Aku Berikan Sebungkus Cokelat ini Untukmu, Wahai Wanita Perancis

Ini merupakan kisah nyata yang dikutip dari halaman facebook berbahasa Arab, Kun Lillahi Kama Yuridu Yakun Laka Fauqa Maa Turid.

Ada dua orang laki-laki bersama dengan istrinya masing-masing hendak menuju ke Perancis. Saat masuk bandara, petugas setempat menolak kehadiran mereka sebelum diperiksa dan membuka niqabnya (cadar).

Mendengar ucapan mereka spontan kedua istri tersebut menolak dan sangat menentang keputusan mereka.

Namun petugas bandara tidak habis akal. Mereka akhirnya menggiring kedua mukminah ini ke petugas wanita berkebangsaan Perancis agar diperiksa lebih lanjut.

Tetap saja meskipun ke petugas wanita, kedua istri ini tetap saja menolak untuk membuka cadarnya. Lantas, ia pun marah. Sambil mengatakan:

“Apa masalahnya jika orang lain melihat wajah kalian? Apa yang membuat kalian berdua tetap kukuh menolok dibukanya cadar?”

Kedua mukminah ini terdiam sejenak. Kemudian salah satu dari mereka berdiri dan memberikan sepotong coklat yang masih tertutup rapi. Petugas wanita ini pun menerimanya.

Kemudian wanita mukminah ini menututurkan:

“Tahukah engkau  bahwa lelaki kaum muslimin tidak akan memilih wanita yang dilihat dan dipelototi sama ribuan mata yang memandangnya? Ditambah lagi mereka tidak akan memilih wanita yang telah disentuh dan telah terkontaminasi seperti cokelat yang engkau pegang.”

“Sebagaimana cokelat yang engkau pegang, saat kami kasih cokelat yang sudah terbuka, lantas engkau menolaknya. Tapi saat kami kasih cokelat yang tertutup dengan rapi engkau menerimanya. Tidakkah kau pikirkan ini?”

Sontak, wanita Perancis ini akhirnya terdiam. Tak dapat berkata-kata lagi. Jawaban dari kedua mukminah ini telah mampu menerobos jiwanya. Hingga akhir cerita Ia pun memeluk Islam.

MasyaAllah, keteguhan dan kekonsistenannya dalam menjalankan syari’at agama telah mengantarkan wanita Perancis ini mendapatkan hidayah Allah subhanahu wata’ala.

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

One Response

  1. ar syamsuddin Sab, 2 April 2016

Leave a Reply