pixabay.com

Dari berbagai jenis ordo yang tersebar dalam kelas serangga hanya ordo coleoptera yang paling banyak memiliki spesies. Ada sekitar 400.000 jenis serangga jenis kumbang yang menyebar di seluruh dunia.

Kumbang sangat luas penyebarannya sehingga sangat mudah ditemukan kecuali di bagian kutub dan lautan. Begitu juga halnya, kumbang dapat hidup dalam berbagai cara dan mereka umumnya mampu menyesuaikan diri dengan ekosistem tempat tinggal.

Sebagian dari jenis kumbang bersifat detritus. Yaitu mampu menghancurkan jaringan hewan dan jaringan tumbuhan yang telah mati, mengkonsumsi bangkai dari jenis tertentu dan memakan sampah.

Adapun memakan jenis jamur, buah dan bunga. Dan juga sebagai parasit maupun pemangsa dan predator bagi invetebrata lain.

Tidak sedikit juga dari spesies kumbang yang berguna bagi pertanian karena ada sebagian dari mereka mampu mengendalikan hana pertanian.

Contohnya dari keluarga coccinellidae yang memangsa aphid, serangga sisik, thrips dan serangga penghisap tanaman.

Jika ditelusuri kumbang bukanlah hama yang serius dan perusak, karena sangat sedikit dari jenis mereka yang merusak hasil pertanian. Contohnya kumbang kentang, kumbang kapas, kumbang tepung merah dan kumbang kacang tunggak.

Bisa juga dibaca:
Metode yang Tepat Beternak Ulat Sutra

C. Karakteristik Fisik (Morfologi Eksternal) Kumbang

Morfologi Kumbang

wikipedia.org

Secara umum kumbang memiliki rangka (exoskeleton) dan sayap yang sangat keras. Exoskeleton ini terdiri dari beberapa lapisan yang disebut sclerite. Sclerite ini kemudian dipisahkan oleh jahitan tipis.

Sehingga mampu berfungsi sebagai pertahanan berlapis tanpa mengabaikan fleksibilitas. Secara morfologi kumbang terdiri dari 3 bagian utama yakni kepala, dada dan perut.

Baca:
50 Gambar dan Macam-macam Serangga yang Ada di Sekitarmu

3.1. Kepala Kumbang

Kepala memiliki tekstur yang keras dan sangat bervariasi. Pada bagian kepala terdapat mulut yang mengarah ke depan dan juga ke bawah.

Kumbang memiliki mata yang majemuk dimana memungkinkan dapat beradaptasi di habitat yang ekstrem sekalipun, sebagaimana dalam kasus kumbang gasing yang famili dengan Gyrinidae.

Mata mereka terpisah sehingga mampu melihat ke atas dan ke bawah permukaan air. Adapun juga spesies lain yang dapat melihat secara terpisah antara kedua matanya. Contohnya kumbang tandung panjang yang famili dengan Cerambycidae dan kumbang pengerak.

Selain mata majemuk ada beberapa genre kumbang yang memiliki mata ocelli yakni mata sederhana yang kecil dan terletak jauh di belakang kepala (vertex).

Antena yang terdapat pada kepala kumbang berfungsi sebagai indra penciuman dan sebagai pendeteksi area yang di sekitar secara fisik.

Adapun dari beberapa jenis kumbang lain, antena berfungsi untuk alat kawin dan sebagai pertahanan dari serangga pemangsa lain. Umumnya jenis antena pada kumbang sangat bervariasi, namun ada juga yang memiliki bentuk yang sama.

Dalam beberapa kasus yang kami temukan, antena jantan dan betina meskipun dalam satu spesies bisa berbeda bentuk.

Bisa saja antara ujung antena memiliki tekstur tebal namun di bagian memiliki bentuk yang tipis seperti benang, yang membengkok dengan sudut tajam. Dapat analogikan seperti untaian manik-manik, atau seperti sisir dan bergerigi.

Mulut pada kumbang hampir sama dengan belalang. Umumnya pada bagian mulut dikenal dengan rahang atau mandibel. Yang jika dilihat seperti penjepit besar.

Mandibel merupakan struktur yang menyerupai gigi yang keras yang digunakan untuk menarik, menghancurkan dan memotong makanan dan pelindung dari musuh.

Kemudian pada bagain mulut terdapat dua pasang organ yang menyerupai jari, maksila dan papli labial. Ini hampir terdapat bagain sebagian besar kumbang yang berfungsi untuk memasukkan makanan ke dalam mulut. Di beberapa bagian spesies, bentuk mandibel jantan lebih besar daripada mandibel pada betina.

3.2. Dada (thorax) Kumbang

Dada (thorax) adalah bagian kedua yang dapat dilihat secara jelas yaitu dada depan (prothrax) dan pterathorax. Pterathorax adalah gabungan dari dada tengah dan belakang.

Jika diperhatikan dari bagian bawah maka dada tempat melekatnya 3 pasang kaki dan 2 pasang sayap. Sedangkan perut terletak di semua bagian belakang dada.

Apabila dilihat dari bagian atas, kumbang memiliki bagian lapisan yang sangat keras yang disebut dengan pronotum yang biasa disebut bagian depan dada dan belakang dada yang tersembunyi oleh sayap kumbang,

Kumbang memiliki kaki yang beruas-ruas, umumnya setiap kaki memiliki 3-5 ruas kecil disebut dengan tarsi. Sebagaiaman jenis serangga lainnya kumbang memiliki cakar pada setiap kakinya.

Sebagian dari jenis mereka menggunakan kaki hanya untuk berjalan di areal pepohonan maupun di tanah. Adapun beberapa spesies kumbang memodifikasi kakiknya untuk berenang.

Selain itu kaki mereka dapat digunakan untuk menggali tanah maupun pepohonan yang lapuk. Seperti contohnya kumbang tanah dari famili Histeridae. Kemudian ada beberapa kumbang lainnya seperti kumbang kutu menggunakan kakinya untuk melompat.

Sayap atau elytra terhubung ke bagian pterathorax. Elytra bukanlah digunakan untuk terbang tetapi lebih cenderung untuk menutupi belakang bagian tubuh dan berfungsi untuk melindungi pasangan sayap kedua (alae).

Untuk dapat menggerakkan sayap belakang maka elytra harus dinaikkan. Dari sekian banyak jenis kumbang, ada beberapa dari mereka tidak memiliki kemampuan untuk terbang antara lain kumbang tanah dan beberapa kumbang dari famili cuculionidae serta jenis kumbang yang hidup di gurun dan gua.

3.3. Perut (abdomen) Kumbang

Perut atau abdomen terletak pada bagian belakang dari dada belakang. Perut terdiri atas serangkaian cincin. Pada masing-masing cincin terdapat lubang untuk bernafas dan respirasi yang biasa disebut ventilator.

Ventilator membentuk tiga sclerite yang tersegmentasi secara berbeda diantaranya tergum, pleura dan sternum.

Tergum hampir terdapat pada semua spesies yang berbentuk membran yang lembut dan tersembunyi di balik sayap. Pleura berbentuk kecil dan tersembunyi. Dan sternum terlihat paling lebar dari bagian perut dan ini merupakan segmen yang tidak mengeras.

D. Karakteristik (Morfologi) Internal

Morfologi Internal Kumbang

wikipedia.org

Karakteristik internal kumbang dapat dibagi menjadi 5 bagian diantaranya

4.1. Sistem Pencernaan Kumbang

Sistem Pencernaan kumbang dipengaruhi dari jenis makanan yang mereka konsumsi. Pada sebagian besar kumbang proses pencernaan dilakukan oleh midgut depan atau anterior dengan dibantu oleh enzim midgut.

Saluran pencernaan pada kumbang terdiri dari faring yang pendek dan sempit akan tetapi dapat melebar. Kemudian amplea yang kurang begitu berkembang.

4.2. Sistem Saraf Kumbang

Sistem saraf pada kebanyakan kumbang bervariasi tergantung dari jenis spesiesnya. Kemudian terdapat tiga ganglia dada dan tujuh atau delapan ganglia abdomen atau perut yang bisa dibedakan dari ujung semua ganglia sehingga membentuk struktur komposit.

4.3. Sistem Pernapasan Kumbang

Sebagaimana hewan lainnya, kumbang menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida melalui trakea. Adapun udara masuk melalui spirakel dan bersikulasi di dalam haemacoel pada sistem trakea dan tracheoles.

Adapun jenis kumbang penyelam maka dia membawa gelembung udara ketika menyelam. Gelembung tersebut akan ditampung di bawah elytra atau juga bisa ditempel pada tubuh yang diselimuti bulu-bulu hidrofobik khusus.

Gelembung tersebut yang akan menutupi beberapa spirakel sehingga memungkinkan oksigen yang masuk melalui trakea. Contohnya kumba jenis dytiscidae.

4.4. Sistem Peredaran Darah Kumbang

Kumbang memiliki sistem peredarahan darah terbuka yang lebih didasasrkan kepada hemolimfa daripada darah. Adapun pembulu bersegmen seperti contohnya hati akan menempel pada dinding dorsal hemocoel.

Pembuluh ini memiliki lubang-lubang kecil yang biasa disebut ostia dan kemudian akan mensirkulasikan hemolimfa dari rongga utama hemocoel keluar menuju rongga anterior di bagian kepala.

4.5. Organ Khusus Lain Kumbang

Untuk menemukan pasangannya kumba akan memproduksi kelenjar khusus yang disebut feromon. Feromon ini dihasilkan dari sel-sel epitel yang melapisi permukaan bagian dalam segmen perut apical.

Adapun feromon yang berbasis asam amino dari spesies melolothinae dihasilkan dari kelenjar di bagian abdominal. Dan masih banyak lagi spesies yang menghasilkan feromon yang berbeda-beda.

E. Aksi Pertunjukan Kumbang Tanduk 

F. Jenis-jenis Kumbang

6.1. Kumbang Koksi
6.2. Kumbang Lucanid
6.3. Kumbang Scarabaeidae
6.4. Kumbang Tanah
6.5. Kumbang Kulit

6.6. Kumbang Klik
6.7. Kumbang Tenebrionidae
6.8. Kumbang Geotrupidae
6.9. Kumbang Penyelam
6.10. Kumbang Pengerek

6.11. Kumbang Phyllophaga
6.12. Kumbang Kunang-kunang
6.13. Kumbang Permata
6.14. Kumbang Lepuh
6.15. Kumbang Anobiidae

6.16. Kumbang Rove
6.17. Kumbang Hydrophilidae
6.18. Kumbang Shilphidae
6.19. Kumbang Nitidulidae
6.20. Kumbang Tentara

6.21. Kumbang Passalidae
6.22. Kumbang Gyrinidae
6.23. Kumbang Cleridae
6.24. Kumbang Plectrodera Scalator
6.25. Kumbang Flea Beetle

6.26. Kumbang Pleocomidae
6.27. Kumbang Polyphaga
6.28. Kumbang Warna Api
6.29. Kumbang Adefaga
6.30. Kumbang Elmidae

6.31. Kumbang Hister
6.32. Kumbang Lycidae
6.33. Kumbang Cucujidae
6.34. Kumbang Butir Bergerigi
6.35. Kumbang Latrididae

6.36. Kumbang Cryptophadae
6.37. Kumbang Callidium Violaceum
6.38. Kumbang Lyctus
6.39. Kumbang Drycpidae
6.40. Kumbang Acrocinus Longimanus

6.41. Kumbang Saperda
6.42. Kumbang Tomentosus
6.43. Kumbang Cryptolestes
6.44. Kumbang Psephenidae
6.45. Kumbang Archostemata

6.46. Kumbang Helophorus
6.47. Kumbang Cantahris
6.48. Kumbang Rutpela Maculata
6.49. Kumbang Dascilidae

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply