Terimakasih Sobat, Karena Dirimu Aku Bisa Setegar Ini

Tidak ada seorangpun di dunia ini hidup dalam kesendirian. Bukankah manusia itu adalah makhluk sosial sobat? Yaitu membutuhkan interaksi satu dengan lainnya. Interaksi itu bisa dengan manusia, hewan dan tumbuhan. Tahukah sobat selain dari ketiga diatas? Ingatlah paling penting yaitu interaksi kepada Allah Sang Pencipta. Allah selalu ada bersama kita. Kita sangat membutuhkanNya.

Sobat, sewaktu kita dirundung masalah. Apa yag kita lakukan pada saat itu? Berteriakkah atau menyendiri di kamar? Kepada siapakah kita mengadu? Kepada teman, pacar, sahabat atau orangtua? Jika kiranya masalah itu datang maka mengadulah pertama kepada Allah subhanahu wata’ala. Perbanyaklah sujud dan mintalah kepadaNya meskipun kata-kata tak bisa berucap selain tetesan air mata. Kemudian cobalah ceritakan masalah itu kepada kedua orangtua kita. Karena kehadiran mereka bisa jadi dapat memberikan solusi dari setiap pomelik yang kita punya.

Persahabatan Sejati

sahabat1

Sobat, tentu kita menginginkan seseorang yang bisa mengerti keadaan kita. Disaat kita mendapatkan masalah, ada seseorang yang menasehati kita. Tahukah sobat, siapakah seseorang itu? Dialah seorang sahabat. Sahabat yang mengajak kita kepada kebaikan, menegur setiap kesalahan-kesalahan kita dan meotivasi ketika kita dirundung masalah yang sangat. Karena sesungguhnya, kita sangat membutuhkan kepada sauara-saudara yang bersahabat di waktu sakit.Apakah kita sudah menemukan orang seperti ini?

Seorang generasi terbaik terdahulu mengatakan, “Kesetiaan sahabat itu akan tampak disaat kesulitan, karema sebaik-baik sahabat adalah mengarahkanmu dalam kebaikan”.

Dan seseorang yang menolongmu di dalam keburukan maka sejatinya dia telah menzhalimimu. Sahabat itu ialah yang berbuat benar kepada kita bukan yang selalu membenarkan kita.

Ciri-ciri Sahabat Sejati

hands-736244_1920

Alangkah indahnya kehidupan kita jika dikelilingi oleh orang-orang yang berbuat benar kepada kita. Mari kita bercermin adakah sahabat yang kita miliki dari kriteria Ciri-ciri berikut ini :

  • Sahabat yang dia menginginkan diri kita berada disampingnya, agar kita bisa berjalan bersama dengannya.
  • Sahabat yang dia tidak ingin kita berada dibelakangnya, karena dia takut kalau kita tertinggal.
  • Sahabat yang dia tidak ingin berada di depan kita, sampai dia memastikan jalan di depan kita aman.
  • Sahabat yang tahu sifat baik kita dan ia memujinya.
  • Sahabat yang tahu sifat buruk kita, namun ia tetap menyayangi dan meluruskan kita.
  • Sahabat yang menami dikala senang maupun sedih.
  • Sahabat yang menolong disaat kita berbuat kebaikan dan mencegah disaat kita berbuat buruk.
  • Sahabat yang ucapannya di depan dan di belakang tidak berbeda.
  • Dan sahabat yang senantiasa mengharapkan kebaikan bagi kita sebagaimana dia mengharapkan kebaikan untuk dirinya sendiri.

Sobatku coba mari kita renungkan. Adakah kriteria diatas ada pada diri kita. Ataukah kita malah tak pantas disebut sahabat buat teman-teman kita?

Ya, benar sobat. Kita bukanlah makhluk yang sempurna. Memilik banyak kesalahan di setiap langkah dan gerak-gerik kita. Meskipun begitu sobat, sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling baik akhlaknya. Maka dari itu mari kita perbaiki diri ini untuk terus meningkatkan kualitas akhlak. Sehingga diri bisa berguna untuk teman-teman bahkan sahabat kita. Sungguh sangat indah perkataan dari Imam Syafi’I, “Jika engkau mempunyai sahabat yang membantumu kepada keta’atan maka eratkanlah peganganmu kepadanya, karena mendapatkan sahabat itu sulit, sedangkan berpisah darinya itu sangat mudah”. Hal senada juga pernah disampaikan oleh khalifah Umar bin Khattab radhiallahu ta’ala ‘anhu,

Tiadalah setelah nikmat islam yang lebih baik daripada nikmat seorang sahabat yang shalih, jika kalian menemukan cinta itu pada padanya, maka hendaklah kamu berpegang erat dengannya.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply