Cara Menulis Karya Ilmiah

Dalam menulis karya ilmiah ada hal pokok yang mendasar agar sebuah karya ilmiah itu bagus, dapat dipercaya dan akurat. Maka seorang penulis karya ilmiah harus rajin membaca dan mengkaji suatu disiplin ilmu. Kemudian juga seorang penulis karya ilmiah mesti bersabar dalam mengkaji dan meneliti suatu sumber masalah yang nantinya akan dituangkan di dalam suatu bentuk tulisan ilmiah. Sehingga pembaca menikmati informasi dan data terpercaya dari penulisan karya ilmiah tersebut.

Apa sih sebenarnya karya ilmiah itu? Dan Bagaimana penulisan karya ilmiah yang benar? Baik, disini kami akan menjelaskan dengan gamblang hal yang berhubungan dengan karya ilmiah.

Pengertian Karya Ilmiah

pixabay.com

pixabay.com

Menurut Soeparno, karya ilmiah adalah rangkaian tulisan yang membahas suatu permasalahan dan ditulis berdasarkan metode ilmiah. Adapun menurut Arifin karya ilmiah adalah tulisan yang berisi dan menyajikan fakta dengan metodologi penulisan yang baik dan benar serta sistematis. Jadi bisa kita ambil kesimpulan bahwa karya ilmiah (scientific paper) adalah suatu bentuk tulisan dengan metodologi ilmiah yang menyajikan data yang akurat dan terpercaya dan dilakukan oleh perorangan atau tim dengan memenuhi etika keilmuan yang telah dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

Ada berbagai jenis karya ilmiah yang wajib diketahui pembaca.

  • Makalah

    Yaitu salah satu jenis karya ilmiah berisii permasalahan tertentu dari hasil kajian pustaka (referensi, textbook) atau kajian di lapanngan dengan tujuan untuk memenuhi tugas akademik ataupun non akademis. Contoh tugas akademik yaitu makalah yang membahas seni budaya atau olahraga. Contoh tugas non akademis yang tidak berhubungan dengan institusi pendidikan. Diantaranya makalah yang membahas adat istiadat suatu daerah.

  • Laporan Penelitian

    Adalah suatu jenis karya ilmiah yang membahas suatu permasalahan dimana sebelumnya sudah dihipotesakan dan kemudian diteliti dan disusun menurut metode penulisan yang sistematis dengan bahasa Indoensia yang lugas. Contoh dari laporan penelitian ini pada umumnya dilakukan oleh kalangan akademis yang melakukan riset di laboratorium.

  • Skripsi

    Adalah suatu karya tulis ilmiah untuk sarjana S1 berupa paparan dari hasil suatu pengkajian yang dalam melalui data yang akurat, metode penulisan yang benar, sumber referensi yang terpercaya dan menggunakan kaidah yang berlaku. Contohnya Skripsi dengan judul “Karakterisasi Arus dan Temperatur Menggunakan Data Akusisi LabJack U6 Berbasis LabView”.

  • Tesis

    Merupakan karya ilmiah yang diperuntukkan untuk mahasiswa sarjana S2 yang mana tulisannya diangkat dari pengalaman empiris dan teoritik serta bersifat mendalam. Tesis memuat tulisan dengan persetanse penulis 80% dan pembimbing 20%. Pemaparan yang dijelaskan dalam tesis berupa desktipstif dan analitis. Dan metode yang digunakan biasanya memakai uji kualitatif lanjut.

pixabay.com

pixabay.com

  • Disertasi

    Adalah karya tulis ilmiah yang bersifat original (artinya meneliti suatu yang baru), diteliti secara mendalam, diangkat dari kajian teoritik yang didukung oleh fakta empiris dengan persentase penulis 90% dan pembimbing 10%. Adapun tesis diperuntukkan bagi pendidikan jenjang sarjana S3 (doktor).

Sikap Ilmiah

pixabay.com

pixabay.com

Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas bahwa suatu karya tulis dikatakan ilmiah jika memenuhi persyaratan yang telah dikukuhkan oleh masyarakat keilmuan. Apa sebenarnya sikap ilmiah? Sikap ilmiah adalah sikap seorang penulis untuk menerima, pendapat, yang tak kenal putus asa dan tekun serta keterbukaan dalam kritik ketika menghadapi berbagai persoalan ilmiah. Maka dari itu bagi seorang penulis karya tulis ilmiah harus memiliki sikap ilmiah agar hasil karyanya tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan diterima oleh masyarakat pada umumnya dan kepada diri sendiri secara khusus. Orang yang berjiwa ilmiah seharusnya memahami dan merealisasikan sikap-sikap ilmiahnya agar karyanya semakin berkualitas. Berikut akan kami jelaskan sikap ilmiah pagi penulis:

  1. Jujur

    Jujur adalah sikap seseorang untuk menerima apa adanya dan mengakui kesalahan. Dengan bersikap jujur maka hati akan terasa lapang dan tidak ada beban yang dipikulnya. Karena sesungguhnya sikap jujur itu tidak akan merugikan penulis bahkan mendatangkan manfaat dan orang akan percaya dengan hasil karya kita. Seorang penulis yang jujur tentu akan mengambil data yang terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga data tersebut dapat berkualitas secara isi.

  2. Optimis

    Sikap optimis merupakan sikap yakin akan adanya kehidupan yang lebih baik sehingga tujuan pasti akan tercapai. Dengan sikap optimis ini maka penelitian yang dilakukan oleh penulis maupun peneliti akan lebih semangat dan percaya diri dalam melakukan aktifitasnya.

  3. Objektif

    Seorang penulis dalam menyikapi suatu persoalan harus memandang secara bijaksana. Data-data yang diperoleh dari sumber yang terpercaya. Sikap objektif dalam menjawab persoalan harus menyampingkan perasaan pribadi. Dengan begitu yang membaca tulisan ilmiah kita akan benar-benar mendapatkan kepuasaan.

  4. Skeptis

    Sikap ilmiah yang ke empat ini merupakan sikap hati –hati dan kritis dalam mendapatkan informasi. Informasi yang diperoleh harus ditelaah, teruji dan didukung oleh fakta-fakta yang kuat sehingga dalam menampilkan suatu tulisan benar-benar baik dan tidak keliru.

    pixabay.com

    pixabay.com

  5. Tekun

    Kemampuan untuk terus berusaha jika nantinya mendapatkan kendala maupun kegagalan adalah sikap yang harus dimiliki seorang penulis. Jika dalam meneliti sifat tekun ini tidak dimiliki oleh peneliti maka karya yang dihasilkannya akan buruk dan seorang peneliti tersebut bisa jadi merasa frustasi. Ketelitian dapat meminimalisir kesalahan dalam menulis sehingga tulisan yang dihasilkan berkualitas sesuai yang diinginkan oleh pembaca.

  6. Terbuka

    Menerima setiap respon, kritik yang membangun atau menyudutkan, koreksi terhadap suatu proses penellitian harus dimliki seorang ilmuwan. Sikap ini akan mengantarkan penulis untuk senantiasa bersikap bijaksana dalam mehamai persoalan yang menerpa. Keterbukaan akan mendatangkan sikap terus memperbaiki diri agar tulisan ilmiah yang dihasilkan semakin bagus.

  7. Kreatif

    Memunculkan ide-ide yang baru dan terus berinovasi dalam menghasilkan suatu karya adalah sikap yang sangat dibutuhkan bagi penulis karya ilmiah. Sikap seperti ini akan mengurangi kebosanan dalam menulis. Pikiran akan senantiasa cemerlang. Karena selalu dihiasi dengan ide yang baru dan ingin mencoba hal baru. Rasa senang dalam menulis karya ilmiah akan selalu hadir dalam setiap langkah-langkah penelitiannya.

  8. Analitis

    Yaitu kemampuan dalam menjawab permasalahan dari sudut pandang yang menyeluruh. Sikap ilmiah ini akan membiasakan diri dalam melihat persoalan itu secara detail dan lengkap. Dengan begitu hal sekecil apapun akan sangat penting dan berharga.

  9. Mendekatkan Diri Kepada Allah

    Tiadalah berguna seorang penulis karya ilmiah jika dalam meniliti suatu masalah tidak dibarengi dengan ketaatan kepada Allah subhanahu wa’atala. Dengan mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa’atala maka setiap persoalan akan terasa ringan. Dan hati akan merasa tentram karena di dalam hatinya selalu berprasangka baik kepada Sang Pencipta.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply