Astaghfirullah! Seorang Anak Tega Memberikan Daging Babi Kepada Ibunya Saat Berbuka Puasa

Disaat ridha Allah dibawah ridha orangtua. Disaat kesuksesan anak karena doa orangtua. Malah dilain hal kita dikejutkan oleh  seorang anak mendurhakai ibu kandungnya sendiri.

Bayangkan saja yang diberikan anak ini bukan makanan yang enak, layaknya makan di sebuah restoran ternama. Melainkan sepotong daging babi yang jelas keharamannya. Bukan hanya itu saja, dia berikannya saat buka puasa! Astaghfirullah.

Kisah seorang anak ini merupakan kejadian yang sangat menyentuh bahkan bisa meneteskan air mata dan juga pelajaran bagi kita. Kenapa ada anak yang tega berkelakuan seperti itu?

Tidakkah anak itu ingat bagaimana perjuangan ibu yang mengandungnya bahkan sampai melahirkannya hingga bisa menghirup udara segar sampai sekarang ini. Apa yang ada didalam pikirannya? Mari kita simak cerita anak durhaka ini.

Kejadian ini tepat terjadi di bulan suci Ramadhan, sekitar tahun 90-an. Saat menjelang buka puasa, suara jeritan pemuda berusia sekitar 30 tahun terdengar di dalam bilik rumah. Raungan tersebut semakin keras setiap harinya. Sebelumnya tidak ketahui apa masalahnya yang diderita pemuda ini.

Segala pengobatan tradisional sampai modern telah dilakukan keluarga ini. Namun tidak ada yang berhasil mendiagnosa dengan tepat penyakitnya. Sampai suatu hari dipanggillah seorang ustadz setempat untuk mengetahui dan mengobati apa penyebab penyakit anak ini.

Kemudian pemuda ini pun menceritakan satu kisah yang menyayat hati.

Beberapa tahun yang lalu saat aku masih serumah dengan ibu. Aku adalah anak yang nakal dan suka melawan perintah orangtua. Apapun yang disuruh orangtua tak pernah aku turuti.

Hingga pada suatu hari, ibu aku menyuruh membelikan lauk untuk berbuka puasa. Berulang kali ibu menyuruhku tak pernah aku gubris. Hingga akhirnya dengan perasaan jengkel kepada si ibu dia pun pergi ke pasar.

Karena kejengkelan dan hati yang tidak ikhlas, aku pun membelinya dan langsung menyerahkan kepada ibu. Ibuku saat itu gembira sekali melihat aku. Sehingga dia sangat semangat memasak makanan untuk acara buka puasa. Padahal aku tak pernah melaksanakan shalat dan puasa.

Tetesan air matapun jatuh dari mata pemuda ini. Dan berhenti bercerita kepada sang ustadz. Suara tersedu-sedu bagaikan meraung dirasuki syaitan tak lagi terlelakkan. Kemudian pemuda ini menlanjutkan pembicaraan.

“Ustadz, taukah engakau daging apa yang aku belikan kepada ibuku dulu?!” Ustadz menjawab dengan gelengan kepala.

“Emangnya daging apa?” Tanya ustadz kembali.

“Aku beli daging babi ustadz! aku sangat berdosa”. Jawab pemuda dengan gugup.

Astaghfirullah”, dengan mata terbelalak dan mulut ternganga tak mampu lagi ustadz itu menimpali.

Kemudian pemuda ini melanjutkan lagi ceritanya.

“Namun ustadz, kejadian ini tidak sekali saja tapi berkali-kali!”

“Aku dulu juga pernah disuruh belikan daging ekor lembu tapi ustadz, yang aku belikan bukan ekor lembu melainkan daging ular!”

“Ustadz, aku sungguh anak durhaka! Sambil tersedu menahan tangis dan sakit.

“Karena kelakuan ini, tidak lama  kemudian ibuku jatuh sakit dan kemudian meninggal”. Tangisan air matapun tak bisa lagi dibendung.

Sejak kejadian itu aku langsung insaf dan bertaubat, Ustadz!

“Namun, setiap kali bulan Ramadhan tiba saat menjelang berbuka aku tak pernah melupakan kejadian ini. Aku sangat durhaka ustadz!”

“Apa yang harus aku lakukan ustadz?! Agar penderitaanku ini cepat berakhir?”

Sang ustadz pun tak dapat berkata banyak selain mengatakan kepada pemuda tersebut, “bertaubatlah kau nak, banyak beristighfar dan bersabarlah. Semoga Allah mengampuni mu atas dosa-dosa yang telah engkau perbuat.

Dia tak mampu menahan perasaan bersalahnya ketika itu yang menyebabkan dia akan menangis setiap hari mengenang dosa-dosa kepada si Ibu yang sudah tiada.

Setelah membaca ini, tidakkah kita berkaca diri ada banyak kasih sayang yang telah diberikan ibu kepada anaknya. Ketahuilah sobat, janganlah sampai kita mendurhakai ibu. Sayangilah dia dengan semaksimal mungkin.

Jangan sampai tindakan buruk ini adalah penyebab orangtua tidak ridha kepada kita. Semoga kita bisa ambil pelajaran dan hikmah dari kish diatas.

Silahkan like dan share agar mereka tau betapa berharganya kedudukan orangtua dalam islam.

 

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply